Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 77


__ADS_3

Teresa duduk di kursi depan bersama dengan Nile, sedangkan yang lainnya duduk di kursi belakang, di dalam perjalanan Tere hanya sibuk dengan handphone milik Nile. entah apa yang sedang di pikir kan oleh nona nya ini,


"kak Tere, kenapa malah duduk di depan?"tanya charlotte, ia juga melirik ke arah kakak nya yang sedang fokus menatap tajam ke arah Teresa dan Nile.


"kenapa aku tidak boleh duduk di depan?


aku lebih nyaman duduk di depan dari pada harus di belakang."tanya Tere sembari menjawab ia juga sempat melihat ke arah belakang dari kaca spion.


"tapi Charlotte dan Clarissa mau mengobrol dengan kak Tere, iya kan cla!."jawab charlotte dengan melihat ke arah Clarissa yang duduk di samping nya.


"iya, ada banyak yang mau kita obrolin sama kak Tere."timpal Clarissa,walau usia mereka sama tapi Clarissa menghargai Tere sebagai kakak sepupu dari suaminya Leo.


"kalian bisa ngobrol sesuka kalian, tapi aku tetap duduk di depan."seru Tere yang kembali fokus pada handphone di tangan nya, sedangkan Steve semakin tajam menatap ke arah Nile. Nile yang mengetahui hal itu hanya berpura-pura tidak melihat nya.


"Tere, sebenarnya kita mau kemana! dari tadi kenapa kamu hanya diam saja?" tanya Nile yang sudah tidak tahan dengan tingkah Tere yang cuek saja dari tadi.


"berhenti di depan Nile, kita sudah sampai."jawab Tere saat melihat sebuah restoran yang sederhana dan tidak besar juga, Nile melihat ke sekeliling nya saat mengetahui kemana tujuan Tere sebenarnya.


"mau apa kita datang ke sini Tere?" tanya Nile, ia tahu jika Tere mengajak nya pergi ke tempat seperti ini tidak hanya untuk makan tapi juga ada sesuatu yang sedang di rahasiakan oleh nona nya.


Tere yang mendengar pertanyaan dari Nile hanya menyengir menanggapi hal itu.


"kenapa menyengir?"tanya Nile yang sudah memasang waspada saat melihat senyuman iblis Tere yang di perlihatkan kepada nya.

__ADS_1


"ayo Nile masuk dulu, aku ingin kamu yang masak nanti."jawab Tere dengan tenang, Nile membulatkan matanya saat mendengar perkataan dari Teresa begitu juga dengan yang lainnya.


"tidak, minta yang lainnya saja Tere, aku pasti akan menuruti kemauan mu tapi tidak untuk ini."jawab Nile dengan tegas, Tere menghela nafas berat dan keluar sendirian dari mobil.


Tere bergegas masuk ke dalam restoran tersebut dengan tersenyum hangat, iya juga menyapa beberapa pelayan yang ada di sana karena ia juga sudah mengenal mereka.


"nona Teresa, lama tidak bertemu, apa kabar nona?" sapa pelayan restoran dengan ramah, sebelum menjawab nya Tere tersenyum kecil ke arah nya.


"kabar saya baik Maria! terima kasih, lama tidak bertemu kamu masih saja sama."jawab Tere seraya bercanda. mereka memang sudah mengenal Tere sangat lama, apa lagi Tere adalah sahabat dari pemilik restoran tempat mereka bekerja. "bagaimana kabar kamu Maria?"


"kabar saya baik nona,"jawab Maria yang masih tersenyum ke arah Tere, ia melihat kebelakang ada beberapa orang juga yang datang.


"bos kamu ada kan Maria?"tanya Tere dengan mencari tempat duduk yang nyaman untuk nya, Maria mengikuti arah jalan Tere.


"tidak perlu Maria aku akan menemui nya sendiri, tapi dia sendirian kan di dalam ruangan nya." ujar Tere yang tidak ingin melihat adegan++ secara live seperti dulu. Maria yang mendengar nya hanya menahan senyum,


"aman nona, bos lagi sendirian saja, aku rasa dia sedang patah hati nona." ujar Maria dengan tertawa kecil, Tere yang mendengar nya sedikit terkejut, siapa yang sudah berhasil meluluhkan Casanova yang terkenal dengan banyak wanita di dekat nya, pikir nya.


