Penyesalan Suami : Istri Yang Tak Dianggap

Penyesalan Suami : Istri Yang Tak Dianggap
Bikin anak


__ADS_3

Yang tidak suka, silahkan di skip ya......ini hanya sekedar bumbu pemanis saja 😊.


🌹🌹


Salah satu tangan Ghina mulai merangkul leher suaminya,” sekarang giliran si jon yang masuk,” ucap Ghina seakan menggoda suaminya. Wanita itu mulai memberanikan dirinya, di raupnya bibir suaminya penuh hasrat. Edward menyambutnya dengan penuh gairah yang menggebu-gebu. Saling  berpagutan, tangan Ghina turun dan masuk ke dalam boxer suaminya, di sentuhnya si Jon yang sudah mengeras. Mengikuti naluri hasratnya, wanita itu mulai menggenggam si Jon dengan lembut dan membuat gerakan atas bawah, membuat kedua mata Edward mulai merem melek, menikmati sentuhan pertama istrinya, menikmati permainan tangan istrinya.


Liuk tubuh sexy yang bersentuhan dengan tubuh atletis suaminya, membuat hasrat Edward mendidih tak karuan.  Sentuhan tangan istrinya yang menyentuh si jon, bagaikan irama lagu yang syahdu.


“Sayang .....ini...akh,” tak kuasa dessahan keluar dari mulut pria tampan itu setelah melepas pagutannya si jon sangat di manjakan.


Wanita itu masih membuat suaminya melambung tinggi, disentuhnya dengan lembut rahang suaminya dengan kecupan hangat, kemudian turun ke tubuh atletis suaminya. Di kecup lembut dada berotot yang sangat menggoda iman, Edward yang melihat istrinya sedang memainkan dada berototnya mendesis halus. Menikmati sentuhan sentuhan yang di percikan oleh wanita itu.



“Aku sudah tak kuat, kalau di giniin,” ucap Edward dengan suara yang terdengar serak. Pria itu langsung menarik tengkuk istrinya yang masih menyesap dadanya, dipagutnya bibir istrinya dengan rakus.


Kemudian salah satu tangannya melepas boxernya, hingga terlihat jelas si jon sudah siapa tempur.


Tubuh mereka berdua mulai bergesekan, hingga keringat mereka berdua menjadi satu membaur. Lummatan hangat dan basah masih menempel dengan mesranya di bibir mereka berdua.


Si jon mulai menusuk-nusuk pintu cawan surganya, hingga membuat tubuh sang wanita cantik menggeliat di bawah kungkungan suami tampannya.


“Sayang, aku masuk ya....,” ujar Edward dengan deru napas beratnya.


“Masuknya pelan-pelan ya hubby,” napasnya  juga mulai berat.


“Iya sayang, aku masuknya pelan-pelan.” Pria itu mulai memegang pinggul istrinya dan membuka lebar ke dua paha wanita itu.


“Akh.........”ringis wanita itu, ketika si jon mulai menusuk cawan surganya.


“Sakit ya sayang...,” Edward menghentikan pergerakan si jon, jujur si jon juga masih susah masuk ke rumahnya.


“Sedikit hubby......”


“Gak pa-pa di lanjut?”


“Gak pa-pa hubby.”


Edward kembali mendorong si jon agak mendalam hingga membuat Ghina tersentak, ke dua tangan wanita itu mulai memegang kedua lengan kokoh suaminya.


Pria itu mengecup kening istrinya dengan lembut, kemudian mulai memaju mundurkan bokongnya. Si jon mulai mengobrak abrik cawan surgannya, membuat tubuh wanita itu bergelinjang hebat.


Tusukan tusukan yang menghujam wanita itu, membuat dirinya menikmati sensasi yang tak terkira lagi, seketika Ghina memejamkan matanya.

__ADS_1


“Astaga....sayang.....ini benar nikmat....akh,” tak kuasa juga Edward merasa si junior digigit di **** dalam cawan surga istri. Membuat pria itu menaikkan tempo irama si jon semakin cepat.


Menikmati  penyatuan dengan irama yang indah, tubuh mereka berdua saling berpelukan, sesekali bibir Ghina menggigit mesra bahu suaminya. Sedangkan Edward selalu mencumbui leher mulus istrinya hingga meninggalkan jejak tak terkira lagi jumlahnya.


“Hubby.........aku...akh,” hujaman suaminya serasa ingin melepaskan sesuatu.


“Bareng sayang.....aku juga mau,” pria itu mulai bergerak cepat, dan tak lama..


“Akkkhhh.........,” lenguhan panjang keluar dari mulut Edward dan Ghina, puncak kenikmatan menghampiri mereka berdua, sesaat tubuh mereka menegang lalu bergetar hebat, dan jiwa mereka seakan melayang merengkuh kenikmatan yang tak terkira lagi rasanya.


“I love you my wife, kamu sungguh luar biasa,”  Edward, terpuaskan hasratnya melalui istrinya.


