Penyesalan Suami : Istri Yang Tak Dianggap

Penyesalan Suami : Istri Yang Tak Dianggap
Edward VS Kiren


__ADS_3

Yogyakarta


Sore hari, Ghina dan Ria sudah tampak rapi. Rencananya sore ini Ghina akan berkunjung ke tetangga satu bloknya, ada sekitar dua puluh rumah, dengan membawa kardus besar yang berisikan kotak cake.


Dengan santun dan ramahnya , Ghina menyapa satu persatu  tetangganya, sambil memperkenalkan diri, serta menghantarkan buah tangan buat para tetangganya.


Setiap rumah yang diketuk oleh Ghina, di sambut dengan baik oleh tuan rumahnya. Sampai Ghina dan Ria di suguhkan minuman untuk teman mengobrol, hampir semua tetangga terkesima dengan kedatangan gadis muda yang menurut mereka cantik bak model, mau bertamu untuk memperkenalkan sebagai tetangga, dan membawa bingkisan buat tetangga.


Sambil berkenalan, Ghina tak luput mempromosikan cake buatannya, dan menerima pesanan jika ada yang tertarik dan menyukai cake buatannya.


🌹🌹


Esok hari.


Jakarta


Kesehatan Edward sudah pulih kembali, sudah waktunya pria itu bertindak. Dari semalam Edward sudah memikirkan harus cari di mana keberadaan Ghina, sedangkan dari teamnya belum juga di temukan keberadaannya.


“Denis, kamu minta team mencari Ghina di semua universitas seluruh Indonesia. Cari nama mahasiswi  Ghina Farahditya, kamu sebar anggota!” perintah Edward melalui sambungan teleponnya.


Di pikiran Edward sempat terlintas jika papanya pasti ada campur tangan dengan kepergian Ghina. Dan teringat saat waktu melamar Ghina, papanya akan mendukung Ghina jika ingin melanjutkan pendidikannya. Makanya dari itu pria tersebut meminta teamnya mengecek ke semua universitas besar.


“Baik Tuan Besar, siap di laksanakan,” jawab Denis.


“Satu lagi, tolong salah satu orang mengikuti kegiatan Kiren......dan kirim laporannya segera mungkin,” satu perintah lagi yang keluar dari mulut pria itu.


Kemudian pria itu memutuskan sambungan teleponnya.


“Sampai kapan pun saya tidak akan menceraikanmu Ghina, dan tidak menerima perceraian ini. Kecuali aku mati!” gumam geram Edward dengan meremas surat panggilan dari pengadilan agama, dan menatap tajam foto Ghina dan pria itu saat menikah yang sudah terpajang di ruang kerjanya di hotel dengan sorot mata yang tajam.


Waktu siang hari........


Dari luar lobby hotel milik Edward, terlihat wanita menggunakan dress ketatnya masuk ke dalam dengan langkah anggunnya namun sombong. Sedikit mendongakkan wajahnya ke atas.


“Ferdi, aku ingin bertemu suamiku. Cepat kamu menjemputku, sekarang aku sudah ada di lobby,” perintah Kiren melalui sambungan telepon.


Tadi pagi Kiren mencari keberadaan suaminya Edward yang sedari semalam tidak pulang ke mansion, lalu menghubungi asisten pribadi Edward karena panggilan telepon wanita itu selalu di tolak oleh Edward.


“Tunggu sebentar,” jawab Ferdi, dengan langkah malasnya Ferdi beringsut dari ruang kerjanya, terpaksa turun ke lantai bawah, untuk menghampiri istri Tuan Besarnya.


“Lama sekali kamu ke bawah, ingat aku ini masih istri Tuanmu, NYONYA!” ketus Kiren, sambil mengikuti langkah kaki Ferdi.

__ADS_1


“Cih.......”desis Ferdi tak peduli dengan ucapan Kiren.


TOK....TOK....TOK


“Masuk.....,” sahut Edward.


“Permisi Tuan, ada nyonya berkunjung,” ujar Ferdi.


Edward menaikkan salah satu alisnya “nyonya....!” pria itu sedikit heran.


“Sayang......” suara Kiren langsung terdengar dari balik punggung Ferdi.


“Ada apa kamu datang ke sini?” ketus Edward, jengah dengan kedatangan Kiren.


“Aku dengar Kak Edward sakit  dan semalam tidak pulang ke mansion, sekarang sayang bagaimana, sudah enakkan badannya. Kalau masih sakit mending istirahat di mansion,” dengan nada suara cemasnya.


Sorot mata Edward begitu tajam ke arah Ferdi, sungguh kecewa dengan asisten pribadinya telah memberi kabar ke Kiren.


