
"Charlotte, bagaimana kalau kita hangout bareng di restoran yang biasanya?." tanya Naura dengan menatap wajah Charlotte penuh harap, sahabatnya yang satu ini akhir-akhir ini sangat sulit di ajak pergi bersama.
"boleh, aku akan bilang lebih dulu sama Tama!." seru Charlotte dan mengirimkan pesan kepada Tama, ia memang sudah lama tidak hangout bareng sama sahabat-sahabat nya.
nata dengan yang lainnya tersenyum lebar mendengar perkataan dari Charlotte, mereka lalu saling pandang satu sama lain nya. sepertinya rencana mereka untuk membuat Charlotte lupa dengan masalah nya masih bisa mereka atasi, pikir mereka.
"sayang, aku mau hangout bareng sama temen-temen boleh!." isi pesan Charlotte kepada Tama, tidak berselang lama. suami sudah membalas nya.
"boleh sayang, tapi jangan lama-lama di luarnya ya."jawab Tama, walau ia sedang rapat tapi ia masih tetap membalas pesan dari istrinya, mungkin dengan cara istri nya bersama dengan sahabatnya bisa melupakan sejenak masalah tentang Steve.
"terima kasih sayang, kamu memang suami terbaik." seru Charlotte, Tama yang melihat balasan dari istrinya tersenyum lebar. walau terkadang mereka bersikap seperti tom and Jerry, sering berantem dengan masalah sekecil apapun itu. tapi mereka juga cepat berbaikan, karena tidak bisa saling cuek satu sama lain nya.
"tapi tidak gratis ya sayang, kamu harus membayar nya nanti malam." balas Tama, ia sangat suka menggoda istri nya, ia pastikan saat ini pasti pipi nya sangat merah. Charlotte yang melihat isi pesan Tama, mencibirkan mulutnya. ia menyesal karena telah memuji suami nya itu, tapi nyata nya suami nya itu tidak mau rugi.
"dasar otak mesum, aku tidak mau." balas Charlotte, ia sampai menundukkan wajahnya agar teman-teman nya tidak menyadari jika pipinya sudah merah seperti kepiting rebus. Tama yang melihat isi pesan dari istrinya tertawa terbahak-bahak, ia sampai lupa jika ia sedang rapat dengan beberapa klien dan ada beberapa staf kantor nya.
"kamu kenapa Charlotte?."tanya nata saat melihat Charlotte yang tiba-tiba menundukkan wajahnya,
__ADS_1
"hah... tidak ada, ayo masuk. bentar lagi pelajaran akan di mulai."jawab Charlotte sedikit gugup dan ia memilih meninggalkan teman nya yang masih memandang nya dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
mereka pun juga pergi dari kantin masuk kedalam kelas mereka, seperti biasa clowi selalu duduk di samping Charlotte dan di ikuti yang lainnya.
pelajaran sudah di mulai kini mereka fokus pada materi yang di berikan oleh dosen mereka, setelah satu jam lama nya kini pelajaran selesai dan mereka memilih hangout ke tempat biasanya mereka berkumpul.
cukup ramai tempat nya, Charlotte menyipitkan matanya saat sekilas melihat sosok Tere yang tengah berdiri di tepi jalanan di seberang restoran yang saat ini Charlotte tempati.
Charlotte menggercapkan matanya beberapa kali untuk memastikan penglihatannya, saat ia masih melihat Tere yang berdiri di sana, Charlotte segera berlari menuju keluar tanpa memperdulikan tatapan mata sahabat nya yang tengah menatapnya penuh kebingungan.
namun sayangnya saat Charlotte sudah hampir sampai disana, sesosok Tere sudah tidak ada lagi. Charlotte membuang nafasnya dengan kasar, ia tidak mungkin salah lihat tadi. sepertinya dia harus memberitahu tentang ini kepada Tama, tapi ia takut jika Tama tidak mempercayai nya.