“I love you too my husbund, yang sungguh perkasa,” mengakui keperkasaan Edward, yang selalu membuat dirinya melayang tinggi.


Si jon masih berada di dalam cawan surganya, mengeluarkan benih cinta Edward untuk istrinya. Di rasa sudah keluar semua benihnya, baru pria itu mengeluar si jon.


“Cepat hadir di perut mommy ya, anak-anaknya daddy,” ucap Edward di perut Ghina, lalau menghujamkan ciuman mesra di perut rata Ghina.


“Amin, semoga anak daddy dan mommy cepat hadir ya,” jawab Ghina sambil mengelus rambut Edward yang masih berada di atas perut ratanya.


Edward menyandar kepalanya di atas perut Ghina, dan mengelusnya dengan lembut. Seakan pria itu sedang mengajak bicara kepada benihnya yang baru saja di tabur dalam rahim istrinya. Sebegitunya pria itu mengharapkan keturunan dari istrinya.


“Sayang jangan bangun dari tempat tidur dulu ya, biar benihnya masuk ke dalam rahim, sayang,” pinta Edward, setelah cukup puas merebahkan kepalanya di atas perut Ghina.


Edward masih dengan keadaan polos, masuk ke kamar mandi sebentar, lalu keluar kembali dengan membawa handuk kecil yang sudah dibasahi oleh ari hangat. Di sekanya bagian paha dalam istrinya dengan lembut, melap sisa penyatuan mereka yang menempel di area luar bagian inti istrinya.


Setelahnya Edward ikut berbaring di samping istrinya kemudian menyelimuti tubuh polos mereka berdua.


“Sekarang kita istirahat dulu, nanti main lagi ya sayang,” ujar Edward sambil memeluk tubuh polos istrinya.


“Ceritanya mau nambah hubby?”


“Iya dong, harus nambah........kamu tuh canduku sayang.”


“Gombal..........”


“Gak gombal kok, memang hanya kamu buat si jon candu. Plus biar kita cepat punya anak, sayangku, cintaku  yang cantik ini.”


“Terserah hubby aja,” Ghina menyandarkan kepalanya di dada kekar suaminya. Yang sekarang telah menjadi bantal yang ternyaman untuk wanita itu. Mereka akhirnya tidur sesaat, setelah selesai ronde pertama.


🌹🌹


“Ria tumben nyonya sama tuan belum turun, padahal udah jam delapan pagi?” tanya Ferdi sambil menyesap kopi buatan Ria.

__ADS_1


“Maklum pengantin baru masih hangat-hangatnya, jadi bangunnya kesiangan. Kayak Pak Ferdi tidak tahu aja.”


“Memang saya tidak tahu, kan belum pernah menikah. Jadi tidak tahu rasanya,” jawab datar Ferdi.


“Iya juga sih. Pak Ferdi kalau mau sarapan sudah ada di atas meja makan ya.”


“Iya makasih, kamu sudah sarapan?”


“Belum Pak Ferdi, baru saja selesai masak.”


“Kalau begitu barengan aja sarapannya,’ pinta Ferdi.


“Mmmm......boleh deh barengan sarapannya. Biasanya sih suka nunggui nyonya. Tapi kayaknya kelamaan. Kita makan di halaman belakang aja yuk Pak Ferdi,” ajak Ria.


“Boleh idenya,” Ferdi mengikuti langkah Ria untuk mengambil sarapannya yang ada di meja makan, kemudian menuju halaman belakang. Sekarang Ria dan Ferdi nampak menikmati sarapan paginya.


“Ria, kamu punya pacar gak?” tanya Ferdi di sela-sela menikmati sarapannya.


“Gak punya,” jawab Ria sambil mengunyah nasi goreng buatannya.


“Kalau kamu ada yang mengajak pacaran mau gak, kira-kira di terima gak?”


“Emmm.....tergantung orangnya Pak Ferdi, tapi buat seusia saya sebenarnya sudah tidak mau pacaran, maunya di ajak nikah langsung. Ya tapi lihat dulu orangnya, kalau belum terlalu kenal.....ya kenalan dulu. Tapi kalau sudah kenal dekat, mending nikah langsung.”


“OOOh.....” Ferdi hanya bisa menganggukkan kepalanya.


“Tumben Pak Ferdi nanyanya seperti itu?” Selidik Ria agak aneh.


“Nanya aja Ria, lagi pula kita sudah kenal lama, saya tidak pernah lihat kamu dekat dengan laki-laki.”


“Ya maklumlah Pak Ferdi, siapa sih yang mau sama wanita yang punya pekerjaan seperti saya ini. Tapi saya enjoy aja dengan kesendirian saya,” Ria mengulum senyum tipisnya.


Di perhatiin secara dekat ternyata sangat manis wajahnya......batin Ferdi.


*bersambung


Kakak Readers yang cantik dan ganteng, jangan lupa tinggalin jejaknya ya. Biar tambah semangat nulisnya.


Love you sekebon 🌹🌹🌹🌹


 


 

__ADS_1


__ADS_2