Pengantin Pengganti Tuan Pemarah

Pengantin Pengganti Tuan Pemarah
Selly Part 2


__ADS_3

Sementara Daniel dan Roy panik mencari keberadaan Selly, ternyata gadis itu sudah tiba di kediaman mewah Daniel.


"Loh, Selly?" Dania bergegas menghampiri Selly yang baru saja tiba di tempat itu.


"Barusan Mas Daniel menelponku, katanya sesuatu yang buruk sedang terjadi kepadamu. Apa itu benar, Selly? Mas Daniel begitu mengkhawatirkanmu," tutur Dania dengan wajah cemas. Dania memperlihatkan kondisi Selly saat itu dan ia menghela napas lega setelah memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja.


"Iya, Dania. Tadi ada penjambret yang mencoba mengambil ponselku dan kamu tahu apa yang terjadi setelah itu?" sahut Selly dengan sangat antusias.


"Apa?" tanya Dania sambil memasang wajah heran.


"Ada seorang laki-laki yang datang menolongku, Dania! Dia seperti super hero! Dia sangat tampan dan aku rasa, aku jatuh hati padanya!" pekik Selly sembari memeluk tubuh Dania dengan hati berbunga-bunga.


Dania menautkan kedua alisnya heran. Ia bingung bagaimana bisa Selly jatuh hati pada laki-laki itu. Padahal mereka baru saja bertemu dan tidak saling mengenal satu sama lain.


"Jatuh hati? Kok bisa?" Dania menatap lekat Selly yang saat ini masih memeluk tubuhnya.


"Ya, bisa lah! Inilah yang sering disebut oleh orang-orang soal jatuh cinta pada pandangan pertama," sahut Selly dengan tatapan menerawang, membayangkan wajah tampan sosok lelaki keren yang baru saja menolongnya.

__ADS_1


Dania masih bingung karena selama ini ia tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama, bahkan kepada Daniel pun tidak. Dania bahkan tidak tahu sejak kapan ia mulai menyukai lelaki menyebalkan itu.


Tepat di saat itu Daniel dan Roy juga tiba di kediaman mewah tersebut. Setelah membuka pintu mobilnya, Daniel bergegas menghampiri Dania dan Selly yang masih berdiri di depan rumah mewahnya.


"Ah, syukurlah! Akhirnya aku menemukanmu di sini! Apa kamu baik-baik saja, Selly?" pekik Daniel dengan wajah cemas.


"Kak Daniel!" seru Selly sembari memeluk tubuh Daniel dengan erat dan membenamkan wajahnya di dada bidang lelaki yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya itu.


Sementara Dania hanya terdiam sambil memperhatikan kebersamaan Daniel dan Selly. Ada sedikit rasa iri di hatinya akan kedekatan kedua orang itu. Padahal sebenarnya mereka hanya saudara sepupu.


Namun, hubungan mereka sudah seperti saudara kandung. Sementara hubungannya dengan Adelia, selama tidak pernah baik. Perdebatan dan pertengkaran selalu saja menghiasi hubungannya bersama kakak tirinya itu.


"Tadi setelah keluar dari Mall, tiba-tiba seorang penjambret merebut ponselku, Kak. Aku kaget dan refleks berteriak. Aku mencoba mengejarnya, tetapi penjambret itu larinya kencang sekali dan aku tidak bisa mengejarnya," tutur Selly.


"Heh, Selly! Memangnya seberapa mahal harga ponselmu itu hingga kamu lebih memilih membahayakan dirimu sendiri dengan mengejar penjambret itu, ha? Bagaimana jika penjambret itu marah kemudian berbalik dan menyerangmu?" kesal Daniel kepada Selly.


"Hmm, aku tidak kepikiran sampai ke situ, Kak. Saat itu yang ada di pikiranku hanya satu, dapatkan ponsel itu kembali. Dan sebenarnya bukan karena aku lebih sayang ponsel ini dari pada keselamatanku sendiri, tapi isinya itu loh, yang membuat aku kekeh untuk merebutnya kembali," jawab Selly.

__ADS_1


Daniel menatap Selly dengan wajah malas. "Memang apa isinya? Palingan juga foto dan video narsismu, bukan?"


Selly pun terkekeh pelan. "Beruntung ada seorang laki-laki yang bersedia menolongku, Kak. Dan dia sangat tampan," seru Selly yang kembali membayangkan wajah tampan lelaki itu sambil tersenyum-senyum sendiri.


"Halah, kamu itu! Semua laki-laki juga kamu bilang tampan. Bahkan Bang Memet pun kamu bilang tampan saat pertama kali kamu melihatnya," sahut Daniel sembari meraih pundak Selly kemudian menuntunnya menuju ruang utama.


Lagi-lagi Selly tertawa renyah. "Bang Memet si tukang kebun itu, ya? Tapi, kali ini aku serius, Kak. Dia benar-benar tampan. Apa Kak Daniel ingin tahu siapa namanya?"


"Aku tidak ingin tau dan aku pun tidak peduli," jawab Daniel yang akhirnya duduk di sofa yang ada di ruang utama bersama Dania yang juga duduk di samping lelaki itu.


Mendengar jawaban dari Daniel, Selly pun mencebikkan bibirnya kesal. "Ya, sudah kalau begitu," gumamnya. "Eh, tapi, Kak Daniel! Tolong jangan ceritakan kejadian ini kepada Ayah dan Ibuku. Bisa-bisa mereka akan menyusulku ke sini dan tidak akan membiarkan aku jalan sendirian lagi," lanjut Selly dengan wajah cemas menatap Daniel.


Daniel tersenyum tipis sambil menatap gadis itu. "Hah, sayangnya kamu sudah terlambat. Ayah dan Ibumu sudah tahu semuanya," sahut Daniel dengan santainya.


"Ah, Kak Daniel tidak seru!" Selly memasang wajah masam. Ia benar-benar kecewa karena Daniel sudah melaporkan kejadian itu kepada kedua orang tuanya.


...***...

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™ Maafkan Author, Readers! Ini gegara jaringan Wifi di tempat Author sedang ada gangguan. Sejak tadi mau buka NT aja susah 🀧🀧🀧 Sekali lagi maafkan Author πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2