Charlotte kembali berjalan masuk kedalam restoran tempat ia dan teman-temannya hangout bareng, Charlotte berjalan tak semangat. ia benar-benar merindukan sosok kakak iparnya, dengan cemberut ia kembali duduk di dekat nata yang kini menatap nya tajam.
"kamu kenapa lagi Charlotte?." tanya nata dengan memijat pelipisnya saat melihat raut wajah Charlotte yang bertambah murung, tidak seperti tadi saat mereka sedang menuju kesini.
"tadi aku lihat kak Tere, tapi setelah aku hampir sampai di sana tiba-tiba saja kak Tere sudah tidak ada." jawab Charlotte dengan lirih, Nata dengan yang lainnya yang mendengar perkataan dari Charlotte menjadi pucat dan saling pandang satu sama lainnya.
__ADS_1
"ka kamu se serius Charlotte!."seru Naura yang ketakutan dan melihat ke sekeliling nya, dulu tempat ini adalah tempat pertemuan pertama mereka dengan kak Tere. kini mereka menjadi takut, apa lagi Tere terjatuh dari jurang dan belum ketemu.
"aku serius Naura, untuk apa aku berbohong kepada kalian." jawab Charlotte kesal, karena temannya tidak mempercayai nya.
"Bu bukan be begitu maksud ku Charlotte! kamu kan tahu sendiri jika kak Tere masih belum ketemu." jawab Naura gugup karena saking takutnya dia saat ini, bahkan tangan nya sudah dingin. Charlotte yang mendengar nya terdiam, teman nya memang benar jika kakak iparnya belum ketemu sampai sekarang, bahkan polisi saja sudah angkat tangan untuk mencari keberadaan nya.
"atau mungkin yang kamu lihat itu arwah nya kak Tere, Charlotte. secara kita pernah bertemu di sini dengan nya kan," jawab clowi asal, ia menjadi parno sekarang, apalagi mendengar Charlotte melihat Tere di sini. bisa-bisa nya tidak akan bisa tidur malam ini, memikirkan nya.
bahkan ia berdoa agar Tere tidak muncul dalam mimpi nya malam ini, clowi menarik nafas dalam-dalam agar lebih Rileks. nata yang melihat ketakutan di wajah clowi menahan tawanya, nata sendiri tidak percaya dengan hal-hal seperti itu. ia menganggap bahwa Charlotte berhalusinasi saja tadi sampai-sampai ia melihat Tere tadi.
"mungkin kamu hanya salah lihat saja Charlotte!." sanggah nata dengan pelan, Charlotte mengangguk kan kepala nya, mungkin nata memang benar jika ia sedang salah lihat saja.
disisi lain Tama yang sudah selesai rapat dengan klien,pergi meninggalkan perusahaan nya. ia ingin makan siang bersama dengan istrinya Charlotte, baru beberapa meter Tama menghentikan mobilnya dan menatap ke luar kaca mobil saat pandangan nya melihat Tere yang sedang duduk di sebuah taman sendirian.
bukan hanya itu, Tama juga melihat Tere menggunakan pakaian yang terakhir ia pakai. Tama yang ingin keluar dari dalam mobil di kejutkan dengan bunyi klakson dari arah belakang, Tama akhirnya memutar balik ke tempat Tere tadi tapi sayangnya, sepupunya sudah tidak ada di sana lagi.
Tama menarik nafas dalam-dalam dan menggusar wajah dengan kasar, ia tidak mungkin salah lihat tadi. ia benar-benar melihat Tere yang tengah duduk sambil mengayunkan kakinya,persis waktu ia kecil dulu. apalagi taman yang Tere datangi tadi adalah taman yang sering Tere,Tama dan Leo bermain bersama dulunya.
__ADS_1
Tama kembali ke dalam mobil nya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia masih memikirkan kejadian tadi yang sempat membuatnya bingung sendiri. Tama telah sampai di restoran tempat istri beserta sahabatnya berada, bahkan ia juga melihat Leo beserta istrinya juga berada di sana. lalu