
setelah kepergian Steve, Tama mulai bertanya kepada charlotte, foto apa yang di perlihatkan oleh sang istri sehingga membuat Steve terburu-buru.
"sayang, apa yang sedang kamu lihat kan tadi kepada Steve?." tanya Tama dengan menatap wajah sang istri, Dady Mike yang mendengar perkataan dari Tama, juga menjadi penasaran.
"eumm itu tadi ada yang mengirimkan sebuah foto kak Tere." jawab charlotte dengan pelan, Dady Mike yang mendengar perkataan dari putri nya berjalan mendekat ke arah putrinya.
"apa Dady boleh melihat nya sayang?." tanya Dady Mike dengan tersenyum lebar ke arah Charlotte.
"boleh dad"seru charlotte dengan cepat, dan memberikan handphone miliknya kepada sang Dady.
dady Mike mengambil handphone milik putrinya dan melihat dengan teliti foto Tere,
dady Mike segera menghubungi seseorang untuk mencari tahu tentang foto yang di kirim seseorang yang misterius.
tidak hanya itu Dady Mike juga menelepon nomer ponsel orang misterius itu, satu panggilan tidak di jawab hingga panggilan ke ke lima baru di angkat.
Tama yang penasaran ikut melihat foto itu, dan ia sangat terkejut saat melihat wajah Tere yang terpampang jelas di layar handphone milik Charlotte, dan tidak hanya itu di tubuh nya juga ada beberapa alat-alat medis yang terpasang.
Tama kemudian menyerahkan handphone itu kepada keluarga yang lainnya.
"hallo"ujar seorang di sebrang telefon genggam milik Dady Mike. dady Mike mengernyitkan keningnya saat mendengar suara yang sedang ia telepon,
"Sivia,apa ini kamu?." tanya Mike kepada teman kuliah nya dulu.
"Mike." orang itu tidak kalah terkejutnya
"apa kamu yang mengirimkan sebuah foto kepada putri ku?."tanya Dady Mike to the poin, sedangkan orang di sebrang telefon kebingungan saat mendengar perkataan dari teman kuliah nya dulu.
"aku tidak mengerti, tapi aku memang mengirimkan sebuah pesan berisi tentang foto seseorang itupun kepada teman putri ku " jawab Sivia jujur, karena selama tinggal di Itali Charlotte selalu menutupi identitasnya,
__ADS_1
"siapa nama putri mu?." tanya Dady Mike, dan beralih menatap ke arah Charlotte yang tengah menatapnya saat ini
"deandra."jawab Sivia cepat.
"sayang, apa kamu mengenal seseorang yang bernama deandra?" tanya Dady Mike kepada putrinya, Charlotte mengernyitkan keningnya saat nama teman sekolah nya saat di Italia di sebut oleh sang Dady.
"dia teman sekolah ku dad." jawab charlotte dengan jujur, walau ia sendiri tidak tahu hubungannya apa dengan seseorang yang mengirimkan nya foto Tere kepada nya.
"putri adalah teman putri ku Sivia, kamu dapat darimana foto yang kamu kirim kan ke putri ku!." ujar Dady Mike yang sudah tidak sabar lagi.
"dia pasien ku Mike"ujar Sivia yang seorang dokter, " beberapa hari yang lalu putri ku datang ke rumah sakit tempat ku bekerja, dan ia sangat terkejut melihat pasien yang sedang ku tangani lebih dari dua bulan ini."
"kata deandra pernah melihat foto pasien ku bersama dengan Charlotte, jadi aku menginginkan foto tersebut kepada putri mu." imbuhnya.
dady mike yang mendengar nya tersenyum lebar, kini ia merasa lega saat mendengar Tere benar-benar masih hidup.
"apa wanita itu masih bersama dengan mu? dan apa kamu tahu siapa yang membawanya ke rumah sakit tempat mu Bekerja?" tanya Dady Mike dengan senang,
"dia menantu ku Sivia, nama nya Teresa. tolong kamu rawat dengan baik menantu ku, aku akan segera datang ke sana." seru Dady Mike dan memberi tahu identitas Tere, walau sebenarnya cukup terkejut tapi dokter Sivia tetap menyetujui permintaan dari Dady Mike.
setelah selesai berbicara Dady Mike segera mematikan telepon nya dan segera menelepon putra nya untuk memastikan bahwa putra nya sudah mengetahui tentang ini atau belum.
"hallo Dady." ujar Steve yang berada di seberang telepon.
"son, apa kamu tahu jika Tere masih hidup dan sekarang sedang berada di Italia?." tanya Dady Mike to the poin, walau sebenarnya ia sangat yakin jika putra sudah mengetahui tentang in ini semua.
sedangkan Charlotte terkejut mendengar tempat di mana Tere sekarang, ia berpikir siapa yang membawa Tere sampai ke Italia.
"sudah dad, sekarang Steve sedang membahas masalah ini bersama dengan papa." jawab Steve, yang ingin beritahu untuk yang pertama adalah kedua orang tua Tere, tapi siapa sangka jika Dady nya juga bergerak sangat cepat.
__ADS_1
"kapan kalian akan berangkat ke Italia?"tanya Dady Mike
"besok dad,?."
"dady akan pergi bersama dengan kalian, kita berangkat pagi saja."ujar Dady Mike yang tidak kalah antusias, bahkan melebihi sang putranya.
papa derent yang mendengar perkataan dari sahabat nya hanya menggeleng kan kepala nya, sepertinya ia tahu dari mana sifat Steve menantunya itu ternyata menurun dari sang ayah.
"baiklah dad, kita akan naik pesawat pribadi saja." jawab Steve, Steve sendiri juga sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan istrinya.
"sampai jumpa besok son." seru Dady Mike dengan mematikan panggilan nya secara sepihak, dan tanpa menunggu jawaban dari putra nya yang saat ini tengah kesal terhadap nya.
"dad, jadi kak tere benar-benar masih hidup dad. charlotte ikut menjemput kak Tere ya dad." seru charlotte dengan binar bahagia di matanya,
"iya sayang Tere masih hidup dan berada di Italia?." ujar Dady Mike dengan tersenyum lebar, ia juga sangat merindukan sosok Tere, walau Tere bukan lah putri nya tetapi ia menyayangi tere seperti putri nya sendiri.
"kami juga akan ikut." ujar mereka bersamaan,
setelah selesai berbicara mereka memutuskan untuk beristirahat karena besok mereka harus bangun lebih awal dari sebelumnya, karena ingin pergi ke Italia.
entah apa yang di akan di katakan oleh derent saat melihat semua orang ikut pergi ke Italia besok,
charlotte,Tama, Leo, bahkan mereka tidak bisa tidur saking senangnya, kini justru mereka berempat duduk bersama di gazebo untuk menunggu pagi hari tiba,
di sisi lain Steve juga tidak bisa tidur sama sekali, perasaan nya saat ini benar-benar membuat nya bahagia, ia bahkan menatap lama foto Tere di handphone miliknya itu. yang tengah tersenyum bahagia saat mereka sedang berjalan berdua saja.
Steve mengusap dan bahkan menciumi foto tersebut, ia sampai memeluk nya agar bisa tidur,
"kenapa setiap kali kita bertemu kamu selalu terluka seperti dulu lagi?"ujar seseorang yang tengah menatap seseorang di ranjang pasien yang keadaan nya cukup memprihatinkan.
__ADS_1
setelah cukup lama orang itu memandang seseorang yang tengah berbaring di atas ranjang pasien dengan berbagai alat medis yang menempel pada tubuhnya