
"Aku harus keluar dari tempat ini! Harus!" gumam Adelia dalam hati. "Tapi, bagaimana caranya?!"
Adelia mencoba menarik-narik tangannya yang masih terikat di tepian ranjang. Beberapa kali ia mencoba, tetapi tetap tidak berhasil. Lelaki itu mengikatnya dengan sangat erat hingga tidak mungkin buat Adelia bisa melepaskannya. Bahkan hingga kedua pergelangan tangannya memerah pun, ikatan itu tidak juga terlepas.
"Aku harus berpura-pura baik kepada Samuel. Ketika ia lengah, di situlah kesempatanku untuk kabur dari tempat yang seperti neraka ini!" gumamnya lagi dalam hati.
Tepat di saat itu, terdengar suara seseorang yang ingin membuka kunci pintu ruangan itu. Adelia membenarkan posisinya kemudian berpura-pura seolah ia baik-baik saja.
Beberapa detik kemudian, tampaklah sosok Samuel muncul dari balik pintu. Lelaki itu menatap tajam ke arah Adelia yang masih dalam kondisi terikat dan mulut disumpal dengan kain.
Setelah menutup pintunya kembali, Samuel segera menghampiri tempat tidurnya bersama Adelia. Lelaki itu meletakkan kunci kamar yang masih ia pegang ke atas nakas kemudian duduk di samping Adelia.
"Adelia." Samuel mengelus lembut wajah Adelia sembari merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Kamu pasti lapar, 'kan? Aku suapin, ya!" ucap Samuel.
__ADS_1
Kebetulan saat itu salah seorang pelayan masuk ke dalam ruangan tersebut. Pelayan itu membawa sebuah nampan berisi makanan dan minuman untuk Adelia. Makanan dan minuman yang memang sudah dipesan oleh Samuel sebelumnya.
Pelayan itu menyerahkan nampan tersebut kepada Samuel dan setelah Samuel menyambutnya, ia pun segera pamit dan kembali ke dapur. Sebelum Samuel memberikan makanan tersebut kepada Adelia, ia melepaskan kain yang menutupi mulut wanita itu.
Fiuh!
Adelia menghembuskan napas panjang. Sebenarnya ia ingin sekali berteriak saat itu, tetapi demi melancarkan aksinya, ia pun mengurungkan niatnya.
"Tidak usah berteriak, Adelia. Karena kamu hanya akan membuang tenagamu dengan sia-sia. Sekeras apapun kamu berteriak, bahkan hingga napasmu habis pun, tidak akan ada yang mendengar teriakkanmu."
"Jika benar seperti itu, lalu kenapa kamu menutup mulutku dengan kain itu?" tanya Adelia sambil memasang wajah masam.
"Aku tidak ingin mendengar suaramu yang cempreng itu. Hanya membuat telingaku sakit saja," kesal Samuel sembari menyodorkan sendok yang sudah ia isi dengan nasi serta lauknya ke mulut Adelia.
"Makanan ini tidak kamu racun, 'kan?" Adelia menatap Samuel dengan tatapan penuh selidik. Sekarang ia benar-benar sudah tidak bisa mempercayai lelaki itu.
__ADS_1
Samuel tertawa pelan. Ia memasukkan sendok yang tadi ia sodorkan kepada Adelia ke mulutnya sendiri kemudian memakan makanan tersebut hingga habis. "Lihat! Jika makanan ini beracun, maka aku adalah orang pertama yang akan mati setelah menikmati makanan ini," tutur Samuel.
Samuel kembali menyodorkan sendok tersebut ke mulut Adelia dan wanita itu pun segera menyambutnya. Samuel tersenyum tipis sembari mengusap puncak kepala Adelia.
"Turuti lah kemauanku, maka kamu akan selamat dan hidup enak bersamaku," ucapnya.
Adelia mencoba tersenyum walaupun jauh di lubuk hati wanita itu ia tengah mengumpat kasar. "Kita lihat saja nanti, Sam! Aku pasti akan pergi dari tempat ini dan kamu akan mendekap di penjara karena sudah memperlakukan aku seperti ini."
Setelah beberapa saat kemudian, makanan serta minuman itu pun ludes dan Adelia pun merasa kenyang. Adelia melemparkan senyuman hangatnya kepada Samuel dan mengajaknya bicara dengan gaya manja.
"Samuel sayang, bukalah ikatan tanganku. Aku ingin memelukmu sama seperti dulu. Aku merindukanmu, Sam! Aku merindukan dirimu yang dulu. Apa kamu sudah lupa bahwa beberapa hari yang lalu adalah hari ulang tahunku dan kamu sama sekali tidak mengingatnya. Jujur, aku sedih, Sam."
Adelia memasang wajah sedih dan hal itu membuat hati Samuel sedikit terketuk. "Tapi berjanjilah bahwa kamu tidak akan berniat kabur dariku," ucap Samuel dengan tegas.
"Ya, aku berjanji!" sahut Adelia sambil menyunggingkan sebuah senyuman hangat kepada Samuel dan mencoba meyakinkan bahwa dirinya tidak akan pernah berpikir untuk pergi dari lelaki itu.
__ADS_1
...***...