
Pria yang gagah itu terasa sesak di dadanya melihat kesakitan istrinya, tak terasa kedua netranya telah meneteskan air mata.
Dokter Asih di bantu beberapa suster, mengecek dan menyiapkan proses kelahiran istri pemilik rumah sakit. Kedua kaki Ghina sudah di sanggah, hingga krdua paha wanita itu terbuka lebar dan memudahkan untuk proses jalan lahir si baby.
“Pak Edward, istrinya sudah pembukaan sepuluh sudah siap melahirkan ya,” lapor dokter kandungan, setelah mengecek jalan lahirnya.
“Anak-anak daddy, ayo cepat keluar....kasihan mommy....dengerin kata daddy ya,” bisik Edward ke perut Ghina.
Ghina masih merintih kesakitan, tapi mulutnya tidak boleh teriak, karena tenaganya akan berkurang kalau wanita itu berteriak kesakitan, saran dari Dokter Asih.
“Sayang, kamu pasti kuat......kamu pasti kuat,” Edward berusaha memotivasi istrinya yang sedang berjuang melahirkan kedua buah hatinya.
“Hubby........,” tangan Ghina meremas jari Edward yang bertautan dengan jari tangannya.
Edward kembali mengecup kening istrinya dengan lembut.
“Bu Ghina.....ikutin aba-aba saya ya, kalau saya bilang ngeden.......ngeden jangan teriak ya Bu.........” pinta Dokter Asih, yang siap menyambut kedatangan si baby kembar.
Ghina hanya bisa menganggukkan kepalanya, sudah gak kuat bicara.....”ambil napas, sekarang ngeden Bu Ghina...” aba-aba Dokter Asih.
“Eee..........eeee.....,”suara ngeden Ghina, tangan wanita itu semakin kuat mencengkeram lengan suaminya.
Wajah Edward mulai meringis kesakitan.
“Lagi.....Bu Ghina, kepala baby nya sudah mau keluar......!” Seru Dokter Asih.
“Eeeeeeeee.........,” mengedan kembali, wajah Edward kembali ikutan kesakitan karena tangan Ghina.
“Oek.....oek........oek...,” baby pertama sudah keluar.
Edward dan Ghina sama-sama menangis bahagia mendengar suara anak mereka.
“Babynya laki-laki ya Pak Edward, Bu Ghina......,” tunjuk sang Dokter , lalu memberikan baby tersebut ke perawat untuk di bersihkan.
“Dokter.........sakit lagi,” ujar Ghina, perutnya kembali kontraksi.
“Siap-siap ya Bu Ghina ,untuk baby selanjutnya. Ikuti aba-aba saya lagi,” ujar Dokter sambil memperhatikan di bagian inti Ghina.
“Sekarang......ngeden lagi Bu....” aba-aba Dokter Asih
“Eeee............Eee.....”
“Sedikit lagi Bu, jangan di tahan......mengendan lagi.”
“Eeee...........eeeee....” Ghina mengedan sekuat mungkin.
“Oek.....oek.......oek.....oek...”
Akhirnya Ghina bisa bernapas lega kedua baby kembarnya sudah lahir.
“Babynya cewek ya Pak Edward , Bu Ghina.....”
“Makasih sayang, kamu istri yang luar biasa hebat..., I love you Ghina,” Edward sudah tidak mampu mengungkapkan perjuangan istrinya. Pria itu mencium bibir istrinya dengan lembut. Kedua netra pria itu sudah berlinang air mata.
Tak berapa lama kemudian.....
“Ibu Ghina, Pak Edward ini baby kembarnya,” ujar Dokter Asih di bantu oleh seorang perawat membawa si baby kembar.
__ADS_1
“Anak-anak daddy dan mommy, sayang, anak kita cantik dan ganteng,” ujar Edward penuh kebahagiaan mengendong salah satu babynya, karena tidak bisa mengendong dua babynya sekaligus.
Sedangkan Ghina sudah terkulai lemas setelah melahir baby kembar secara normal, “Mirip siapa hubby?” penasaran juga dengan wajah kedua babynya.
“Mirip kita berdua, sayang.....tuh lihat wajahnya, rambutnya lebat, sayang,” Edward menyodorkan baby yang di gendongnya agar Ghina bia turur melihat, sang daddy terlihat terpesona dengan kedua babynya. Buah cintanya dengan dirinya dan istri tercintanya.
“Pak Edward, babynya harus di bawa ke inkubator lagi, dan sebelumnya baby bisa di azankan terlebih dahulu” pinta Dokter Asih, mengambil baby dari gendongan perawat.
Edward langsung mengazankan kedua babynya secara bergantian dalam gendongannya.
Sedangkan Ghina sedang dibersihkan tubuhnya dan di gantikan pakaiannya oleh beberapa perawat, sebelum pindah kamar.
🌹🌹
Ghina sudah dipindahkan ke ruang rawat VVIP, terlihat kedua keluarga sudah berkumpul menyambut ibu baru.
“Selamat jadi mommy,” ujar serempak keluarga dari Ghina dan Edward. Ketika wanita itu sudah di pindahkan dari ruang bersalin ke kamar rawat inap.
