Pengantin Pengganti Tuan Pemarah

Pengantin Pengganti Tuan Pemarah
Deng ... deng!


__ADS_3

Sementara Dania masuk ke dalam kamar mandi, Daniel begitu bersemangat melepaskan kemeja serta celananya. Bukan hanya sampai di situ, lelaki itu bahkan mengetes ke-empukan kasur mewahnya.


Berkali-kali ia mencoba mempraktekkan gaya yang akan ia gunakan untuk melewati malam pertamanya bersama Dania. Mulai dari gaya biasa sampai gaya luar biasa. Mulai dari gaya yang panas hingga gaya yang terlihat ekstra panas.


"Bagaimana kalau begini, agh, ugh agh, ugh!" gumam Daniel sambil menggoyang tempat tidurnya hingga bergetar hebat.


Lelaki itu kemudian tergelak melihat aksi konyolnya sendiri. "Ya, ampun! Aku seperti orang bodoh! Eh, tapi lebih baik begitu dari pada nanti aku kelihatan bodoh di hadapan Dania karena tidak berhasil membuka segelnya, 'kan tidak lucu! Di mana aku akan meletakkan wajahku yang tampan ini," gumamnya lagi.


"Masa badan segede gaban tidak bisa membuka segel kecil milik Dania, hah! Bisa-bisa hancur reputasiku," lanjutnya, sembari mencoba gaya lainnya.


Sementara Daniel begitu bersemangat mencoba berbagai gaya panasnya, Dania tengah membersihkan dirinya untuk sekali lagi di dalam kamar mandi.


Gadis itu mencoba mempersiapkan segala sesuatunya agar tidak memalukan di hadapan Daniel. Dania kini berdiri di depan cermin sambil memperhatikan tubuh polosnya. Ia tidak ingin ada sesuatu yang menempel di tubuhnya yang akan membuat Daniel risih.


Seperti bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar area Nona Cantiknya. Dania meraih alat cukur kemudian mencukur bulu halus tersebut hingga si Nona terlihat bersih dan mulus. Bahkan tahi lalat yang tumbuh di pipi sebelah kanan si Nona, kini terlihat dengan jelas dan membuat si Nona semakin cantik saja.


Tidak lupa, Dania menggunakan berbagai wewangian di tubuhnya agar senantiasa tercium wangi saat melakukan pertempuran panasnya nanti bersama lelaki pemarah itu. Ya, walaupun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Dania masih merasa takut akan pertempuran pertamanya itu.

__ADS_1


"Semoga saja sakitnya tidak seperti yang pernah aku dengar dari teman-temanku yang sudah menikah," gumamnya sambil membersihkan si Nona dengan sangat hati-hati.


Namun, tiba-tiba saja ia merasakan ada sesuatu yang aneh keluar dari lubang si Nona. Sebuah cairan yang meluncur begitu saja dari lubang sempitnya tersebut.


"A-apa ini?" Dania menyentuh cairan itu dan tiba-tiba saja tubuhnya bergetar hebat dan rasanya ia ingin jatuh pingsan di dalam ruangan itu.


"A-aku datang bulan!" Dania terisak dan tubuhnya jatuh ke lantai kamar mandi. Ia menangis bukan karena kecewa, gagal menikmati pertempuran panasnya bersama Daniel. Namun, ia lebih takut akan reaksi lelaki itu nantinya jika ia tahu bahwa saat ini dirinya sedang kedatangan tamu yang benar-benar tak diinginkan.


"Bagaimana caraku menjelaskan kepada lelaki pemarah itu? Bisa-bisa dia akan membunuhku setelah ini," gumamnya yang masih menangis lirih di dalam ruangan tersebut.


Setelah membersihkan dirinya, Dania segera memasang pembalut. Beruntung ia memiliki simpanan pembalut yang ia simpan di dalam lemari yang ada di kamar mandi. Setelah mengenakan benda itu, Dania kembali mengenakan lingerie yang ia gunakan sebelumnya.


Dengan wajah kusut, Dania melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. Mendengar pintu kamar mandi terbuka, Daniel kembali bersemangat. Lelaki itu tersenyum lebar menatap Dania yang kini berjalan mendekat ke arahnya.


"Ayo, Sayang! Aku sudah tidak sabar ingin ...." Daniel kembali mencoba gaya panasnya di hadapan Dania hingga tempat tidur tersebut bergoyang dengan sangat hebat. Seolah-olah dia begitu pengalaman soal pertempuran panas tersebut.


Dania semakin sedih. Ia kembali terisak dan duduk di tepian tempat tidur mereka. Daniel sontak terkejut melihat Dania yang tiba-tiba saja menangis di hadapannya.

__ADS_1


"Hei, ada apa? Apa gayaku terlihat begitu mengerikan? Kalau begitu aku akan memulainya dengan gaya yang sangat lembut, seperti ini misalnya," bujuk Daniel yang kembali memperlihatkan gaya yang akan ia praktekkan nanti, tetapi dengan gerakan yang lebih pelan dan sangat lembut.


"Bu-bukan itu, Tuan! Bukan itu," lirih Dania di sela isak tangisnya.


"Lalu apa? Kenapa kamu menangis seperti ini, jangan bilang kalau kamu sudah buka segel sendiri di dalam kamar mandi," pekik Daniel dengan mata membulat.


Dania refleks memukul lengan lelaki itu dengan kasar. "Tuan! Mana ada yang seperti itu," kesalnya.


"Aw! Lah, trus apa? Jangan buat aku ketakutan," sahut Daniel sambil mengelus tangannya yang sakit akibat pukulan Dania.


"Baru saja aku kedatangan tamu bulananku , Tuan. Huaaa ...." Tangis Dania semakin kencang dan jawaban gadis itu membuat kepala Daniel mendadak pusing dan pandangannya pun menjadi berkunang-kunang.


"Apa!" pekiknya. "Ya, Tuhan! Kepalaku," ucap Daniel sambil memegang kepalanya yang sakit. Lelaki itu akhirnya jatuh dan tidak sadarkan diri di atas tempat tidurnya. Bukan hanya kepala atasnya yang mendadak pusing, kepala bawahnya pun ikut lunglai dan pingsan sama seperti ownernya.


"Aakhh! Tuan Daniel, Anda kenapa?!" pekik Dania sambil menggoyangkan tubuh besar Daniel yang kini tergolek lemah di atas tempat tidur.


Dania panik, ia segera berlari ke luar kamar dan mencari pertolongan.

__ADS_1


***


Author mau kabur dulu sebelum di serang para Readers karena MP nya Daniel gagal 🦸🦸🦸 ha-ha-ha 🤣🤣🤣


__ADS_2