
Drett.........Drett
My hubby calling.......
Belum ada sebentar pisah, Ghina sudah di telepon suaminya.
“Halo honey.......” sapa Edward.
“Iya hubby.........ada apa telepon?”
“Aku kangen........”
“Ya Allah.....Om.....baru tadi ketemu. Belum ada setengah jam, hubby.”
“Tapi aku beneran kangen, honey.”
“IIih....hubby udah kaya anak sekolah kalau lagi pacaran...aja deh. Baru pisah sebentar, langsung bilang kangen.”
“Anggap aja kita memang lagi pacaran honey, tapi beda. Pacaran kita setelah menikah, jadi kalau pegang-pegangan kita sudah halal.”
“Kalau begitu bagaimana nanti pulang dari hotel, kita pacaran yuk Om. Jalan-jalan ke mall, kita nonton di bioskop terus makan ayam goreng si bapak tua. Kayak anak sekolahan gitu,” pinta Ghina, yang selama ini belum merasakan pacaran.
“Boleh.....nanti kita pacaran ya, aku jemput kamu jam tiga sore ya di ruangan.”
“Oke hubby, aku tunggu jam tiga ya. Jangan sampai telat ya.”
“Iya Honey.......bye bye.”
Mereka berdua terkekeh kecil, ketika mengakhiri sambungan teleponnya, setelah janjian mau pacaran setelah pulang kerja. Tapi memang betul mereka belum pernah pacaran sebelum menikah.
Ghina dan Edward terlihat giat menyelesaikan pekerjaannya di ruangan masing-masing. Hati mereka berdua berdebar-debar, tak sabar menunggu jam tiga sore. Rupa-rupanya mereka seperti anak SMU yang tak sabaran menanti malam minggu, agar bisa jalan-jalan sama si doi.
Jam tiga sore........
TOK......TOK.......TOK
“Cantikku...” sapa Edward, sesuai janji pria itu jam tiga sore akan menjemput di ruang kerja istrinya.
“Ehh......pacarku sudah jemput,” jawab Ghina ,yang sedang merapikan mejanya.
Pria itu langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang “aku kangen.....,” di kecupnya leher istrinya dengan mesra.
“Iish......,” desis Ghina menahan rasa geli akibat lummatan bibir Edward di lehernya.
“Sudah rapikah?” tanya Edward.
“Sudah, yuk kita jalan,” ajak Ghina.
“Kita mau pacaran di mall mana?”
“Terserah hubby aja, yang penting ada cinemanya terus ada restoran ayam si bapak tua,” jawab Ghina.
__ADS_1
“Oke.....lets go, kita cari sama sama mallnya,”
Edward menautkan jarinya ke jari Ghina, dan jalan bersama. Semua mata karyawan memandang Presdirnya yang terlihat mesra dengan Ghina. Dan sekarang Ghina tidak perduli dengan tatapan iri atau tidak suka dari para karyawan hotel.
“Pak Ferdi nanti tolong jemput mbak Ria ya di toko kue. Terus kalian berdua nyusul ke mall,” pinta Ghina.
“Honey, kok mereka berdua ikut menyusul ke mall. Kita kan pacarannya berdua aja.”
“Hubby, nanti kita kan jalan gak barengan. Terpisah tapi masih satu mall, kasihan Pak Ferdi sama mbak Ria kerja terus, jarang jalan-jalan. Sesekali dong Om, kita ajak mereka,” pinta Ghina.
“Ya sudah aku ikutin honey aja, dari pada nanti kamu ngambek.”
“Ferdi, kamu jemput Ria sekarang.....nanti nyusul ke mall,” titah Edward.
“Baik Tuan.” Ferdi patuh dengan Tuannya.
“Ayuk honey, mobilnya sudah siap,” Edward merangkul bahu istrinya, agar duluan masuk ke dalam mobil, baru pria itu masuk ke dalam mobil.
“Jangan marah ya hubby, kalau aku ajak mbak Ria dan Pak Ferdi,” Ghina membujuk Edward sambil mengelus pipi Edward di dalam mobil.
“Aku gak marah kok.”
“Kalau gak marah, kenapa diam aja...hem,” tanya Ghina.
“Aku diam karena lagi tidurin si Jon, dari tadi kamu mengelus pipiku....si Jon langsung tegang,” bisik Edward.
