Pengantin Pengganti Tuan Pemarah

Pengantin Pengganti Tuan Pemarah
Kue Coklat


__ADS_3

Perlahan Adelia membuka pintu kamarnya. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan sebelum ia keluar dari ruangan yang selama ini menjadi tempat bernaungnya.


"Sepertinya sudah aman," gumam Adelia setelah memastikan bahwa tidak ada siapapun yang melihatnya keluar dari ruangan itu.


Adelia melangkahkan kakinya melewati ruangan demi ruangan yang ada di tempat tersebut hingga akhirnya ia pun berhasil menemukan jalan keluar.


"Huft! Akhirnya!"


Dengan hati senang, Adelia kembali melangkahkan kakinya menelusuri jalan. Ia teringat akan cerita Samuel bahwa kalau tak jauh dari lokasi Villa-nya berdiri, ada sebuah tempat pariwisata yang begitu ramai dikunjungi oleh para pelancong dari berbagai belahan dunia.


"Ok, hari ini kita akan bersenang-senang, Adelia! Dan semoga saja kita tidak bertemu dengan orang-orang suruhannya Tuan Daniel!" gumam Adelia sambil terus memperhatikan sekelilingnya.


Walaupun saat itu Adelia tengah mengenakan topi lebar yang menutupi hampir separuh wajahnya juga masker untuk menutupi bagian hidung dan mulutnya. Namun, hal itu tidak membuat ia merasa aman dari bayang-bayang Daniel.


Adelia terus merasa di ikuti dan dimata-matai oleh anak buah mantan kekasihnya itu. Walaupun sebenarnya hal itu sama sekali tidak pernah terjadi. Daniel bahkan tidak pernah meminta Roy untuk mencari keberadaannya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari Villa Samuel berada, kini tibalah ia di sebuah tempat pariwisata, yang pernah diceritakan oleh lelaki itu sebelumnya. Ya, tempat itu sangat ramai. Penuh dengan para traveler dari berbagai penjuru dunia.


Adelia begitu senang karena setelah sekian lama mendekap di dalam Villa milik Samuel, akhirnya hari ini ia bisa menghirup udara bebas dan menikmati pemandangan yang jauh lebih indah dari sekedar melihat deburan ombak dari balkon kamarnya.


Cukup lama Adelia melangkahkan kakinya menelusuri tempat itu. Hingga akhirnya langkahnya terhenti tepat di depan sebuah toko kue. Di mana Adelia melihat ada sebuah kue coklat kecil dengan dihiasi dua buah ceri di atasnya.


"Mbak, aku ingin kue yang ini." Adelia menunjuk ke arah kue tersebut dan meminta penjual kue mengambilkannya.

__ADS_1


"Baik, Nona."


Setelah mendapatkan kue tersebut, Adelia pun segera membayarnya. Ia berniat membawa kue kecil itu kembali ke Villa dan merayakan ultahnya bersama Samuel. Namun, baru saja Adelia melangkah pergi dari toko kue tersebut, tiba-tiba saja matanya tertuju pada sebuah cafe yang berada tepat di seberang toko kue.


Tampak sosok lelaki tampan yang sangat ia kenali sedang duduk di salah satu meja bersama seorang wanita cantik. Mereka terlihat begitu dekat dan sesekali terdengar suara riuh tawa mereka.


"S-Sam?!" pekik Adelia dengan bibir bergetar.


Kue yang baru saja ia beli dari toko kue barusan, hampir saja terlepas dari tangannya. Beruntung Adelia masih bisa mengontrol emosinya. Walaupun saat itu lututnya sudah terasa sangat lemas.


"Samuel, apa yang kamu lakukan di sana? Dan siapa wanita itu? Kenapa kalian terlihat begitu dekat?" gumam Adelia dengan beribu pertanyaan di dalam kepalanya.


Adelia masih terdiam untuk beberapa saat di tempatnya berdiri sambil memperhatikan kebersamaan Samuel dan wanita itu. Semakin lama diperhatikan, semakin tampak kemesraan di antara keduanya. Sikap Samuel bahkan terlihat sangat manis. Lelaki itu tidak sungkan menampakkan sikap romantisnya di depan khalayak umum.


Adelia berjalan dengan cepat menuju cafe tersebut sambil menenteng kue ulang tahunnya. Baru saja Adelia tiba di depan meja pasangan itu, kue coklat yang sejak tadi ia pegang tiba-tiba melayang ke wajah wanita cantik itu.


Plakkk!


"Akh!" teriak wanita itu setelah mendapatkan serangan mendadak dari Adelia.


"Rasakan itu, Jal*ng!" ucap Adelia sambil tersenyum puas.


Samuel tersentak kaget setelah menyadari keberadaan Adelia di tempat itu. Ia sontak berdiri dan bukannya menghampiri Adelia, lelaki itu malah mencoba membantu wanita yang tadi duduk bersamanya.

__ADS_1


"Adelia! Apa yang kamu lakukan?!" pekik Samuel dengan wajah panik.


"Apa yang aku lakukan? Aku melakukan apa yang sudah seharusnya aku lakukan sejak tadi! Sekarang katakan padaku, siapa wanita ini!" kesal Adelia dengan wajah memerah menatap Samuel.


Wanita itu menyingkirkan kue coklat serta cream yang masih menempel di wajah cantiknya dengan kasar kemudian menatap Adelia dengan tatapan penuh kebencian.


"Siapa kamu? Dan kenapa tiba-tiba kamu melemparkan kue itu kepadaku?!" kesal wanita itu.


"Aku calon istrinya Samuel! Dan kamu memang pantas mendapatkan semua itu karena sudah berani mengganggu calon suamiku," balas Adelia tidak kalah kesal.


Wanita itu terkejut bukan main. Matanya membulat setelah mendengar penuturan Adelia. Ia menghampiri Samuel kemudian memukul wajah lelaki itu dengan cukup keras.


Plakkk!


"Kamu memang seorang bajing*n, Sam!"


"Tunggu!" panggil Samuel. Namun, wanita itu tidak peduli dan terus melangkah meninggalkan tempat itu.


Kini tatapan Samuel tertuju pada Adelia. Ia meraih tangannya kemudian membawanya ke tempat parkir. "Sini, ikut aku!"


"Aku tidak mau! Aku mau pulang!" tolak Adelia sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Samuel.


...***...

__ADS_1


__ADS_2