Penyesalan Suami : Istri Yang Tak Dianggap

Penyesalan Suami : Istri Yang Tak Dianggap
Masih malam pertama


__ADS_3

Malam pertama untuk Ghina menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk pria yang berstatus suami. Tiada tara rasa untuk pertama kalinya, tubuh indah nan sexy menerima cumbuan dari sang suami. begitu lembut tanpa paksaan.


Sudah tak bisa di gambarkan oleh wanita itu rasa yang datang, apalagi ketika tubuhnya bergetar hebat  saat lidah suaminya bermain di bagian intinya, seakan nyawanya pergi sesaat dari tubuhnya.


Edward tak henti-hentinya penuh rasa syukur, ketika istrinya mau memberikan dirinya seutuhnya. Sentuhan halus, pria itu berikan di seluruh tubuh istrinya, mungkin ini bukan pengalaman pertama untuk pria itu. Tapi ini adalah hal pertama kali buat Edward, memulai untuk bercinta, pria itu yang terlebih dahulu menggoda istrinya, karena dirinya sudah tergoda dengan istrinya.


“Honey, kamu benar-benar indah dan sexy..,”puji Edward. Ghina tersenyum hangat mendengar pujian suaminya. Wanita itu menyambut kedatangan bibir Edward, sentuhan hangat dan basah kembali di rasakannya. Wanita itu sedikit demi sedikit mulai menunjukkan dan membalas ciuman penuh gairah.


Dilummatnya bibir Edward dengan lembut, mengikuti lummatan pria itu. Pria itu tambah bergairah dengan balasan istrinya, satah satu tangannya sudah meraba ke bagian tubuh istrinya. Sentuhan lembut seakan memberikan sinyal ke tubuh istrinya.


“Akh............,” dessahan merdu terdengar dari bibir Ghina, ketika salah satu tangan Edward mulai meremas buah dadanya. Edward melepaskan pagutannya, kemudian turun ke bawah untuk mencumbui tubuh istrinya. Dengan lembutnya, bibir Edward menyesap leher jenjang Ghina, kemudian turun ke bahu sambil memberikan sesapan dan gigitan kecil yang membangkitkan hasrat wanita itu.


Jari lentik Ghina mulai menyelisip ke rambut lebat Edward, menerima gelombang yang datang kembali. Sang suami kembali menghisap pucuk buah dadanya yang terlihat sexy, wanita itu meremat erat rambut Edward, menambah rasa sensasi untuk sang suami.


Bibir bawah Ghina digigitnya sendiri menahan rasa geli dan nikmat, ketika Edward masih memainkan pucuk buah dadanya dalam rongga mulut suami tampannya, rasa hangat dan basah akibat saliva pria itu membuat wanita itu menggeliat tak karuan. Sesekali wanita itu melirik suaminya yang sangat lahap menghisap pucuk buah dadanya, seakan ada air yang keluar.


“OM.....iissshh....,” desis Ghina tak tertahankan.


“Aku mulai ya, punya honey sudah basah lagi,” ujar Edward setelah tangannya sudah menyentuh bagian inti suaminya. Ghina hanya menganggukkan kepala, tanda menyetujui permintaan sang suami.


Dengan salah satu tangannya Edward sudah melepaskan boxernya, terlihat lah si jon sudah berdiri tegak.


GLEK


Ghina menelan salivanya dengan kasar.


“Hubby........besar amat si Jon,” Ghina terbelalak melihat senjata pusaka sang suami.


“Si Jon akan membuatmu terbang honey,” bisik Edward.


Pria itu mulai menindih tubuh istrinya, dan mengesekkan si jon di bagian inti istrinya. Edward kembali mencium bibir istrinya sambil memperkenalkan si jon ke rumah barunya.


Merasa bagian inti di gesek dan tersentuh oleh si jon, wanita itu tubuhnya merasa geli dan nikmat padahal baru di gesek si Jon.

__ADS_1


“Honey.......ini kok nikmat sekali....,” ujar Edward ketika melepas pagutannya. Si jon merasa nikmat ketika menggesek ke bagian intinya.


“BY..........,” kedua netra suami istri ini sudah berkabut gairah, hasrat mereka berdua sudah menggebu-gebu, seakan akan minta lebih dari sebuah gesekkan.


“Aku masuk ya......,” ucap lembut Edward. Pria itu mulai membuka lebar kedua paha istrinya, kepala si Jon sudah mulai menyentuh pintu rumah barunya.


“Aaww......OM.....” ringis Ghina kesakitan.


