Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 81


__ADS_3

"sayang"panggil Steve yang sudah sadar dari terkejutan nya dan segera menghampiri sang istri yang sudah berbaring di atas ranjang,


"hmm ya?"seru Tere dengan memutar tubuh nya untuk melihat Steve, ia terkejut saat melihat Steve sudah ikut berbaring di atas ranjang nya.


"apa kamu akan menerima perjodohan nya besok?" tanya Steve dengan menyingkirkan rambut Tere yang menutupi bagian wajah nya.


"apa kamu ingin aku menerima nya Steve?"


"aku tidak mau kamu menerima perjodohan itu, tapi bagaimana jika mereka tetap menginginkan mu?"


"hmm aku tetap tidak akan menerima perjodohan ini Steve! satu saja sudah bikin orang pusing apalagi dua. eh salah maksudnya tiga!" seru Tere, ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Steve dan tersenyum kecil.


Tere yang awalnya ingin tidur di dalam pelukannya Steve merasa terganggu mendengar nada dering ponsel milik Nile, ia kembali duduk dan meraih ponsel yang ada di nakas meja dekat ranjang nya.


"hallo."ujar Tere setelah mengangkat telepon dari seseorang yang tidak dia kenal.


"hallo nona , perkenalkan nama saya Luis adik dari asisten anda Nile, bisakah saya berbicara dengan nya sebentar nona. tolong maafkan saya karena sudah mengganggu waktu istirahat Anda," ujar seseorang dari seberang telepon,


"eumm tidak masalah, tunggu sebentar saya akan memanggil kan nya." ujar Tere dan turun dari tempat tidur nya dengan di ikuti Steve dari belakang, saat ia membuka pintunya mereka berdua di kejutkan dengan orang-orang yang berada di depan pintu kamar nya. sepertinya mereka sedang menguping pembicaraan mereka tadi.


"apa yang sedang kalian lakukan di sini?"tanya Tere dengan bersedekap tangan.


"eumm kita hanya lewat saja kok kak Tere tidak lebih." jawab charlotte berbohong sedangkan kedua sepupunya mengalihkan pandangan nya dari tatapan Tere.


"kenapa papa juga ada di sini?" tanya Tere kembali saat melihat sang papa juga ikut melakukan hal bodoh seperti yang dilakukan oleh adik iparnya.


"sama seperti mereka, papa juga sedang lewat saja."jawab papa derent, Tere menghela nafas panjang dan hendak berjalan menuju kamar Nile, ia sudah di kejutkan dengan Nile yang sama-sama ikut menguping pembicaraan mereka walau dari jarak yang lumayan jauh.


"Nile ada telepon dari adik kamu!."seru Tere dengan menyodorkan ponsel milik Nile, Nile yang tak kunjung mengambil handphone milik nya membuat Tere kesal sendiri.

__ADS_1


"bicaralah dengan nya Nile, bagaimana pun mereka keluarga kamu? kembalilah kepada mereka, syarat yang kamu ajukan aku bisa memenuhi nya tapi tidak semuanya."


"saya permisi nona"pamit Nile dengan membawa ponsel miliknya, setelah cukup jauh ia mulai berbicara dengan adiknya.


"ada apa?"tanya Nile dengan dingin


"pulang lah kak, mama sedang sakit dan terus memanggil nama kakak." jawab Luis dengan suara yang lemah,namun Nile tak segera menjawab nya. dari kejauhan Tere mengawasi Nile yang tengah berbincang dengan adik nya, Tere yang tidak mendengar suara Nile, ia segera mengambil alih ponsel itu dan mengatakan sesuatu kepada adiknya Nile.


"Nile akan pulang besok" seru Tere, tentu saja perkataan dari Tere membuat Nile terkejut dan terbanding dengan orang yang ada di sebrang telepon ia sangat bahagia.


"apa itu benar nona?" tanya Luis yang masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Tere.


"iya."jawab Tere dan mematikan panggilan telepon nya setelah selesai berbicara.


"pulang lah Nile, keluarga mu membutuhkan mu. kita butuh istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh kita kembali, aku tunggu kamu bekerja kembali dengan ku setelah aku pulang dari sini." ujar Tere dengan menyerahkan handphone milik Nile, Tere menepuk pundak Nile dan berlalu pergi.


"sayang, apa kamu benar-benar akan melepaskan Nile begitu saja? papa akan kesulitan untuk mencari asisten pribadi untuk mu nanti." tanya papa derent dengan menatap wajah putri nya yang entah memikirkan tentang apa,


"papa tahu sayang tapi sepertinya Nile tidak ingin berhenti bekerja dengan mu, apa kamu tidak mau memikirkan nya kembali sayang?"


"Tere sudah memberitahu Nile, jika keluarga nya menyetujui jika Nile tetap bekerja dengan ku, tentu aku akan menerima Nile kembali tapi mereka melakukan nya tanpa paksaan."jawab Tere dengan tenang.


"baiklah papa serahkan keputusan ini kepada mu sayang, semoga saja keputusan kamu ini yang terbaik."


"tentu saja keputusan yang Tere ambil terbaik, yang tidak terbaik nya adalah kenapa Tere dulu mau menerima perjodohan gila ini dan sekarang malah membuat Tere menjadi pusing sendiri."


"salahkan saja kepada kedua grandma kamu sayang, mereka yang menjodohkan mu saat masih kecil." seru papa derent dengan tertawa kecil.


"hmm, terserah deh Tere mau tidur."ujar Tere dengan lembut.

__ADS_1


"selamat malam sayang "


"selamat malam pa"


"cklak"


"astaga Steve, apa kamu tidak bisa jika tidak mengejutkan ku hah." seru Tere dengan mengusap dada nya, ia sempat terkejut saat melihat Steve sudah berdiri di belakang nya.


"ayo tidur sayang, aku juga sangat lelah."ujar Steve menarik pelan pergelangan tangan Tere.


mereka semua kembali ke dalam kamar mereka masing-masing,


pagi hari


"selamat pagi sayang" seru Tama yang sudah bangun terlebih dahulu, ia mengecup kening Charlotte dengan lembut.


"selamat pagi sayang"jawab charlotte dengan menggercapkan matanya, ia tersenyum ke arah Tama yang berada di depan nya.


"cepatlah mandi, setelah ini kita harus membantu kakak kamu untuk meluluhkan hati Tere."ujar Tama dengan mengusap kepala Charlotte dengan pelan, mereka memang sepakat untuk membuatkan kejutan kecil untuk Teresa saat ini.


"hmm iya sebentar,"ujar Charlotte dengan merenggang kan otot-otot tubuh nya yang terasa sedikit pegal.


"aku tunggu di bawah ya."


"iya" jawab charlotte dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dari kemarin ia belum sempat mandi saking senang nya bertemu kembali dengan kakak iparnya.


setelah selesai bersiap Charlotte turun ke bawah, dan saat di tangga ia berpapasan dengan Clarissa yang hendak turun ke bawah juga.


"oh iya Charlotte, memang nya kita mau memberikan kejutan seperti apa?" tanya Clarissa yang memang tidak tahu tentang rencana mereka, karena ia harus mengalihkan perhatian Tere kemarin.

__ADS_1


"aku juga belum tahu, kak Steve masih merahasiakan nya. dia hanya bilang untuk pergi ke sebuah taman di dekat perumahan xx saja." jawab charlotte dengan jujur, kakaknya ini memang menyebalkan dari dulu.


__ADS_2