Pengantin Pengganti Tuan Pemarah

Pengantin Pengganti Tuan Pemarah
Reaksi Tante Riska


__ADS_3

"Da-Dania ...." Mata Tante Riska berkaca-kaca dan bibirnya tampak bergetar ketika menyebutkan nama gadis itu.


Perlahan Tante Riska menghampiri Dania. Matanya fokus menatap kedua biji manik nan indah itu tanpa berkedip sedikitpun. Begitu pula Dania, gadis itu tidak hentinya menatap sosok Tante Riska dengan ekspresi wajah yang tidak bisa dijelaskan.


"Ka-kamu cantik sekali, Sayang." Tante Riska mengangkat tangannya kemudian menyentuh pipi Dania.


Dania tersentak kaget dan ia sempat menjauhkan wajahnya beberapa senti ke belakang. Namun, karena tidak nyaman dengan kondisinya saat itu, Dania pun membiarkan Tante Riska menyentuh dan mengelus wajahnya.


"Tentu saja, Bu. Pilihan Kak Daniel tidak pernah salah. Dia bahkan jauh lebih cantik dari yang sebelumnya. Benar 'kan, Bu."


Tiba-tiba Selly menghampiri Tante Riska. Gadis itu memeluk tubuh Ibunya dari samping. Ia juga bergelayut manja di sana dan terlihat jelas dari tatapan keduanya, mereka saling sayang-menyayangi.


Dania terus memperhatikan keduanya untuk beberapa saat. Terlihat mata gadis itu berkaca-kaca dan hingga akhirnya ia memutuskan untuk pamit ke kamar mandi.


"Eh, maaf. Saya harus ke kamar mandi, Tante, Om!" Setelah pamit kepada kedua pasangan itu, Dania pun bergegas memasuki ruangan tersebut dan mengunci pintunya.


Daniel sempat heran melihat aksi Dania saat itu dan ia curiga ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh gadis itu. "Ada apa dengannya? Setelah melihat kebersamaan Selly dan Tante Riska, tiba-tiba ekspresinya berubah," batin Daniel.


"Dania kenapa? Saking kebeletnya, ya?" ucap Selly yang masih bergelayut manja di lengan Sang Bunda.


"Mungkin. Tapi apa yang dikatakan oleh Selly memang benar. Istrimu sangat cantik, Daniel," sahut Om Tommy sambil tersenyum simpul.

__ADS_1


"Maafkan aku, Sayang. Aku hanya ingin berkata jujur. Tapi, kamu tidak usah khawatir, kamu tetap yang paling cantik dari semuanya," lanjut Om Tommy sembari merengkuh pundak Tante Riska kemudian mencium puncak kepalanya.


Selly terkekeh pelan. "Cieee ... yang tidak mau kalah dari pasangan D2," goda gadis itu dan membuat Daniel yang tadinya kebingungan tiba-tiba tertawa renyah mendengar ocehannya.


"D2? Siapa itu D2?" tanya Om Tommy sambil menautkan kedua keningnya.


"Daniel dan Dania! Siapa lagi," jawab Selly dengan antusiasnya.


"Oh! Benar, benar!" Om Tommy pun tertawa renyah setelah mendengar penuturan anak gadisnya itu. Namun, tidak Tante Riska. Wanita itu hanya tersenyum tipis dan dari ekspresi wajahnya saat itu terlihat jelas ada sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya sejak ia bertemu dengan Dania.


"Oh ya, Selly! Jangan lupa untuk mencari pasangan dengan inisial yang sama seperti Kakakmu itu. Jika kamu S, berarti cari nama cowok harus berawalan S juga. Suherman, misal," sambung Om Tommy sambil menggoda Selly.


Selly mencebikkan bibirnya. "Suherman! Tidak keren, ah! Inisial nama cowok gebetanku bukan S, Ayah. Melainkan E," celetuk Selly.


"Erick Nugraha." Selly tampak semringah ketika menyebutkan nama lelaki itu. "Dia sangat tampan, Ayah. Ayah pasti menyukainya," lanjut gadis itu.


"Apa! Erick Nugraha! Jangan bilang cowok gebetanmu itu adalah Erick pemilik yayasan tempat Dania mengajar?!" pekik Daniel tiba-tiba dengan mata melotot.


"Ya, Kak. Erick Nugraha, pemilik yayasan Cahaya Asa," sahut Selly dengan bangganya.


"Tidak, tidak! Aku tidak setuju!" Daniel menggelengkan kepalanya cepat dan wajahnya tampak sangat kesal saat itu. "Apa tidak ada laki-laki lain lagi di dunia ini selain lelaki menyebalkan itu untuk kamu kejar-kejar, Selly?"

__ADS_1


Belum sempat Selly membalas perkataan Kakak sepupunya itu, Daniel kembali berucap.


"Jangan biarkan Selly bersama lelaki itu, Om! Lelaki itu sangat menyebalkan, percayalah padaku! ucap Daniel dengan mata terbelalak menatap Om Tommy.


"Ah, Kak Daniel. Kak Daniel salah! Kak Erick itu tidak se-menyebalkan yang Kakak pikir. Apa Kakak tahu, lelaki yang menyelamatkan aku kemarin adalah Kak Erick Nugraha, loh!" celetuknya dengan wajah menekuk.


"Benarkah?" Daniel terdiam sejenak. Namun, setelah itu ia kembali bersikeras dengan pendapatnya bahwa Erick adalah lelaki menyebalkan yang suka mengganggu istrinya.


"Ya! Dan satu lagi, jika benar Kak Erick menjadi jodohku, itu artinya Kakak tidak perlu khawatir lagi soal Kak Erick. Ia tidak akan menjadi saingan Kakak lagi, sebab dia sudah jadi milik aku," sahut Selly dengan wajah merah merona.


"Tidak! Aku tetap tidak setuju jika Erick menjadi kekasihmu. Apa lagi jika dia menjadi salah satu bagian dari keluarga kita. Cih, tidak sudi!" gerutu Daniel sambil membuang muka.


"Hhh, Kakak!" kesal Selly sambil menghentak-hentakkan kakinya.


"Hei, Gadis cantik. Dengarkan apa kata Kakakmu. Ayah yakin, Kak Daniel tahu yang terbaik untukmu," sela Om Tommy sambil tertawa pelan mendengar perdebatan Daniel dan Selly.


Sementara keluarga kecil itu sedang asik berbincang. Tante Riska masih diam tanpa berkata apapun, tidak seperti hari biasanya. Wanita itu duduk di kursi, di samping tempat tidur Daniel dengan wajah bingung.


"Tante? Tante kenapa?" tanya Daniel.


"Daniel, boleh kah Tante bertanya sesuatu tentang Dania kepadamu?" tanya wanita itu dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Ya, Tante. Tentu saja," sahut Daniel mantap.


...***...


__ADS_2