Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 75


__ADS_3

Tere menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan dari sepupu nya, lalu ia berkata kepada sepupunya itu


"kamu terlalu banyak bicara Leo? bukan kah sekarang ini aku baik-baik saja, selama ada Nile , aku akan baik-baik saja." jawaban Tere tentu membuat Steve tidak suka, begitupun dengan kedua sepupunya.


"dia hanya seorang asisten Tere? tugas dia memang harus menjaga atasan nya," ujar Tama dengan nada dingin, entah mengapa ia merasa tidak nyaman jika sepupunya membahas asisten pribadi nya,


"bagi kamu dia hanya seorang asisten Tama, tapi bagiku dia lebih dari itu. dia yang selalu menemaniku di saat susah, menghadapi semua masalah bersama dengan ku dan dia yang membuat ku bangkit dari keterpurukan dulu, Nile adalah keluarga ku,sahabat maupun kakak bagiku! aku tidak suka ada yang menghina nya di depan ku, kalian memang sepupu ku tapi kalian tidak boleh merendahkan martabat nya,"jawab Tere dengan tegas, ia memang tidak suka ada yang merendahkan Nile di hadapan nya, tentu saja kecuali dirinya sendiri.


"apakah dia lebih penting dari suami kamu Tere?" tanya grandma Monica yang sedari tadi hanya diam saja,


"Nile dan Steve berbeda grandma, Steve memang suami Tere tapi dia tidak mempercayai Tere seperti Nile percaya dengan ku, Nile dan Steve sama-sama penting untuk ku grandma, Nile yang selalu ada di saat aku susah maupun senang. di saat semua orang meragukan kemampuan Tere di bidang bisnis justru Nile yang maju terdepan untuk membelaku dan melindungi Tere, tapi jika Tere di suruh untuk memilih antara Steve atau Nile tentu Tere akan memilih keluarga Tere dan itu artinya memilih Steve, tapi Tere tidak mau meninggalkan Nile sendiri,dia juga sama pentingnya untuk Tere."jawab Tere dengan tegas, walau sebentar lagi dia harus melepaskan Nile agar bisa kembali dengan keluarga Nile, walau berat tapi dia tidak ingin egois.


ada keluarga yang sedang menanti kepulangan Nile, dia tidak mungkin menahan Nile bersama dengan nya sementara keluarga nya sudah sangat lama menanti nya.


"apa itu artinya kamu mencintai Nile selama ini Tere?"tanya Dady Axel, dia tidak ingin putra nya menjadi tidak bahagia jika Tere benar-benar tidak mencintai nya.


"dady salah mengartikan omongan ku tadi!


Tere mencintai Nile sebagai seorang adik yang mencintai kakaknya, jika Tere mencintai Nile, lalu untuk apa Tere menikah dengan Steve, dad, bukankah seharusnya Tere menikah dengan Nile saja jika Tere mencintai nya."jawab Tere yang membuat Steve tersenyum lebar menatap wajah istrinya,


"apa kamu tidak ingin tinggal di rumah Dady lagi Tere?" tanya Dady Axel dengan lembut,


"Tere ingin tinggal di rumah papa dulu Dady, Tere ingin menenangkan pikiran dulu."jawab Tere dengan jujur, saat ingin berbicara kembali tiba-tiba Tere merasakan sakit luar biasa di kepala nya, Tama yang duduk di samping nya menjadi khawatir.

__ADS_1


"Tere, apa kamu baik-baik saja?"tanya Tama dengan memegang tangan Tere yang sedang memegang kepalanya yang sakit, Tere tidak menjawab nya dan itu membuat mereka semua menjadi khawatir karena Tere baru saja sadar.


Tere menekan tombol kecil di samping tempat tidur nya, ia memanggil Nile dengan tombol itu dan sontak membuat Nile menjadi khawatir.


Nile berlari menuju ke kamar tidur Tere yang jaraknya memang cukup jauh dari kamar nya tidur nya saat ini. setelah sampai Nile segera masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu kamar terlebih dahulu, ia melihat Tere yang sedang kesakitan segera berjalan menuju lemari pakaian milik Tere, ia membuka lemari itu dan mencari sesuatu di sana. setelah mendapatkan nya Nile segera menghampiri Tere yang masih kesakitan di atas ranjang tidur nya.


Nile mengambil beberapa obat yang memang sudah ia siapkan sebelum nya tanpa sepengetahuan dari orang lain, Nile memberikan obat itu dan segelas air putih dan Tere segera meminum obat nya.


"obat itu aman untuk mu, aku sudah mengganti nya."seru nile saat melihat tatapan mata Tere kepada nya, Tere menjadi lebih tenang dan rasa sakit kepala nya berangsur membaik setelah meminum obat pemberian Nile.


