
"oh iya dad, lalu siapa yang selama ini menggantikan posisi kak Tere dan uncle derent di perusahaan." tanya Charlotte, ia tidak peduli dengan Tama yang terus menatapnya dengan tatapan tajam. Tama sendiri sangat kesal karena tidak di hiraukan oleh Charlotte.
"kalau tidak salah sekertaris pribadi nya Tere dan asisten pribadi nya derent, sayang,"jawab Dady Mike, ia sendiri pernah datang ke sana untuk melihat keadaan derent namun sayangnya ia tidak di sana waktu itu dan hanya bisa bertemu dengan bawahan Tere.maupun derent.
"kenapa uncle derent menyerahkan begitu saja perusahaan nya untuk di kelola mereka, ya walau hanya sementara bukankah itu akan membuat mereka semua akan bertindak sesuka hati nya sendiri." jawab Charlotte, walau mereka orang kepercayaan tapi tidak seharusnya mempercayai mereka begitu saja, apalagi memberikan kepercayaan penuh terhadap perusahaan.
"yang kamu katakan memang benar sayang, tapi ini keputusan langsung dari derent dan kita tidak berhak untuk ikut campur dalam bisnis nya."jawab Dady Mike, ia juga takut jika suatu saat nanti orang kepercayaan derent akan mengkhianati perusahaan yang sudah di bangun susah payah dari nol.
"iya Charlotte, kita tidak bisa ikut campur aduk dalam keputusan derent yang ingin mereka mengelola perusahaan nya walau itu hanya sebentar saja. tapi yang kata kan juga ada benar nya sayang," ujar Dady Reyhard dengan tenang, ia mencoba untuk berpikiran positif dan tidak memikirkan tentang yang belum pasti akan terjadi.
"tapi kamu tenang saja sayang, mereka tetap di pantau oleh derent melalui cctv."ujar nya lagi, kakak nya tidak mungkin lepas tangan begitu saja dari perusahaan yang sudah ia bangun dan di kembangkan sendiri oleh putrinya.
"apa kak Tere baik-baik saja di luar sana." ujar Charlotte dengan lirih, ia masih berharap jika kakak iparnya masih hidup dan baik-baik saja.
"Tere pasti baik-baik saja sayang, Tere wanita yang kuat."seru Dady Mike, walau ia sendiri tidak yakin dengan perkataan nya tapi ia berharap besar jika Tere kembali dengan selamat.
walau kecil harapan mereka tapi mereka tidak menyerah begitu saja, tanpa ada yang tahu tentang keadaan Tere saat ini. tapi mereka berdoa untuk keselamatan Tere di manapun ia berada, Dady Mike ingat Dengan perkataan terakhir dari orang yang telah membunuh menantunya saat itu. jika Tere terjun ke dalam jurang bersama dengan janin di kandungan nya, apa Steve terburu-buru pergi dari rumah karena sudah tahu jika Tere sedang mengandung anak nya atau Steve tidak tahu semua ini.
__ADS_1
"Charlotte, apa kakak kamu tahu saat itu Tere sedang hamil sayang." tanya Dady Mike kepada putrinya, mungkin putri nya juga tahu tentang ini karena putri sangat dekat dengan kakaknya.
Charlotte mengernyitkan keningnya dan mencoba untuk mengingat nya,
"sepertinya kakak tahu dad, karena waktu itu kak Tere menitipkan sebuah surat kepada Charlotte untuk di berikan kepada kak Steve." jawab Charlotte saat belum sadar jika ia kelepasan bicara, setelah ia sadar ia mengatupkan bibirnya kuat-kuat agar tidak bicara yang tidak-tidak lagi.
mereka saling pandang saat mendengar perkataan dari Charlotte, itu artinya Charlotte pernah bertemu dengan Tere sebelumnya. tapi kapan dan dimana mereka bertemu, kenapa mereka tidak mengetahui nya.
Tama menatap tajam ke arah istri nya yang tengah menundukkan kepalanya, ia berpikir kenapa istri nya tidak memberitahu dirinya dan malah berbohong kepada nya. Dady Mike menyipitkan matanya menatap wajah Charlotte yang berada di dekat saat ini.
"kapan kamu bertemu dengan Tere sayang."tanya Tama, ia tidak sabar untuk segera mengorek informasi dari Charlotte. Charlotte sendiri menggeleng kan kepala nya, ia masih ingat janji nya kepada tere,saat bertemu dengan nya di taman.
"apa Tere yang meminta mu merahasiakan ini semua sayang."tanya Dady Mike dengan lembut, Charlotte mengangguk kan kepala nya. sekarang mereka mengerti kenapa Charlotte menutup rapat mulutnya.
