
Tama dan Leo menatap kepergian uncle dan aunty nya dengan tatapan sendu, jika ia bisa mengulang kembali masa dulu mungkin uncle nya tidak akan pernah meninggalkan mereka dulu. dan ini lah yang tengah di rasakan oleh grandpa Alexander yang penuh dengan penyesalan di dalam dirinya.
sudah cukup lama mereka berada di depan pintu ruangan tempat Steve yang sedang melakukan perawatan, setelah hampir jam mereka menunggu dan kini sang dokter keluar dengan wajah lelah. keadaan Steve sempat drop di dalam tadi dan itu membuat mereka menjadi panik seketika.
"bagaimana keadaan putra saya dokter?." tanya Dady Mike dengan nada khawatir, ia sangat cemas namun ia tetap berusaha tenang. untuk menguatkan sang istri dan putrinya.
"untuk sekarang ini tuan Steve baik-baik saja tuan, walau tadi sempat drop keadaan nya. tapi sekarang sudah kembali stabil kembali." jawab dokter yang menangani Steve, Mike yang mendengar nya menjadi tenang.
"apa kami bisa melihatnya sekarang?." tanya Dady Mike
"untuk sekarang tidak bisa tuan, kalian baru bisa melihat kondisi pasien saat di pindahkan ke ruangan lainnya." jawab sang dokter, dan setelah itu ia berpamitan kepada keluarga pasien nya. " kalau begitu saya permisi tuan."
"terima kasih banyak dokter." ujar Dady Mike, walau ia sangat ingin melihat kondisi putranya saat ini, namun ia juga tidak bisa memaksa kehendak nya.
"sama-sama tuan."jawab dokter dan setelah itu ia meninggal kan mereka semua.
selang satu jam kini Steve di pindahkan ke ruangan pasien, dengan di dorong oleh para suster. Mike meminta pihak rumah sakit untuk memberikan ruangan yang paling bagus di rumah sakit.
ia memandangi wajah putra yang terlihat pucat dengan berbaring di atas brankar pasien, ia terlihat lemah sekarang. Mike khawatir jika saat putra nya sadar yang akan dia tanyakan adalah keadaan Tere, sedangkan Sekarang ini mereka masih belum bisa menemukannya.
__ADS_1
Charlotte terus menemani sang kakak, ia enggan untuk meninggalkan kakak nya saat ini. apalagi dalam kondisi yang seperti ini, dan melihat kakak nya yang seperti ini membuat nya semakin sedih.
"ayo kita pulang dulu sayang!." ujar Tama kepada Charlotte, ia tidak tega melihat keadaan istrinya yang seperti ini.
"tidak Tama, aku ingin tetap bersama dengan kakak." jawab Charlotte dengan lirih, ia bahkan tidak mau meninggalkan tempat nya walau hanya satu langkah saja.
"sayang pulang dulu, biarkan Dady dan mommy yang menjaga kakak kamu ya!." ujar Dady Mike, ia menjadi tidak tega melihat wajah putri nya yang terlihat pucat dengan mata yang merah karena terlalu lama menangis.
"no dad." tolak Charlotte dengan menggeleng kan kepala nya dengan cepat, ia masih memandangi wajah kakak nya yang tengah terbaring lemas.
"Dady tidak ingin melihat mu sakit sayang! cukup Dady dan mommy yang berada disini, kamu pulang lah dan Dady tidak mau ada bantahan lagi." ujar Dady Mike dengan tegas, ia menatap putri nya yang kembali sedih karena perkataan nya tadi. Charlotte pun terpaksa harus pulang walau sebenarnya ia sangat berat meninggalkan sang kakak saat ini, tapi ia juga tidak bisa menolak ke inginan Dady nya.
"kak, Charlotte pulang dulu ya! kakak cepat bangun, Charlotte kangen dengan kakak." ujar Charlotte lirih, ia mencium pipi sang kakak cukup lama dan akhir nya ia pulang bersama dengan keluarga Tama dengan yang lainnya juga.
