
setelah sampai di dapur Tama mendudukkan Charlotte di kursi dengan hati-hati, kemudian ia mengambil bahan-bahan yang akan ia gunakan untuk membuat pasta yang di inginkan oleh istri nya dan tidak lupa ia juga membuatkan kue kesukaan istrinya itu.
Charlotte menopang dagunya di atas meja sambil memfokuskan pandangan nya kepada suami nya yang tengah sibuk dengan alat tempurnya untuk memasak.
dengan cekatan Tama membuat bumbu untuk pasta dan kemudian memasak pasta nya, setelah selesai ia membuat adonan kue dan beberapa cemilan yang lainnya juga dan akan ia bawa ke dalam kamar mereka agar sang istri tidak susah-susah untuk turun ke bawah jika ia ingin makan kembali.
"sayang.." panggil Charlotte dengan melambaikan tangan nya kepada Tama, Tama tersenyum dan mendekati sang istri. Charlotte mengambil sebuah tissue untuk melap keringat sang suami yang terlihat banyak.
"terima kasih sayang."ujar Tama sambil mencium kening sang istri, Charlotte mengangguk kan kepalanya dan tersenyum lebar. kemudian Tama kembali sibuk dengan dapur untuk mengambilkan pasta yang sudah ia masak.
"makan lah sayang."
"terima kasih,kamu tidak makan sayang?" Tama menggelengkan kepalanya sesaat, sedangkan Charlotte tersenyum kecil melihat nya.
"makan berdua ya, aku tidak akan bisa menghabiskan nya."ujar Charlotte sambil menyodorkan sendok makan ke arah sang suami.
"kamu saja yang makan sayang."tolak Tama, Charlotte yang mendengar nya menjadi murung, terdengar helaan nafas dari Tama saat melihat ekspresi wajah sang istri dan akhirnya Tama memilih mengalah dan memakan pasta yang berada di tangan sang istri.
Charlotte tersenyum lebar melihat Tama juga ikut makan bersama nya, mereka berdua makan saling menyuapi satu sama lainnya. setelah selesai makan mereka kembali duduk di ruang keluarga sambil menonton TV.
"sayang..."panggil Charlotte dengan pelan.
__ADS_1
"hmm.. ada apa sayang?"tanya Tama sambil menatap wajah Charlotte yang terlihat gelisah.
"eumm.. bagaimana jika nanti anak kita perempuan nantinya apa kamu akan marah?"tanya Charlotte dengan hati-hati, mereka memang meminta dokter untuk merahasiakan jenis kelamin bayi mereka saat pemeriksaan.
apalagi setelah mendengar perkataan dari mertua nya jika dulu kakek nya Tama tidak suka dengan anak perempuan yang terlahir di keluarga nya sehingga kakek tama mengacuhkan keberadaan kakak iparnya dulu.
"mau laki-laki atau perempuan asal kan kamu dan bayi kita selamat dan sehat saat melahirkan itu sudah lebih dari cukup untuk ku dan aku tahu kamu takut jika keluarga ku akan menolak kehadiran calon anak kita jika itu perempuan tetapi percayalah aku menyayangi kalian berdua dan aku tidak peduli dengan anggota keluarga ku yang lainnya."jawaban Tama sedikit membuat Charlotte tenang, tetapi tetap saja dia merasa tidak tenang dengan keluarga besar suaminya yang lainnya.
"kamu tahu sayang, sekarang mereka sudah menyesali perbuatan mereka yang tidak pernah menganggap keberadaan Tere dulu, bahkan kakek selalu bersedih saat melihat video Tere waktu kecil yang selalu mereka acuhkan.
apalagi saat melihat Tere sakit saat berada di Italia dulu, kakek benar-benar menyesal dan ingin memeluk nya tetapi sayang sekali Tere sudah terlalu sakit hati dengan perlakuan mereka terhadap kedua orang tuanya sehingga ia bersikap acuh kepada kakek."
"kamu tahu dari mana sayang?"tanya Charlotte yang penasaran.
"kenapa kakek tidak langsung saja berbicara dengan kak Tere dan minta maaf kepada kak Tere secara langsung?"
"karena kakek terlalu mementingkan harga dirinya itu, Tere juga tidak mungkin bisa memaafkan kakek dan mereka semua begitu saja sayang."
"kenapa?"tanya charlotte yang masih ingin mendengar cerita hidup masa kecilnya Teresa dulu.
"karena mereka sudah terlalu melukai perasaan nya dan kedua orang tuanya dulu, mungkin jika hanya menghina dirinya, Tere masih bisa memaafkan mereka semua tetapi jika sudah menyangkut tentang kedua orang tuanya Tere tidak bisa memaafkan mereka begitu saja."jawab Tama, bahkan kepergian Tere dulu atas kemauan nya sendiri.
__ADS_1
"apa kak Tere dulu tidak pernah melawan mereka?"
"tidak pernah sayang, Tere kecil sangat pendiam dan penurut terhadap orang yang lebih tua dari nya. walaupun setelah menginjak remaja sikap nya menjadi tomboi tetapi ia tetap menjadi anak yang penurut."
"sampai umur berapa kalian bersama sayang?"
"apa kamu ingat dengan pertemuan kita waktu kecil sayang?"bukannya menjawab pertanyaan dari sang istri, justru Tama melemparkan pertanyaan kepada sang istri.
"iya ingat, lalu apa hubungannya?"
"itulah saat di mana hubungan kami mulai renggang dan tidak pernah bertemu lagi, tetapi setelah pindah ke Jerman aku bertemu dengan nya kembali dan kami kembali akrab lagi tetapi itu tidak berlangsung lama karena kakek dulu."
"pasti sulit menjadi kak Tere, aku masih tidak percaya jika kalian itu sepupuan."
"kenapa?"
"mengingat sikap, sifat dan perilaku kalian yang tidak sama."jawab charlotte cengengesan.
"aku tidak ingin anak kita mengalami kehidupan seperti kak Tere sayang, aku khawatir jika keluarga besar mu tidak akan menerima nya jika aku melahirkan anak perempuan. aku takut."
"masih ada aku sayang, ingat ada Dady, mommy, uncle,aunty, Leo dan istrinya di sisi kita. jika keluarga kakek tidak menyukai kehadiran putri kita maka aku juga tidak ingin memiliki keluarga seperti mereka."jawab Tama sambil mengusap perut Charlotte yang membuncit dan seketika mereka merasakan ada pergerakan kecil di dalam perut Charlotte dan membuat mereka tersenyum bahagia.
__ADS_1
"terima kasih sayang, aku mencintaimu."
"aku lebih mencintai mu baby."jawab Tama.