Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 83


__ADS_3

"apa kau yakin Tere ini tempatnya?"tanya Tama dengan ragu, bahkan Steve juga menatapnya dengan tatapan yang berbeda.


"tentu saja,"jawab Tere, ia berlari kecil meninggalkan semua orang, ia mencari keberadaan seseorang di sana.


cukup lama ia mencari tapi belum juga menemukan keberadaan orang itu, Tere memilih untuk menunggu saja.


ia duduk di atas mobil dengan bertumpu pada kedua tangannya,


"kak? kenapa tidak masuk saja?" tanya Greyson dengan pelan, bahkan ia menutupi kepala nya karena silau.saat ingin menjawab nya tiba-tiba saja ia melihat orang yang tengah ia cari.


Steve menjadi khawatir saat melihat Tere melompat dari atas mobil dan berlarian, ia mengkhawatirkan keadaan calon anak nya dan istrinya.


setelah mendapatkan apa yang ingin Tere dapatkan, ia kembali ke bersama adiknya.


"ayo masuk!"seru Tere sambil memutar sebuah kunci di jari nya.


Tere membuka pintu tersebut dengan tersenyum lebar, ia mengingat kenangan pahit saat tinggal di rumah tersebut.


"aku pulang!"seru Tere sebelum benar-benar masuk ke dalam rumah, mereka semua memperhatikan isi rumah itu termasuk Greyson yang terkejut saat melihat isi rumah itu.


"grey, kamu tunggu di sebentar ya! Kakak mau ambil sesuatu dulu di dalam kamar kakak."seru Tere dengan tersenyum yang masih mengembang.


"aku mau ikut kak, Greyson penasaran dengan kamar kakak."ujar Greyson sambil berlari kecil menuju sang kakak.

__ADS_1


"ya sudah ayo."jawab Tere sambil memegang tangan Greyson, tapi bukan hanya Greyson saja yang ikut masuk ke dalam kamar tapi suami dan yang lainnya juga ikut masuk.


Tere memandang ke sekeliling kamar nya, walau tidak besar tapi dia sangat nyaman tidur di kamarnya.


dia juga tersenyum saat melihat semua barang nya masih berada di tempat nya seperti terakhir kali ia meninggal kan rumah ini.


bahkan Tama tidak pernah melihat senyuman Tere seperti ini sebelumnya, walau mereka baru bersama sebentar saja tapi mereka tetap tahu sifat mereka masing-masing.


"Tere, kenapa dulu kalian tinggal di rumah sekecil ini dulu."tanya Leo yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran sepupunya, ada tempat yang besar kenapa harus memilih tempat sekecil ini.


"dulu papa memutuskan untuk membangun bisnis nya sendiri tanpa bantuan dari keluarga gristovert, dan papa sama Mama memilih untuk tinggal berpisah dari keluarga yang lain. sampai akhirnya kami berada di titik paling rendah, di mana awal bisnis papa sudah tertipu dengan kolega bisnis nya dan mereka juga membawa uang papa."


"tapi papa dan mama tidak pernah menyerah, walau di ambang kebangkrutan dulu! papa selalu berusaha untuk membangunnya kembali dan berhasil seperti sekarang, hidup dengan usaha sendiri dan mulai dari bawah tentu membuat kamu sedikit menderita, apalagi orang-orang yang selalu memandang sesuatu dari status mereka."


"bukan kah lebih baik meminta bantuan saja,"tanya Leo dengan penasaran.


"hmm itu pilihan untuk yang terakhir Leo,


kami tidak akan merepotkan orang lain saat kami dalam masalah, hanya membutuhkan waktu yang cukup lama perusahaan kembali berjalan normal kembali dan ya walau banyak rintangan yang ingin membuat perusahaan papa hancur dulu tapi papa aku tidak akan membiarkan itu terjadi. dan hanya berbekalan pengalaman dari grandma tentang bisnis aku bisa membantu papa dulu, seandainya aku tidak belajar dari grandpa mungkin aku tidak akan pernah bisa membantu papa dan hanya bisa menambah beban mereka."


"bagaimana susahnya untuk bertahan hidup?


menjadi omongan orang-orang saat kita susah, memiliki beban berat tapi kita tidak bisa membaginya dengan orang lain.

__ADS_1


merasakan bagaimana susah nya bangkit dari kebangkrutan, bahkan dulu aku tidak mempunyai seorang teman karena aku adalah orang miskin. tapi lihatlah usaha papa,mama dan aku membuah kan hasil dan aku juga tidak ingin Greyson merasakan hal sama seperti ku dulu,cukup aku yang merasakan bagaimana susah nya dulu." ujar Tere dengan lirih, tentu saja dia ikut merasakan bagaimana susah nya orang tua nya dulu, jadi dia tidak ingin kehidupan sang adik sama seperti nya,


"kakak ingin mencari apa di sini?"tanya Greyson yang entah pergi kemana tadi saat sang kakak membahas perjuangan mereka saat hidup susah.


"eumm kakak sedang mencari sebuah buku tentang bisnis dan itu grandpa sendiri yang menuliskan nya untuk kakak, tapi kakak lupa di mana kakak menaruhnya."jawab Tere yang mencoba untuk mengingat kembali di mana ia menyembunyikan buku itu.


Greyson memeriksa semua tempat di dalam kamar sang kakak, untuk mencari yang di ingin kan sang kakak tapi tidak ada, bahkan Greyson mengobrak-abrik dan membuang nya asal.


sampai sebuah foto ikut terjatuh, Charlotte mengambil foto tersebut dan terkejut dengan orang yang berada di dalam foto itu,


Charlotte sampai memandang foto itu tanpa mengedipkan matanya.


"kakak di sini tidak ada, hanya ada buku kecil ini."seru Greyson yang tidak menemukan barang yang diinginkan oleh sang kakak, ia segera menyerahkan buku itu kepada sang kakak, Tere membaca buku itu dan mengetahui di mana buku yang sedang ia cari saat ini.


"apa yang sedang Kakak lakukan?"tanya Greyson saat melihat sang kakak mulai melubangi tembok dekat dengan ranjang yang kecil dan sempit itu.


"nanti juga tahu."jawab Tere, ada beberapa barang yang Tere sembunyikan saat masih remaja dan bahkan ia sembunyikan agar tidak ada yang mengetahui hal itu, Tere mengambil sesuatu di dalam tembok yang baru saja ia lubangi dan ternyata memang benar jika buku sang kakek ada di dalam tembok itu.


"hmm masih bagus semua ternyata, tidak sia-sia dulu aku melubangi mu ya walau aku lupa."gumam Tere dengan pelan, ia mengambil sebuah kotak dan mengambil barang-barang nya, tapi ada satu barang yang tidak ada dan itu sebuah foto.


"kemana hilangnya foto itu? perasaan selalu menyimpan nya disini bersama dengan foto yang lainnya."ujar Tere, Charlotte yang mendengar nya mengulurkan selembar foto di tangan nya.


"ahhh ternyata bersama dengan mu Charlotte, aku pikir sudah hilang tadi!"seru Tere, foto itu bersama dengan seorang anak laki-laki yang berpenampilan culun dan kutu buku yang dulu selalu mengganggunya, tapi ia juga teman Tere yang satu-satunya teman yang ia punya saat keluarga nya bangkrut.

__ADS_1


__ADS_2