Pengantin Pengganti Tuan Pemarah

Pengantin Pengganti Tuan Pemarah
Bab 95


__ADS_3

"Sudah menemukan tempat yang tepat untuk Honeymoon kita?" Daniel memeluk Dania dari belakang ketika Dania tengah asik berdandan.


Mata Dania membulat sempurna. Gara-gara memikirkan misi penyelamatan untuk Adelia, ia bahkan lupa rencana mereka berbulan madu. Perlahan Dania menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecut menatap bayangan Danial di dalam cermin.


Danial memasang wajah masam. "Pasti kamu lupa, 'kan?"


"Baiklah, hari ini akan putuskan. Tunggu saja," jawab Dania dengan yakin.


"Ok, aku tunggu jawabannya." Sebelum Daniel melepaskan pelukannya kepada Dania, ia sempat melabuhkan sebuah ciuman hangat di puncak kepala istrinya itu.


Daniel melirik jam tangan mewahnya. "Hari ini Roy berjanji akan menemuiku. Sebaiknya aku menunggunya di ruang kerja. Jika kamu butuh sesuatu, atau membutuhkan aku, temui saja aku di ruang kerja."


Daniel mengulurkan wajahnya ke hadapan Dania untuk meminta sebuah kecupan hangat.


"Baik, Sayang. Selamat bekerja," ucap Dania sembari menciumi kedua pipi Daniel dan terakhir berlabuh di bibir tipis lelaki itu. Setelah mendapatkan jatahnya, Daniel pun segera pamit dan pergi dari kamar mereka.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Daniel dan Dania. Ternyata pagi itu Adelia sudah tiba di kediaman rumah megah tersebut. Entah apa yang diinginkan oleh wanita itu, tidak ada yang tahu. Ia melangkahkan kakinya dengan penuh percaya diri. Sama seperti dulu, ketika ia masih berstatus sebagai tunangan Daniel.


Ya, karena menganggapnya sama seperti dulu, Adelia melangkah masuk tanpa meminta izin kepada siapapun. Bahkan ia tidak peduli dengan para penjaga keamanan yang sedang berjaga di depan gerbang.


"Tunggu Nona Adelia. Apakah Anda sudah membuat janji kepada Tuan Daniel atau Nona Dania?" tanya salah seorang penjaga keamanan tersebut sembari menghampiri Adelia.


Adelia yang tadinya melangkah dengan tergesa-gesa, kini menghentikan langkahnya. Ia memutarkan bola matanya sebelum berbalik menghadap penjaga keamanan tersebut.


"Memangnya kenapa? Aku tidak perlu membuat janji kepada siapapun untuk menemui Daniel. Apa kalian sudah lupa siapa aku, ha? Atau kalian perlu diingatkan lagi siapa aku di samping Tuan Daniel?" ucap Adelia dengan penuh percaya diri.


"Tunggulah di sini sebentar, Nona. Biar saya sampaikan kepada Tuan Daniel bahwa Anda ingin bertamu," jawab salah satu dari mereka kemudian.


Adelia mendengus kesal karena para penjaga keamanan itu masih tidak mempercayai dirinya. Adelia menghampiri para lelaki itu kemudian memarahi mereka.


"Heh, kalian! Sebenarnya kalian ini orang baru atau apa sih? Bukankah kalian sudah tahu bahwa aku adalah wanita kesayangan Tuan Daniel. Dan Daniel pun pernah bilang kepada kalian semua bahwa aku bisa melakukan apapun di rumah ini, sama seperti rumahku sendiri," ucap Adelia sambil menunjuk-nunjuk para lelaki itu.

__ADS_1


Para lelaki bertubuh besar itu hanya diam dengan tatapan dingin menatap Adelia. Mereka sama sekali tidak berkeinginan menggubris ucapannya barusan.


Adelia yang sudah kehilangan kesabarannya, benar-benar merasa kesal dan tiba-tiba saja ia berlari memasuki rumah tersebut. Menyadari hal itu, para penjaga keamanan pun ikut berlari dan mengejar Adelia yang sudah memasuki rumah megah milik majikan mereka itu


"Nona Adelia, tunggu!" teriak mereka.


Namun, Adelia tidak peduli. Ia terus berlari hingga ia menghentikan langkahnya ketika melihat Daniel yang sedang melewati ruang utama, sebelum ia menuju ruang kerjanya.


"Daniel!" gumam Adelia.


Karena begitu percaya diri bahwa Daniel masih mengharapkan dirinya. Adelia pun bergegas memeluk tubuh lelaki itu dari belakang.


"Daniel, aku sangat merindukanmu," ucapnya dengan mata terpejam, bersandar di punggung Daniel.


***

__ADS_1


__ADS_2