Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 95


__ADS_3

setelah menenangkan pikiran nya, derent kembali bersama dengan putra nya. raut wajah derent yang terlihat murung terlihat jelas di mata mereka.


pada akhirnya mereka tetap pada perayaan untuk kehamilan Charlotte dan Clarissa di rumah derent.


"ada apa kak?"tanya Dady Reyhard yang kini sedang duduk di samping papa derent.


"kami akan pindah ke Italia."ujar papa derent, tentu saja jawabannya membuat mereka semua terkejut.


"apa ada masalah kak, sampai-sampai kakak ingin tinggal di Italia?"tanya Dady Reyhard, papa derent menatap wajah adiknya sekilas.


"aku merindukan Tere, Reyhard. aku ingin memeluk putri ku."jawab papa derent, rasa sakit di dada nya semakin terasa saat menyebut nama putrinya.


Reyhard terdiam mendengar nya, Tama tersenyum kecut, dia sendiri sudah berulangkali menelepon Tere tapi tidak pernah melihat orang nya dan bahkan suaranya pun ia tidak mendengar nya.


Greyson berlari menuju tempat sang papa sambil membawa laptop miliknya,


"papa, kak Tere pa."teriak Greyson yang kini menjadi perhatian mereka semua, Greyson terlihat panik saat menghampiri mereka.


papa derent yang mendengar nya segera berdiri dan berjalan cepat menuju putranya.


"ada apa dengan kakak kamu Greyson?"tanya papa derent dengan panik, Greyson menyerahkan laptopnya agar sang papa melihatnya sendiri.


papa derent terkejut saat melihat sebuah video yang sedang memperlihatkan kondisi Tere yang semakin memburuk dan tidak hanya itu saja, ternyata cucu nya juga sedang melawan maut saat ini.


papa derent semakin gusar, ia harus segera pergi ke Italia sebelum semua nya terlambat. papa derent masuk ke ruang kerja nya dengan membawa laptop milik Greyson, jika putri nya ingin merahasiakan semua ini dari orang lain maka keluarga nya harus pergi ke sana secara diam-diam tanpa sepengetahuan dari keluarganya yang lainnya.


papa derent menghubungi anak buah nya agar menyiapkan pesawat pribadi nya untuk nanti malam dan tidak lupa ia mengirimkan pesan kepada sang istri dan memberi tahu nya jika mereka akan pergi ke Italia tetapi ia tidak boleh memberi tahu kan ini kepada siapapun.


Greyson menyiapkan beberapa pakaian untuk dirinya selama di Italia, walau dia selalu di manjakan oleh sang kakak tetapi Tere juga selalu mengajarkan nya hidup mandiri. selama ia bisa melakukan nya sendiri maka harus di lakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.


Tama yang merasa aneh dengan sikap aunty nya sedikit penasaran, apalagi setelah mendapatkan SMS entah dari siapa dan terlebih lagi saat ini uncle nya juga belum turun bersama dengan Greyson setelah melihat sesuatu yang ada di laptop milik Greyson tadi.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


semua orang kini sudah pulan, untuk memastikan nya papa derent sampai melihat dari lantai atas agar bisa melihat mereka semua pergi, setelah memastikan nya mereka segera pergi sebelum di ketahui oleh orang lain.


"jika nanti mereka datang ke sini dan bertanya, katakan saja jika kami pergi ke new York ada masalah mendadak tadi."ujar papa derent kepada satpam nya,


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


setelah perjalanan yang melelahkan kini mereka sampai di Italia dan bergegas menuju rumah sakit tempat Tere dan putranya di rawat.


"bertahan lah Tere, papa mohon."batin papa derent semakin merasa sesak nafas, mama Victoria tidak henti-hentinya menangis.


jika tahu akan menjadi seperti ini ia tidak akan mau pulang dan meninggalkan putri nya.


sedangkan Steve yang datang terlebih dahulu segera masuk ke dalam ruangan kamar di mana tempat Tere di rawat.


"bangunlah sayang, apa kamu masih marah kepada ku sehingga kamu menghukum ku seperti ini?"tanya steve, keadaan Tere kembali drop saat Steve berbicara seperti itu.


"aku benar-benar minta sayang, aku mohon bangunlah. aku membutuhkanmu dan juga putra kita." Steve meraih tangan Tere dan mencium nya berkali-kali, Steve segera memanggil dokter saat melihat detak jantung Tere tidak stabil.


Steve terpaksa keluar dari ruangan itu dan kemudian ia beralih melihat keadaan putra nya yang sama seperti Tere.


"kenapa kalian harus menghukum ku seperti ini sayang? bangun lah aku mohon."gumam Steve dengan lirih sambil duduk di lantai,


Steve mendongakkan kepalanya saat ada seseorang yang menepuk pundak nya, cukup terkejut saat melihat kedatangan orang tua Tere di depan nya saat ini.


ingin rasanya derent memarahi suami putri nya tapi setelah melihat keadaannya membuat dirinya menjadi tidak tega.


Steve berdiri dan memeluk papa derent.


"maaf pa, Steve tidak bisa menjaganya."ujar Steve, papa derent mencoba untuk menenangkan nya, diantara mereka pasti yang paling kehilangan adalah Steve.


"ini bukan kesalahan mu Steve." timpal mama Victoria, pantas saja setiap kembali ke Jerman menantu nya terlihat sangat kurus dan murung.

__ADS_1


"bagaimana keadaan Tere saat ini?"


"masih di tangani oleh dokter pa, ma."jawab Steve kemudian ia beralih menatap kearah kamar rawat Tere dengan tatapan sedih.


__ADS_2