
"apa yang mau kamu lakukan Tama?." tanya Charlotte saat Tama semakin dekat dengan nya, Tama tidak menjawab nya dan terus berjalan ke arah Charlotte. setelah sampai di depan nya Charlotte, Tama membisikkan sesuatu kepada Charlotte yang membuatnya semakin gugup.
"aku menginginkan mu sayang!." ujar Tama menggendong Charlotte ala bridal style dan melangkah masuk ke dalam kamar, sedangkan Charlotte yang terkejut melingkar kan tangan nya di leher Tama agar tidak jatuh.
Tama membaringkan tubuh Charlotte dengan pelan dan langsung menindih nya, Tama melepaskan jas, dasi dan membuangnya dengan ke sembarang tempat.
Tama mencium bibir dan turun ke leher jenjang Charlotte, Charlotte hanya pasrah dan menikmati permainan dari Tama yang membuatnya melayang.
Tama kembali melepaskan pakaian nya dan membuka resleting gaun Charlotte dan membuangnya asal.
Tama memainkan setiap bagian sensitif di tubuh Charlotte yang mana membuatnya mendesah di bawah Kungkungan Tama yang sedang menikmati permainan nya.
setelah di rasa sudah siap, Tama dengan pelan memasukkan pusaka nya ke dalam milik Charlotte.
__ADS_1
awalnya Tama sangat lembut dan pelan saat melakukan nya namun sekarang ia melakukan nya dengan sangat cepat, Charlotte meringis sakit saat Tama menggesek miliknya dengan cepat. entah sudah berapa kali mereka mendapatkan pelepasan namun Tama masih enggan untuk menyudahi hubungan mereka.
"sudah cukup Tama! kamu sudah melakukan nya selama satu jam lebih." ujar Charlotte yang berada di bawah Kungkungan Tama.
"aku masih belum puas sayang." jawab Tama yang sudah mendapat pelepasan nya kembali dan mulai menggoyangkan pinggulnya dengan sangat cepat.
"tapi aku sudah lelah Tama?." keluh Charlotte dengan wajah memelas, Tama melihat wajah sang istri yang sudah pucat karena ulah nya.
"baiklah sayang! setelah ini aku akan sudahi." jawab Tama yang tidak tega melihat wajah Charlotte yang pucat di bawah Kungkungan nya. setelah mendapatkan pelepasan nya, Tama menghentikan hubungan intim mereka dan berbaring di samping Charlotte yang masih ngos-ngosan.
pagi harinya
Charlotte terbangun lebih dulu dan ingin mandi karena ia merasa tubuh nya sangat lengket, baru ingin bangun ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya dan di bagian bawah nya terasa nyeri, Charlotte meringis menahan sakit nya, ia melihat ke arah Tama yang masih terlelap dalam tidur nya, dengan pelan Charlotte bangun dari ranjang namun saat ingin berdiri ia terkejut saat tangan nya tiba-tiba saja di tarik oleh Tama yang sedang tidur di samping nya.
__ADS_1
"kamu mau kemana sayang?." tanya Tama dengan suara serak khas bangun tidur nya, Charlotte melihat ke arah Tama yang masih memejamkan matanya itu.
"aku mau mandi, tubuh ku sudah sangat lengket."jawab Charlotte yang mencoba untuk melepaskan pelukan dari Tama, bukan nya melepaskan justru Tama memeluknya sangat erat dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Charlotte.
"nanti saja sayang, ini masih sangat pagi?." seru Tama yang menyembunyikan kepalanya di ceruk leher sang istri dengan menghirup aroma di tubuh Charlotte, walaupun belum mandi buat Tama aroma di tubuh sang istri masih saja harum.
Charlotte menuruti kemauan Tama dan memilih berbaring di samping nya, sesekali Tama menggosok kan wajah nya di punggung Charlotte yang membuatnya merasakan geli akibat ulah Tama.
di satu sisi Steve masih enggan untuk keluar dari dalam kamar nya dan memilih untuk melihat foto-foto nya saat bersama dengan Tere, sesekali ia mengusap foto itu dengan kerinduan yang mendalam. Steve menghela nafas berat, ia sadar jika hubungannya dengan sang istri tidak mungkin bisa kembali seperti dulu lagi sebelum ia menyelesaikan masalah nya.
Tere sendiri juga mengurung dirinya sendiri di dalam kamar nya dan itu membuat kedua orang tua nya terlihat sangat khawatir dengan keadaan Charlotte, apalagi baru tadi malam sang putri menyerahkan surat gugatan cerai kepada suaminya, entah mengapa ia merasakan jika sang putri sedang tidak baik-baik saja saat ini.
Steve yang masih belum juga keluar dari dalam kamar nya juga membuat kedua orang tua nya merasakan khawatir begitu juga dengan grandma nya yang sedang tinggal di rumah nya saat ini. mereka memikirkan tentang rumah tangga anak pertama di keluarga nya yang saat ini tengah mengalami masalah.
__ADS_1
Charlotte yang mengingat tentang janji nya kepada Tere, segera melepaskan pelukannya dari Tama dan segera masuk ke dalam kamar mandi, Tama yang melihat nya mengernyitkan keningnya saat Charlotte seperti terburu-buru padahal jadwal ia ke kampus masih jam sembilan nanti.
Tama tidak mengambil pusing dengan apa yang di lakukan oleh Charlotte karena ia juga tahu jika sang istri memiliki waktu untuk pergi bersama dengan temannya sebelum mereka pergi ke kampus.