Edward langsung menatap wajah istrinya “maaf honey, sakit ya.....,”


“Sakit OM...” kedua netra Ghina mulai berkaca-kaca.


“Tahan sedikit ya,” pinta lembut Edward.


“Pelan-pelan Om.....,” balas Ghina.


Kepala si Jon belum masuk sempurna, dengan gerakkan pelan.....pria itu mendorong si Jon agar bisa menerobos pintu rumahnya.


“AAAWW.......OM... SAKIT!!” erang Ghina.


“Punyamu sempit sekali honey, atau kita tunda aja. Aku kasihan lihat kamu kesakitan,” padahal kepala Edward sudah cenat cenut, tapi khawatir istrinya kesakitan.


“PeLuk aku....Om....” pinta Ghina, Edward menurutinya, langsung memeluk tubuh polos istrinya tanpa mengeluar si jon yang baru sedikit masuknya.


“Jangan berhenti, teruskan....” ujar Ghina.


“Yakin.....honey....”


“Mmm........aku akan coba tahan sakitnya, tapi peluk aku Om,” pinta Ghina.


“Ya honey, tahan sebentar ya.....,” Edward memajukan pinggulnya agar si jon terdorong masuk lebih dalam lagi ke bagian inti istrinya.


“HUBBY.....” ringis kesakitan Ghina, kuku tangannya mulai menusuk punggung kokoh. Bagian inti wanita itu terasa sedikit robek, dan Edward merasakan itu ketika si Jon sudah berhasil menerobos bagian inti Ghina.

__ADS_1


Edward langsung mengecup semua wajah Ghina, untuk mengalihkan rasa sakit di bagian intinya. Di rasa sudah cukup waktu penyesuaian si jon di dalam rumahnya. Pria itu mulai memaju mundurkan si Jon dengan tempo pelan, Ghina mulai merasakan kehadiran si jon yang terasa penuh di bagian intinya.


“Honey........punyamu nikmat sekali,” si Jon terasa diemmut dalam bagian inti wanita itu. Dan ini baru pertama kalinya Edward merasakannya, membuat Edward mabuk kepayang.


“AAKKHH....” bibir Edward mendessah tak terkira, pria itu semakin mempercepat tempo gerakannya, semakin cepat hujaman dan tusukan tusukan di bagian inti Ghina.


“BY........,” panggil Ghina, wanita itu yang awalnya merasakan kesakitan, sekarang sudah tergantikan dengan rasa nikmat dari tusukan si Jon. Membuat dirinya terbuai dan seperti ingin terbang.


“AAAKHHHH.......astaga ini luar biasa,” Edward melummat rakus bibir Ghina, tiada hentinya.


Tubuh mereka berdua menggeliat tak karuan, keringat di tubuh mereka berdua mulai bercampur baur, berbagi peluh dengan kegiatan indah di malam syahdu mereka. Malam pengantin yang baru mereka mulai.


“Om.........aku mau........,” ada rasa yang ingin digapai wanita itu.


“Tunggu honey.......aku juga mau,” Edward menggerakkan lebih cepat si Jon.


“Aaahhhkkk gak kuat Om Edward,” lenguhan panjang keluar dari bibir sexy Ghina, tubuhnya sudah bergetar hebat, kedua kakinya sudah tegang tak menentu.


“Aaaakkkkh........Ghina istriku,” Edward langsung memeluk tubuh istrinya,pria itu merasakan tubuhnya menegang seketika dan turut bergetar hebat.


Setelah empat  tahun lamanya Edward berpuasa, sekarang sudah buka puasa, dengan kenikmatan yang luar biasa. Berbeda ketika bercinta dengan Kiren.


“I Love  you more, my wife Ghina Farahditya.”


“Terima kasih atas kado yang terindah, kamu menjaga dirimu hanya untukku seorang,” Edward berbangga hati, jika istrinya benar-benar masih suci. Dan pria itu sudah bisa membedakannya.


“Diriku hanya untukmu, seorang suamiku Edward Thalib.”


Edward dan Ghina kembali saling berpagutan dengan lembut dan mesranya.


 


 bersambung

__ADS_1


Selamat hari senin Kakak Readers yang cantik dan ganteng, terima kasih masih setia membaca kisah Ghina dan Edward, jangan lupa tinggalin jejaknya ya, jangan lupa komentarnya. Buat kakak yang masih punya vote, mau dong di lempar buat Edward dan Ghina. Terima kasih sebelumnya


Love You sekebon 🌹🌹🌹🌹


__ADS_2