Rasa terharu dan bahagia menyelusup di hati wanita cantik itu, sekarang sudah berganti status jadi seorang mommy bukan hanya sebagai istri. Satu satu persatu Ghina menerima ucapan selamat dari keluarga besarnya dalam pembaringannya. Begitu pula dengan Edward, pria itu wajahnya sungguh berseri-seri.
“Mana nih cucu Omo sama Opa nih,” tanya Oma Ratna belum melihat kedatangan cucu barunya.
“Tuh baru di omongin, sudah datang,” ujar Mama Sarah, melihat beberapa perawat membawa dua box baby.
Si baby kembat langsung di kerubuti oleh Oma Ratna, Opa Thalib, Mama Sarah, Papa Zakaria beserta adik Edward dan adik Ghina.
“Iya cucu kita ganteng dan cantik,” sambung Mama Sarah.
Para Oma Oma mengendong masing-masing baby, tidak ada rebut baby.
“Ghina, Edward.....kalian mau kasih nama siapa babynya?” Tanya Opa Thalib.
“Kami berdua sepakat kasih nama, yang baby cowok Sakha Edgar Thalib, sedangkan baby cewek Syifa Edgar Thalib,” jawab Edward, sambil menggenggam erat tangan Ghina.
“Nama yang bagus,” jawab Opa Thalib.
“Halo Baby Sakha, Baby Syifa.......selamat datang ke dunia. Kalian berdua kelak akan menjadi penerus dan pewaris bisnis keluarga Thalib,” ujar Opa Thalib, kemudian mengecup pipi cucunya satu persatu.
Akhirnya keinginan Opa Thalib sudah terwujud semua, putranya sudah kembali dengan wanita yang di jodohkannya, dan sekarang sudah di karunia oleh putra putri yang ganteng dan cantik.
Opa Thalib tersenyum hangat melihat kebahagiaan keluarga besarnya di ruang rawat, penuh tawa canda dan tangisan si baby twin.
“Akhirnya tugas saya sebagai papa sudah selesai, semoga anak-anakku selalu bahagia dengan keluarganya,” kata batin Opa Thalib, sambil merangkul bahu Oma Ratna yang masih mengendong Baby Sakha.
Hal yang paling membahagiakan buat orang tua salah satunya melihat kebahagiaan anak beserta cucunya. Sebelum mereka akhirnya harus menutup usianya.
Boleh percaya boleh tidak, jika memang sudah jodohnya, kemanapun kaki melangkah pasti akan kembali ke si empunya hati. Seburuk-buruknya orang pasti bisa berubah menjadi lebih baik, luka hatipun bisa terobati dengan seiringan waktu yang berjalan.
Cinta tapi menggunakan logika bukan hanya menuruti isi hati, rasional tetap harus berjalan.
Inilah kisah akhir Ghina Farahditya istri yang tak dianggap dan Edward Thalib yang penuh dalam penyesalannya ketika menyia-nyiakan istri yang tak pernah dianggapnya.
Kini keluarga Edward dan Ghina sudah lengkap dengan kedua buah hatinya, bersama-sama merawat ke buah hatinya, dan tetap saling bergandengan tangan menghadapi biduk rumah tangga mereka.
__ADS_1
"Sayang, istriku dan mommy yang hebat," ucap Edward sambil memeluk Ghina, yang baru saja selesai memandikan si baby Sakha dan baby Syifa.
"Hubby, suamiku dan daddy yang hebat," balas Ghina sambil mendongakkan wajahnya, agar leluasa menatap suaminya.
"Kamulah belahan jiwaku, kamulah yang melengkapi hidupku.....tanpamu, aku tidak ada artinya, I love you Ghina," ungkap Edward.
"Hanya hubby yang membuatku berarti, dan hanya hubbylah yang ngisi hatiku.....selamanya, I love you Om Edward," balas Ghina.
Edward menundukkan wajahnya, kemudian melabuhkan bibirnya ke bibir istrinya. Mengecup lembut candunya.
THE END
Akhirnya kisah Om Edward dan Ghina Farahditya selesai juga, tak terhingga rasanya menulis kisah Om Edward dan Ghina banyak suka dan dukanya. Hingga kisah Ghina dan Edward masuk rangking novel populer dan rangking karya wanita dalam beberapa bulan ini.
Terima kasih banyak atas dukungan kakak readers yang cantik dan ganteng, yang sudah banyak mensupport saya dari awal bab sampai bab terakhir ini, yang tidak bisa saya balas satu persatu. Mohon maaf jika masih banyak kurangnya. Semoga Kakak Readers selalu diberikan kesehatan.
Nantikan karya terbaru saya di bulan November mohon dukungannya, dan jangan lupa mampir ya ke kisah Alya dan Erick di Pinjam Rahim - Istri Ketiga. Dan ada kisah Lina dan Andre di Lina Sang Finance.
Love You Sekebon 🌹🌹🌹🌹
Akhir kata, saya mau umumkan Give Away untuk 3 readera fans Ghina dan Edward.
Karla : pulsa atau OVO sebesar 50K
Xena : pulsa atau OVO sebesar 25K
Maya Sonita : pulsa atau OVO sebesar 25K
Buat pemenang Give Away bisa langsung komentar dan chat ya....
Terima Kasih Kakak Readers yang cantik dan ganteng 😘😘😘😘😘
__ADS_1