"iya sayang, hati-hati ya, Tama Dady titip Charlotte ya!." ujar Dady Mike dengan mengusap kepala Charlotte dengan pelan dan beralih menatap kearah Tama yang sedang berdiri di samping putri nya.
"iya dad, jika butuh sesuatu, kabari Tama saja." jawab Tama dengan nada lembut, ia juga menepuk pelan pundak sahabatnya yang sedang terbaring lemah.
"tentu,nanti Dady akan kabari kamu jika Dady butuh bantuan kamu." ujar Dady Mike, ia sangat beruntung putri nya menikah dengan Tama, ia sangat sabar kepada putri nya. ia juga menyayangkan hubungan putranya dengan menantunya.
__ADS_1
setelah itu Tama maupun Charlotte pergi dari rumah sakit dan di ikuti oleh keluarga yang lainnya, mereka memutuskan untuk menginap di rumah Charlotte karena dari jarak nya cukup dengan rumah sakit.
di dalam perjalanan tidak ada obrolan hanya, Charlotte memilih diam, karena ia benar-benar mengkhawatirkan keadaan sang kakak saat ini. lain hal nya dengan mobil yang di tumpangi oleh Leo, ia menatap ke arah sang kakek yang sedari tadi hanya diam saja dan tidak mendengarkan pertanyaan darinya.
Dady Reyhard menghela nafas panjang, ia tahu jika ayah saat ini menyesali perbuatannya dulu Terhadap putri kakak nya. mau bagaimana lagi penyesalan selalu datang terakhir, Dady Reyhard sedang mengkhawatirkan keadaan keluarga kakaknya saat ini, ia yakin jika sang kakak tidak akan tidur lagi malam ini. seperti sebelum-sebelumnya, akhir-akhir ini kakak nya banyak bergadang setelah kejadian yang menimpa putri kesayangannya.
di sisi lain
orang yang mereka cari kini tengah berada di negara lain, ia di bawa pergi oleh seseorang yang menemukan mereka di jalan dekat hutan.
ya Tere dan Nile berhasil berjalan sampai di jalanan dan setelah itu mereka tidak sadarkan diri saat mereka tidak kuat menahan rasa sakit di tubuh mereka.
satu bulan lebih kepergian Tere dan itu membuat perubahan besar bagi Steve, sikap nya sekarang ini lebih dingin dari sebelum nya. bahkan dengan adik nya pun ia sama saja, Steve sudah sadarkan diri dua Minggu yang lalu, ia menyayangkan kenapa dirinya masih bisa selamat dan hidup.
hidup seperti tidak adil untuk nya, istrinya sampai sekarang belum bisa di temukan dan sekarang ini, justru keluarga istri nya juga ikut menghilang entah kemana.
Tama dengan yang lainnya sudah berusaha mencari keberadaan papa derent tapi hasil nya tetap sama mereka semua belum bisa menemukan nya.
bahkan saat mereka datang ke mansion yang dulu di tinggali oleh keluarga uncle nya dan masih di jaga oleh para penjaga yang masih sama, saat mereka bertanya kemana perginya keluarga uncle nya. jawaban nya tetap sama, mereka selalu mengatakan jika mereka ingin menenangkan pikiran Mereka dan mereka hanya pindah rumah dan tidak ingin di ganggu oleh siapa pun.
__ADS_1
keluarga uncle nya mengasingkan diri mereka dari keluarga nya yang lainnya dan ini membuat Tama semakin frustasi, sisi lain Tere belum ketemu dan sekarang uncle nya juga ikut menghilang dari kehidupan nya. kepergian Teresa membuat guncangan besar untuk mereka semua, Tama sampai sekarang masih mencari keberadaan Tere, secara diam-diam.
bukan hanya Tama, tapi Leo, Dady Mike, bahkan Dady Reyhard juga menyuruh anak buah mereka untuk mencari keberadaan Tere dan asisten pribadi Tere sekarang ini. tanpa mereka ketahui jika papa derent juga melakukan hal yang sama dan ia melakukan pencarian dengan sembunyi-sembunyi tanpa pengetahuan siapapun.