"apa kamu bertemu dengan Tere sebelumnya sayang"tanya Dady Mike kembali dan lagi-lagi Charlotte menganggukkan kepalanya, dan mereka semakin penasaran.
"bicaralah sayang, kita semua tidak akan marah kepada mu dan menyalahkan mu nanti,"bujuk Dady Mike, Charlotte mengangkat wajahnya dan menatap mereka satu persatu. tatapan nya kini tertuju pada Tama, dan Tama mengangguk kan kepala nya.
__ADS_1
"eumm sebelum kejadian yang menimpa kak Tere dad."ujar Charlotte pelan, ia benar-benar takut jika mereka menyalahkan dirinya, dan tentu saja yang paling ia takuti adalah kemarahan nya sang kakak.
"apa yang terjadi saat itu sayang? kamu tidak perlu takut."jawab Dady Mike berusaha menyakinkan bahwa mereka semua tidak akan menyalahkan diri nya. jika ini ke inginan Tere sendiri, mereka juga tidak punya hak untuk marah kepada Charlotte.
"waktu pulang ke rumah Dady Reyhard, kak Tere mengirimkan pesan singkat ke handphone Charlotte. dan itu saat Charlotte masih ada di perjalanan pulang." ujar Charlotte, ia ingat semua pesan yang di kirimkan oleh Tere untuk nya saat itu. Charlotte mengambil nafas dalam-dalam sebelum menceritakan nya kembali. "kak Tere bilang ingin bertemu dengan Charlotte di taman xxx, tapi kak tere juga memberitahukan untuk datang sendiri ke sana dan tidak boleh ada yang tahu tentang pertemuan kita nantinya, termasuk kak Steve," ujarnya lirih, jika ia tahu semua akan terjadi mungkin ia tidak akan meninggalkan Tere sendirian waktu itu.
mereka semua diam dan tidak ada yang bersuara saat Charlotte menghentikan ceritanya, mereka tahu jika Charlotte membutuh waktu untuk itu. Charlotte kemudian menatap Dady Mike dengan sendu.
"saat Charlotte ingin ke kampus perasaan Charlotte tidak tenang, Charlotte waktu itu membolos agar bisa bertemu dengan kak Tere dengan secepatnya. karena Charlotte sangat penasaran akan apa yang ingin di sampaikan oleh kak Tere waktu itu," ujar Charlotte menjeda kembali cerita nya, ia benar-benar takut jika mereka akan di salah kan oleh mereka semua.
"setelah itu Charlotte mengirimkan pesan kepada kak Tere untuk bertemu saat itu juga dan Charlotte segera pergi ke taman xxx, tapi setelah sampai di sana ada beberapa orang yang terus menerus memperhatikan kita waktu itu, dan kak Tere meminta ku untuk tidak menghubungi siapapun dan bersikap untuk tenang. kak Tere sendiri juga sudah mengetahui nya jika ada yang mengikuti nya tapi ia tetap diam, kak Tere mengatakan jika ia menyembunyikan sebuah surat di kamar Charlotte dan memintaku untuk memberikan nya langsung kepada kak Steve dan tanpa sepengetahuan dari orang lain termasuk Dady, dan mommy. setelah selesai berbicara dengan kak Tere,ia meminta untuk segera pergi dari sana dan meninggalkan nya sendiri, tapi sebelum pergi kak Tere bilang untuk tidak melihat ke arah belakang apapun yang terjadi." ujar Charlotte dengan lirih
"apa kamu waktu itu langsung pergi dari sana sayang" tanya Tama, Charlotte pun menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"tidak,aku sempat berhenti. tapi kak Tere menyuruh untuk pergi dari sana secepat mungkin.dan aku hanya bisa mengikuti kemauan kak Tere saat itu," jawab Charlotte dengan menautkan kedua tangannya.
"apa mereka waktu itu mengikuti mu sayang?." tanya Tama kembali, jika seperti ini. itu artinya sepupunya sudah tahu jika mereka sedang menargetkan dirinya waktu itu, dan ia memilih Charlotte untuk segera pergi meninggalkan nya agar tidak terlibat dalam masalah nya.
__ADS_1
"mereka tidak mengikuti ku, karena sebelum datang ke sana kak Tere berpesan agar aku membawa sebuah buku untuk di baca di sana dan berpura-pura tidak melihat nya." jawab Charlotte yang mulai tenang.
"jika seperti ini, Tere sudah tahu jika mereka berdua tidak akan bisa kembali lagi setelah dari taman tempat kalian bertemu, tapi kenapa Tere memilih untuk tetap diam?." ujar Dady Reyhard, ia berpikir untuk mencari tahu Jawaban dari semua ini, begitu juga dengan yang lainnya.