Pengantin Pengganti Tuan Pemarah

Pengantin Pengganti Tuan Pemarah
Bab 98


__ADS_3

"Tolong gosok punggungku, Sayang. Yang bersih, ya!" titah Daniel yang sedang berendam di bath up kesayangannya. Bath up tersebut dipenuhi dengan berbagai macam bunga segar yang sengaja dipetik oleh penjaga kebun sesuai permintaan Daniel sebelumnya.


"Ya ampun, Sayang! Kamu wangi sekali. Seperti pengantin baru saja," gumam Dania sambil mengusap spon yang penuh dengan busa sabun ke punggung Daniel.


"Ya, harus. Biar bekas pelukan wanita itu tidak meninggalkan jejak di tubuhku," jawab Daniel.


Dania tersenyum tipis. "Mas sangat membenci Kak Adelia, ya?" tanya Dania, masih menggosok punggung Daniel dengan lembut.


Daniel menengadah, menatap Dania yang sedang duduk di pinggiran bath up. "Tidak. Hanya saja aku tidak suka ketika dia kembali mencoba mendekatiku. Apa lagi dengan cara menjijikkan seperti itu, main peluk-peluk seolah aku adalah kekasihnya," gerutu Daniel.


"Lalu, bagaimana jika aku yang memelukmu?" goda Dania sembari memainkan jari-jari lentiknya di punggung Daniel.


Daniel menyeringai kemudian dengan cepat menyambar jari-jari mungil wanita itu dan menariknya. Dania tidak dapat menjaga keseimbangan tubuhnya dan akhirnya ia pun ikut terjerembab ke dalam bath up bersama Daniel.


Daniel tergelak sembari memeluk erat tubuh Dania. "Ini lah yang akan aku lakukan jika kamu memelukku," ucap Daniel.


Dania ikut tersenyum dan sesekali mencipratkan air ke tubuh Daniel.


Beberapa menit kemudian.


"Kak Daniel!" teriak Selly dari luar kamar.

__ADS_1


"Apa sih teriak-teriak!" jawab Daniel yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Aku masuk, ya!" teriak Selly lagi.


"Tidak boleh!"


Tanpa mempedulikan jawaban Daniel, Selly mendorong pelan pintu kamar utama kemudian melongok ke dalam ruangan itu. Ia tersenyum tatkala melihat Daniel yang kini sedang mengeringkan rambutnya dengan menggunakan handuk.


"Heh, siapa yang mengizinkan kamu masuk? Bukankah tadi aku bilang tidak boleh?!" Daniel menekuk wajahnya.


Sementara Selly masih cengengesan. Gadis itu masuk kemudian duduk di tepian tempat tidur mewah milik Daniel dan Dania. Daniel menarik tangan Selly dan membawanya menjauh dari tempat tidur.


"Siapa yang suruh kamu duduk di sana, ha?"


"Biarin!" ketus Daniel.


Tepat di saat itu, Dania keluar dari kamar mandi. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan rambut setengah basah, terurai hingga pinggul. Ia tersenyum menatap Selly kemudian duduk di meja rias.


"Huwaahhh! Kalian berhasil membuat jiwa jomblo-ku meronta-ronta! Aku 'kan jadi pengen," pekik Selly setelah menyadari bahwa pasangan itu baru saja selesai mandi bersama.


"Maka dari itu, berusahalah lebih keras lagi. Taklukkan hatinya!" seru Dania mencoba memberi semangat kepada Selly yang akhir-akhir ini tampak kehilangan semangat mengejar cinta Erick.

__ADS_1


"Hati siapa?" Daniel memasang wajah heran menatap Dania.


"Hati Mas Erick!" jawab Dania dengan sangat antusias.


"Apa! Erick Si Menyebalkan itu?"


Dania mengangguk pelan. "Ya, Mas Erick yang itu. Trus, yang mana lagi,"


Ekspresi Daniel tampak berubah. "Tidak-tidak! Sampai matahari terbelah pun, aku tidak akan pernah merestui Selly menjalin hubungan bersama lelaki itu! Bahkan jika seandainya lelaki di dunia ini sudah habis dan hanya tersisa lelaki menyebalkan itu," kesal Daniel.


"Ahhh! Kak Daniel kejam. Apa Kakak ingin Adiknya yang cantik ini jomblo seumur hidup?" protes Selly.


"Kan masih banyak laki-laki lain selain Erick, Sell?" Daniel memasang wajah masam. "Tuh, ada Mang Udin, si tukang kebun yang masih jomblo. Atau si Mang Acung, dia juga masih jomblo."


"Ya, Tuhan! Kakak menyebalkan," Selly menjatuhkan tubuhnya ke lantai sambil menghentak-hentakkan kakinya.


"Sudahlah, Mas. Memang apa salahnya sih jika Mas Erick beneran sama Selly?" Dania mencoba membujuk Sang Suami.


"Ih, amit-amit! Aku tidak ingin lelaki itu menjadi Adik iparku," sahut Daniel.


"Kalau Tuhan sudah menjodohkan mereka, Mas bisa apa?" tantang Dania sambil tersenyum.

__ADS_1


Daniel kembali memasang wajah masam. "Pokoknya tidak!"


Selly dan Dania saling tatap-tatapan sambil membuang napas berat. "Dasar!"


__ADS_2