"perempuan mana yang berhasil meluluhkan hati Casanova gila itu,"tanya Tere dengan mengangkat sebelah alisnya menatap wajah Maria,


"saya juga tidak tahu nona!"jawab Maria jujur, Steve dengan yang lainnya hanya menyimak obrolan Antara mereka saja.


"aku masuk dulu, oh iya Maria, tolong buatkan aku minuman seperti biasanya ya."seru Tere dengan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah ruangan pemilik restoran tersebut,

__ADS_1


"baik nona."jawab Maria, dengan segera pergi ke dalam dapur, tapi sebelum itu ia menanyakan apa yang ingin mereka pesan.


"maaf tuan, nona, kalian mau minum apa?" tanya Maria dengan ramah, tatapan mata tertuju kepada Steve yang sama sekali tidak melihat ke arah nya saat menyebutkan pesanannya.


"kopi dan orange jus dua"jawab Steve mewakili mereka semua tapi pandangan nya tak terlepas dari Tere yang semakin menjauh dari mereka.


"baik tuan, mohon tunggu sebentar."ujar Maria dan segera melenggang pergi ke dapur untuk menyiapkan pesanan mereka.


saat Tere sudah tidak ada, Steve beralih menatap wajah Nile dengan ekspresi datar nya.


"apa ada yang ingin anda tanyakan tuan?" tanya nile saat melihat tatapan mata Steve yang tertuju kepada nya.


"sejak kapan kamu menyukai Tere?" ujar Steve, ia tahu jika Nile tidak hanya berat untuk meninggalkan pekerjaan nya tapi ada yang lainnya juga yang membuatnya keberatan.


"itu masalah pribadi saya, anda tidak perlu ikut campur dalam urusan saya."jawab Nile dengan dingin, ia menatap wajah Nile dengan tak kalah datarnya.


"saya akan ikut campur Nile, apa kamu lupa jika Tere adalah istri saya! jauhi Tere, aku tidak suka melihatnya." ujar Steve berterus terang kepada lawan berbicara nya, Nile tersenyum miring mendengar perkataan dari Steve.


"saya ingat jika Tere adalah istri anda tuan muda Steve! sebelum anda mengenalnya saya lebih dulu mengenal nya, jika anda suami yang baik untuk nya, seharusnya anda mempercayai nya dan tidak meninggalkan nya. tapi anda justru bermain api bersama perempuan gila itu tanpa memperdulikan perasaan Tere," jawab Nile seraya mengejek, Tama tidak suka mendengar perkataan dari asisten sepupunya itu dan melayangkan tatapan tajam nya.


"apa anda masih ingat saat kecelakaan yang menyebabkan kaki tere menjadi lumpuh saat itu, dia juga bertemu dengan mantan kekasih untuk kedua kali nya dan dia mengatakan pada kekasih jika dia sudah menikah, dia menghargai Anda sebagai suaminya tapi anda justru tidak peduli dengan keadaan nya saat dia mengalami kecelakaan mobil tepat di hadapan anda, justru anda bermesraan di hadapan Tere waktu itu! apa anda tahu tuan muda Steve, kelakuan anda saat itu mengingatkan nya dengan pria breng*sek yang dulu menjadi kekasih Tere, ia melakukan hal yang sama seperti anda lakukan. membiarkan Tere melawan maut nya sendirian dan kalian justru hanya menatap nya saja tanpa mau menolong nya." timpal nya Steve terdiam, bagaimana mungkin Nile tahu tentang semua ini.


"itu bukan urusan mu."jawab Steve dingin. Nile tersenyum miring melihat ke arah Steve dengan yang lainnya.

__ADS_1


"itu menjadi urusan saya tuan Steve! karena orang yang anda sakiti adalah orang yang sudah lama saya kagumi, saya tidak akan membiarkan siapapun menyakiti perasaan nya termasuk anda!" ujar Nile, ia menjeda pembicaraan nya dan menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan obrolan nya. "anda sangatlah beruntung mendapatkan Tere karena dia selalu menghargai keputusan orang tua nya dan dia adalah tipe seorang yang setia walau anda sudah melukai nya, untuk kali ini saya akan menghargai keputusan nya untuk tetap bersama dengan anda tapi jika anda berani melukai nya lagi, saya akan merebut nya dari anda! ingat itu baik-baik tuan muda Steve Tyson young,"


__ADS_2