“Kalau aku kayak begini ngimana?” Pipi Edward di kecup mesra oleh istrinya, dan salah satu tangan istrinya mulai menyentuh si Jon.
“Kita balik ke hotel dulu deh honey, kamu udah mulai nakal nih,” tatapan Edward sudah mulai penuh hasrat.
Ghina terkekeh melihat wajah suaminya yang sudah mulai naik, ternyata godaan sesat membuat suaminya penuh hasrat.
“Nanti malam ya hubby, masa gak ingat obatnya baru aja di olesi ke bagian intiku. Memangnya hubby tega, lihat aku kesakitan kalau jalan.”
“Ya gak tega honey, tapi kamu lebih tega.....menggoda si Jon!” gerutu Edward.
“Tapi aku senang di goda sama istriku yang cantik ini,” Edward membalas mencium pipi istrinya.
“I love you, cantikku.”
“Love you too, gantengku.”
Mereka berdua saling bersitatap, dengan tatapan hangat, hal kecil tapi membuat hati senang. Ungkapkan isi hati, ucapkan kata cintamu kepada pasanganmu.
🌹🌹
Mall
Sesuai rekomendasi pak sopir, mereka sekarang sudah tiba di salah satu mall yang ada di Yogyakarta, yang ada bioskopnya.
Bagaikan pasangan muda, Edward terbawa keceriaan Ghina, mereka saling bergandengan tangan, masuk ke dalam mall dan mencari keberadaan bioskop.
__ADS_1
“Honey mau nonton film apa?” ketika mereka sudah berada di dalam bioskop.
“Om Edward sukanya nonton genre apa?” Tanya balik Ghina.
“Aku ikutin pilihan honey aja, yang penting kamu suka. Kalau kamu ikutin aku, pasti kamu tidak suka.”
“Memangnya Om suka film apa, kasih tahu dong, siap tahu aku juga suka?”
“Aku sukanya film perang-perangan.”
“OOOH.....kalau itu aku gak suka. Berarti hubby ikut pilihanku aja ya.”
“Betulkan kamu pasti gak suka, ya sudah honey pilih filmnya, nanti aku yang pesan tiketnya.”
“Kita nonton film komedi aja ya Om, terus kita sama sama aja antre beli tiketnya,” pinta Ghina.
“Oke istriku,” mereka berdua masuk dalam antrian untuk beli tiket. Begitu posesifnya Edward merangkul pinggang istrinya, dan membalas tatapan yang berani menatap istri cantiknya.
Tiket bioskop sudah di beli, “Hubby, beliin minuman dong, buat kita nonton,” pinta Ghina ketika merka sudah berdiri di counter makanan dan minuman yang ada di dalam bioskop.
“Honey, mau minum apa?”
“Ice chocolate, kentang goreng sama nachos ya, By.”
“Oke honey.” Edward langsung memesan minuman dan makanan untuk mereka berdua.
“Hubby, tuh ada Pak Ferdi dan mbak Ria baru datang,” ujar Ghina sambil melambaikan tangan ke arah Ria dan Ferdi.
“Nyonya, tumben mbak di suruh nyusul ke mall,”
“Healing mbak Ria, masa kerja terus. Sudah sekarang mbak Ria sama Pak Ferdi pilih mau nonton apa,” pinta Ghina. Edward langsung mengambil sepuluh lembar uang kertas warna merah dari dompetnya, dan memberikannya ke Ria.
“Ini buat kalian berdua jajan, nanti kita ketemu pas mau makan,” ujar Edward.
“Terima kasih Tuan,” wajah Ria jadi sumbringah, jarang-jarang wanita itu bisa nonton di bioskop.
Dengan kompaknya Ferdi dan Ria memilih film yang akan mereka tonton.
“Mbak Ria, Pak Ferdi, kita duluan masuk ya, sudah mau di mulai filmnya,” ujar Ghina.
“Iya Nyonya.” Jawab Ria.
“Ayo honey.....,” ajak Edward, dengan merangkul pinggang istrinya.
“Let’s go hubby,” Ghina semangat buat nonton di bioskop, perdana sama suaminya. Menikmati masa pacaran dengan suami sendiri.
bersambung
__ADS_1