
Hari itu Daniel sengaja menyewa beberapa orang wanita yang bekerja di salah satu salon kecantikan terbaik di kota mereka untuk memberikan perawatan body spa untuk Dania, seperti luluran, sauna dan message.
Setibanya di rumah megah itu, mereka pun segera melakukan tugas-tugas yang sudah diperintahkan oleh Daniel. Dan hal pertama yang dilakukan oleh para wanita cantik itu adalah memberikan pijatan untuk Dania agar tubuhnya yang lelah bisa menjadi lebih segar dan rileks tentunya.
Selain itu, Daniel ingin istri mungilnya tidak akan mudah lelah dan bisa bertarung dengan maksimal nanti malam. Selesai melakukan pijatan, para therapist itu melanjutkan langkah selanjutnya, yaitu luluran.
Dania bahkan sampai ketiduran karena keenakan saat tangan-tangan terampil itu menyentuh kulitnya. Ternyata bukan hanya perawatan tubuh, Daniel juga meminta para therapist memberikan perawatan khusus untuk Nona Cantik milik Dania. Salah satunya dengan Ratus 'Nona Cantik'.
Salah satu therapist yang bertugas dalam bidang yang satu ini, menghampiri Dania dan meminta gadis itu untuk duduk manis di sebuah alat yang sudah dipersiapkan oleh mereka sebelumnya. Sementara bagian 'Nona cantiknya' diuap dengan berbagai berbagai jenis ramuan herbal yang pastinya aman dan wangi.
Ramuan yang terdiri dari campuran teh hijau, bunga mawar, bunga melati, kayu manis, cengkeh, kunyit dan juga daun sirih yang sudah dikeringkan. Al hasil, Nona Cantik milik Dania pun menjadi wangi, lebih segar dan juga kesat.
"Bagaimana, Nona?" tanya salah satu dari wanita itu kepada Dania. Mereka ingin tahu apakah saat itu Dania puas dengan hasil pekerjaan mereka.
Dania pun tersenyum. "Aku sangat puas. Terima kasih banyak," jawab Dania.
"Wah, syukurlah. Kapan-kapan panggil kami lagi ya, Nona. Kami berjanji akan selalu memberikan yang terbaik untuk Nona Dania. Sebab motto kami selama ini adalah memberikan yang terbaik untuk customer kami. Apa lagi kalau customer kami seperti Nona Dania," goda wanita itu sambil tertawa pelan.
__ADS_1
"Kalian tinggal bilang saja sama suamiku dan aku yakin dia pasti akan setuju," jawab Dania.
"Serius, Nona? Wah!" Para wanita itu tersenyum lebar mendengar jawaban dari gadis itu. "Baiklah kalau begitu, sekarang tugas kita merayu Tuan Daniel agar dia bersedia menjadi pelanggan tetap kita," lanjutnya.
***
Tak terasa malam pun tiba.
Daniel yang sudah tidak sabar menunggu malam istimewanya bersama Dania, kini sudah berada di atas tempat tidur empuk mereka. Lelaki itu tidak mau kalah dengan Dania. Ia bahkan sudah mempersiapkan segala-galanya termasuk mengkonsumsi mulitivitamin untuk menjaga kebugaran tubuhnya agar terus fit dan tidak mudah lelah walaupun pertempuran yang akan mereka lewati nantinya terjadi dalam beberapa ronde.
"Ayo, Dania! Persiapkan dirimu! Karena Abang tampanmu ini sudah siap lahir dan batin. Mau berapa ronde? Empat, lima? Katakan saja," gumam Daniel di atas tempat tidur sambil memperlihatkan otot-otot lengannya.
Karena Dania tidak juga muncul dari balik pintu kamar mandi, Daniel pun segera memanggilnya. "Dania sayang, apa kamu sudah selesai? Aku sudah siap ini!" teriaknya.
"Baik, sebentar lagi!" sahut Dania dari dalam kamar mandi. Dania kembali memoleskan lipstik berwarna merah merona ke bibir indahnya. Sebuah lipstik yang tidak waterproof, yang sengaja dipilih oleh Dania untuk malam ini.
"Besok pagi kamu akan menemukan dirimu penuh dengan warna merah, Mas Daniel!" gumam Dania sambil cekikikan di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Setelah selesai memoles lipstik tersebut ke bibirnya, Dania pun segera melangkah ke luar dari ruangan itu.
Ceklek!
Pintu pun terbuka dan sorotan tajam Daniel langsung tertuju pada sosok cantik berbibir merah merona yang sedang tersenyum kepadanya. Daniel tersenyum lebar sambil sesekali menelan ludahnya. Bagaimana tidak, dua bulatan kenyal berukuran sedang dan Nona Cantik tanpa rambut itu sudah tersenyum menyambutnya.
Junior milik Daniel yang sudah puasa beberapa hari itu sontak bangkit dan langsung meronta-ronta. "Kemarilah, Dania sayang!" pinta Daniel sambil mengelus Sang Junior agar bisa sedikit lebih tenang.
Dania berjalan menghampiri Daniel dengan langkah pelan. Gadis itu terus menggoda Daniel dengan mengerlingkan mata serta memonyongkan sedikit bibirnya seperti orang yang ingin melabuhkan ciuman.
Bukan hanya itu, Dania juga mulai membuka-tutup jubah tipis dan transparan yang ia kenakan sambil tersenyum nakal. Daniel menggelengkan kepalanya dengan sorotan tajam yang terus tertuju pada gadis itu.
"Jangan buat aku gila, Dania! Kamu semakin menggairahkan saja!" celetuknya sambil menelan salivanya.
"Benarkah?!" Dania kembali menyunggingkan senyuman nakal yang membuat Daniel tidak tahan dan akhirnya bangkit dari posisinya.
Daniel menghampiri Dania dengan cepat dan refleks mengangkat tubuh mungil itu kemudian membawanya ke atas tempat tidur. Ketika Dania terbaring di atas tempat tidur dengan posisi terlentang, Daniel mengungkungnya sembari melepaskan celana boxer yang masih melekat erat di tubuhnya tersebut.
__ADS_1
"Nona Cantik, I'm Coming!" ucap Daniel sambil menyeringai.
...***...