"tidurlah, jangan sampai kamu sakit kembali."timpalnya ia juga membantu Tere berbaring kembali,


"tolong pijat kepala nona dengan pelan tuan Steve, nona apa anda sudah lebih baik."imbuh nya dan mendapatkan anggukan kecil dari Teresa,


"Nile"panggil Tere dengan memejamkan matanya saat Steve memijat pelan kepala nya,


"kontrak kerja kamu sebentar lagi habis kan, kamu tidak perlu menunggu kontrak kerja kamu benar-benar habis, kamu sudah bisa kembali ke keluarga mu Nile," jawab Tere dengan pelan, ia berusaha tetap tenang agar Nile tidak membantah keinginannya. tentu saja perkataan Tere membuat mereka semua terkejut termasuk Nile sendiri.


"apa anda sudah tidak membutuhkan saya lagi nona?" tanya Nile yang tidak suka mendengar perkataan dari Tere,


"aku masih membutuhkan mu Nile! tapi aku tidak mau egois, keluarga mu juga membutuhkan mu saat ini."jawab Tere dengan jujur, ia membuka matanya dan menatap wajah Nile yang tengah menatapnya dengan tatapan yang penuh kekhawatiran.


"jika anda masih membutuhkan saya, tolong jangan lepaskan saya nona. biarkan saya tetap berada disisi anda sampai saya benar-benar tidak ingin berada di samping anda lagi nona." ujar Nile, ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa supaya masih tetap bisa berada di samping perempuan yang ia kagumi dari dulu, walau tidak bisa memiliki nya setidaknya ia masih bisa bersama dengan nya sampai nanti.

__ADS_1


"Nile, aku tahu kita sudah banyak menghadapi semua masalah bersama tapi keluarga kamu juga membutuhkan mu Nile, sudah cukup kamu membantu dan sekarang kembalilah kepada keluarga mu. mereka semua merindukan mu Nile," jawab Tere dengan tegas, mungkin ia akan kesusahan untuk mencari pengganti Nile sebagai asisten pribadi nya tapi mau bagaimana lagi, Nile juga mempunyai keluarga sendiri.


Nile menarik nafas dalam-dalam sebelum membuka suaranya kembali, ia benar-benar tidak bisa meninggalkan Tere sendirian untuk bekerja.


"baiklah nona, jika itu kemauan anda. tapi berjanjilah satu hal kepada saya, nona." ujar Nile dengan lembut, ia tidak ingin Tere terluka kembali seperti dulu maupun sekarang saat dia tidak berada di sisinya.


"apa?"tanya Tere


"biarkan saya tetap berada di sisi anda sampai anda benar-benar pulih, biarkan saya membantu anda mewujudkan impian anda sebelum saya pergi. setelah saya kembali kepada keluarga saya! tolong biarkan saya tetap menjadi asisten pribadi anda."jawab dengan tegas dan mengatakan sesuatu yang membuat Tere terdiam sejenak dan menatap lekat kearah nya.


"aku bisa mengabulkan semua keinginan mu tapi untuk keinginan terakhir mu seperti nya akan susah Nile, jika keluarga kamu setuju kamu tetap bekerja dengan ku, aku akan menerima kembali kamu tapi jika mereka tidak setuju tolong maafkan aku tidak bisa menerima kamu lagi. ayolah Nile jangan berbicara seserius ini, aku hanya meminta mu untuk kembali ke keluarga mu saja kan tidak meminta mu untuk berperang,"ujar Tere seraya bercanda dengan Nile,


"aku ingin melihat mu menjadi pesaing bisnis ku Nile, ayo kita bersaing siapa di antara kita yang akan lebih unggul."imbuh nya dengan mengulurkan tangannya ke arah Nile, Nile menghela nafas saat mendengar perkataan dari Tere.


"saya tidak ingin menjadi pesaing anda nona!


saya ingin menjadi partner bisnis anda."jawab Nile dengan menjabat uluran tangan Tere dengan tersenyum lebar, ini adalah kedua kalinya ia melihat Nile tersenyum kepada nya.


"kalau begitu mohon bantuannya Presdir Nile, atau aku harus memanggil nama yang lainnya."ujar Tere dengan tersenyum lebar ke arah Nile.


"saya lebih suka anda memanggil saya dengan Tere meminta Nile,nona."jawab Nile


"eumm, terima kasih Nile, sekarang kamu istirahat lah aku sudah baik-baik saja sekarang."seru Tere dengan melepaskan tangannya, ia masukkan kedua tangannya ke dalam saku celana nya.

__ADS_1


"hemm ya, kamu juga istirahat lah. selamat malam Tere,"ujar Nile tanpa embel-embel nona saat menyebut nama Tere, Tere yang mendengar nya tersenyum lebar, sudah dari dulu dia meminta Nile agar memanggilnya dengan nama saja jika mereka tidak bekerja tapi Nile tidak pernah mau,


"hmm ya,"jawab Tere dan terus menatap Nile yang berjalan keluar dari kamar nya, Tere menundukkan kepalanya saat melihat Nile benar-benar sudah tidak terlihat kembali.


__ADS_2