
"kenapa cuma satu ngambilnya?"tanya charlotte dengan cemberut, Tama menghela nafas berat saat mendengar perkataan dari sang istri.
"sayang, ini kan punya orang jika kamu ingin banyak kita harus memintanya kepada pemilik rumah."jawab Tama sesabar mungkin menghadapi tingkah sang istri,.
"aku tidak mau yang punya pohon nya tahu, ayo pulang sayang."ujar Charlotte sambil tersenyum manis, Tama mengangguk kan kepala nya dan mereka kembali masuk kedalam mobil. Charlotte menyenderkan kepalanya di bahu sang suami dan sesekali Tama mengusap kepala sang istri.
"tidurlah dulu sayang, setelah sampai nanti aku akan membangunkan mu."
"eumm sayang, maaf ya jika akhir-akhir ini sikap ku selalu membuatmu kerepotan."ujar Charlotte sambil mendongakkan kepalanya agar bisa melihat wajah suaminya.
"kamu tidak membuat ku kerepotan sayang, aku senang jika kamu bersikap seperti ini kepada ku."jawab Tama, walau sebenarnya ia merasakan kerepotan di awal kehamilan sang istri yang membuatnya harus ekstra sabar menghadapi nya.
"terima kasih, aku mencintaimu."ujar Charlotte dengan mencium pipi Tama.
"sayang jangan mencoba untuk memancing ku mengerti, atau aku tidak akan melepaskan mu setelah kita sampai nantinya." ujar Tama, Charlotte tertawa kecil mendengar nya. bukannya berhenti justru Charlotte semakin berani mengusik ketenangan Tama. sedangkan sang empu hanya bisa bersabar menghadapi tingkah laku sang istri.
setelah sampai mereka segera turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah, saat masuk ke dalam ternyata sudah ada keluarga nya yang lainnya.
"kalian dari mana?"tanya Dady Reyhard kepada anak dan menantunya yang baru saja datang dengan membawa koper.
__ADS_1
"dari Bali dad, tapi tidak jadi."jawab charlotte dengan tersenyum lebar, sedangkan Mike menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan dari putra nya. baru juga kemarin mereka pergi keluar negeri dan sekarang juga sama.
Charlotte duduk di samping Tama, kebahagiaan keluarga mereka semua sebentar lagi akan bertambah.
"sayang, aku mau Robert tinggal di sini beberapa hari."pinta Charlotte, sedangkan semua orang yang mendengar nya terkejut. entah mengapa Charlotte mengidam yang tidak-tidak akhir-akhir ini, dan beruntung nya suaminya bisa memenuhi yang diinginkan oleh Charlotte.
"sayang, Steve tidak akan pernah mengizinkan nya! apa lagi Robert masih kecil dan membutuh mama nya." ujar Tama yang mencoba untuk berusaha mengalihkan permintaan sang istri.
"kalau kamu tidak bisa membawa Robert kesini ya sudah tidak apa-apa dan aku juga akan mogok makan."timpal Charlotte sebelum meninggalkan sang suami dan keluarga nya yang lainnya. lagi-lagi Tama harus menghadapi keinginan sang istri yang sedikit berbeda dengan sabar.
"ada apa dengan kalian semua?"tanya Stephens yang baru sampai, Charlotte yang mendengar nya seketika tersenyum lebar saat melihat Robert di gendongan sang kakak.
"Steve, apa kamu pulang sendiri?"
"kakak, tau aja kalau Charlotte mau bertemu dengan Robert."timpal Charlotte, Steve tertawa kecil mendengar nya. istrinya yang meminta membawa putranya untuk pulang ke Jerman agar bisa bertemu dengan keluarga nya yang lainnya.
"Tere yang memintanya."ujar Steve, mereka berebutan untuk menggendong Robert tapi sepertinya sang empu justru ketakutan melihat mereka semua.
"yah, udah jauh-jauh datang ke sini malah tidak mau sama kita!"seru charlotte dengan cemberut saat mendapatkan penolakan dari keponakan nya itu. Steve yang melihatnya pun menatap ke arah Tama dan sedangkan Tama mengedikkan bahu nya, akhirnya Steve menelepon istrinya agar putranya lebih tenang dan tidak takut lagi.
__ADS_1
Charlotte terus memperhatikan gerak-gerik Robert yang terus tertawa saat mendengar suara mamanya, sepertinya keponakan nya itu hanya akan menurut dengan sang mommy dari pada Daddy nya. terlihat sangat jelas perubahan ekspresi wajah nya.
sekarang Charlotte tahu bagaimana cara nya agar sang keponakan mau dia ajak bermain, Charlotte mendekati Robert dan menunjukkan beberapa foto Tere di ponselnya dan benar saja Robert ingin mengambil ponsel miliknya.
"kalau mau melihat foto mommy Robert, Robert harus mau sama aunty."ujar Charlotte dengan menyembunyikan ponselnya di belakang tubuh nya dan benar saja Robert menengadah kan kedua tangannya ke arah Charlotte.
Charlotte menggendong Robert dan membawanya duduk di samping Tama, ia memperlihatkan foto maupun video kebersamaan mereka.terlihat Robert tertawa kecil saat melihat wajah mommy nya di layar ponsel.
"kalian akan menginap kan?."
"iya dad, mungkin satu Minggu lagi baru kembali."
"bagaimana dengan Robert, jika ia inginkan rewel nanti?"
"tidak akan mom, walaupun dia rewel cukup menelepon mommy nya saja dia sudah akan kembali tenang."jawab Steve, putranya ini lebih manja kepada Tere dari pada dengan dirinya. mereka mengangguk kan kepala nya.
"bagaimana dengan keadaan Tere akhir-akhir ini?"tanya Dady Reyhard, ia sangat khawatir dengan kondisi tubuh Tere selama ini.
"keadaan Tere semakin membaik uncle, tapi masih belum bisa berpergian jauh dan harus banyak istirahat."jawab Steve sambil menatap ke arah putranya yang sedang di pangkuan Charlotte.
__ADS_1
"jika kamu di sini, siapa yang akan menjaga nya Steve?"
"papa, mama dan Greyson berada di sana."jawab Steve, tetapi Steve tidak memberitahu jika mereka sudah lama di Jerman.