“Tadi pagi, nyonya telepon saya Tuan, menanyakan keberadaannya,” penjelasan Ferdi yang paham jika Tuannya butuh penjelasan.


“Mmm....,” gumam Edward yang kecewa.


Kiren dengan santainya berjalan menuju sofa yang berada di ruang kerja Edward.


Netra Kiren melihat figura foto yang besar terpajang sepasang pengantin, pria yang tampan memeluk sang pengantin wanita yang sangat cantik dengan senyuman mereka berdua yang terlihat bahagia.


Kiren mengepalkan kedua tangannya, sungguh hatinya sakit melihat foto yang terpajang, bukan foto pernikahan dengan wanita itu, tapi foto pernikahan suaminya dengan istri pertamanya.


Wanita itu memang tidak hadir saat kekasih hatinya menikah dengan gadis yang dijodohkan oleh orang tuanya, andai wanita itu hadir, mungkin pernikahan tersebut akan di obrak abrik dan digagalkan melihat pengantin wanitanya bertansformasi begitu cantik dan terlihat elegan, melebihi wanita dewasa ini.


“Sayang, ini maksudnya apa! Kak Edward memajang foto nikah dengan Ghina. Bukan foto nikah dengan aku. Apa agar semua karyawan tahu jika Presdirnya menikah dengan wanita lain, bukan aku!” geram Kiren, dengan nada tidak sukanya.


“Ghina, istriku!” jawab Edward tegas.


“Sadarlah Kak Edward, Ghina telah meninggalkanmu. Sekarang hanya diriku istrimu seorang!” ucap Kiren dengan nada tinggi, kemudian mendekati meja kerja Edward. Dilihatnya surat yang tergeletak di atas meja kerja Edward.


“Surat pengadilan agama,” gumam Kiren, dengan tersenyum sinis.


“Lihatlah Kak Edward, Ghina sudah melayangkan gugatan perceraian!” ketus Kiren sambil meraih surat tersebut.


“Jangan lancang kamu!” tegur Edward, yang ingin merampas surat tersebut dari tangan Kiren.

__ADS_1


“Sepertinya aku bersedia mewakilkan Kak Edward ke pengadilan agama sekarang,” ucap Kiren sambil melambaikan surat tersebut, yang tidak bisa direbut Edward.


“Baik kalau begitu,” jawab Edward.


BRAK...!!!


Edward membanting dokumen di hadapan Kiren.


“Selama dua tahun, saya telah tertipu denganmu!!” balas geram Edward.


Seketika bola mata Kiren membulat, melihat dokumen yang di banting Edward bertuliskan rekam medis rumah sakit permata pasien Kiren.


“Selama ini kamu selalu bercerita, jika dirimu masih suci belum tersentuh oleh pria mana pun. Selalu menjaga kesucianmu, dan itu membuat saya menghargaimu sebagai kekasihku. Dan menginginkan saya sebagai pria dan suami yang akan menyentuh pertama kali. Kamu hebat Kiren telah berhasil telah menjebakku....menipuku dengan kepintaranmu, kecantikanmu, lemah lembutmu serta perhatianmu yang selalu kamu sungguhkan saat kita pacaran. Membuatku jatuh cinta dan menurutimu untuk dinikahi. Tapi apa yang saya dapatkan, hanya sebuah kepalsuan. Sekarang saya melihat dirimu begitu kasar dan sombong, apa karena telah berhasil menikah dengan saya!"


Seketika Kiren tidak berkutik, tidak menyangka rahasia yang paling fatal terbongkar oleh suaminya.


“Jika status kamu janda, mungkin bisa saya terima. Tapi ini-----,”


“Hiks.....hiks......aku di perkosa.....sayang. Maafkan aku tidak memberitahunya......semuanya karena aku di perkosa oleh pacarku dulu,” Kiren menyangkalnya dengan ditambahi air mata.


“Cih......kamu masih berani menyangkalnya Kiren. Jangan berbohong terus.....saya sudah muak dengarnya!”


“Itu benar sayang......” mohon Kiren dengan derai air matanya.


“Lantas ini apa!!” Edward memperlihatkan gambar yang ada di ponselnya.


Mulut Kiren langsung menganga, bagaimana bisa foto dirinya hanya berselimut sedang di cium mantannya berada di ponsel Edward.


Sedangkan foto ini hanya teman terdekat Kiren saja yang tahu, karena pernah di share Kiren dalam wa grup.


“Kalau di perkosa masih sempat foto mesra ya!!!” celetuk Edward.


“I-itu.....f-foto rekayasa Kak Edward. Jaman sekarang teknologi sangat canggih. Perhatikan baik-baik fotonya,” kilah Kiren.


Edward tersenyum sinis melihat Kiren yang selalu berdalih.


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2