Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 86


__ADS_3

setelah kepergian Steve bersama istrinya, Nile tidak mengatakan apa-apa kepada keluarga nya dan ia bersikap acuh dengan keberadaan sang adik yang sekarang duduk di samping nya.


"pergilah"ujar Nile kepada sang adik, Lucas hanya tersenyum menanggapi perkataan dari sang kakak. jika mereka tidak ada konflik keluarga mungkin hubungan mereka akan baik-baik saja saat ini.


"bagaimana kabar kamu son?"tanya sang papa, Nile menatap dingin ke arah mereka.


"bukankah kalian semua sudah melihat nya sendiri."jawab Nile dengan ketus bahkan ia tidak ingin melihat wajah keluarga nya, ia masih marah kepada mereka semua.


"apa kamu tidak merindukan mama sayang? kenapa kamu tidak pernah memberikan kabar kamu kepada kami?."


"apakah itu penting? pulang lah, aku akan pulang sendiri nanti, kalian tidak perlu khawatir."


"apa kamu lebih suka bersama dengan perempuan yang tadi sayang dari pada dengan keluarga mu sendiri?"


"setidaknya dia tidak menganggap ku sebagai beban di dalam hidupnya,"


"kami tidak bermaksud untuk melukai perasaan mu Lucifer, kami hanya bercanda saja." mereka tidak menyangka jika obrolan mereka waktu itu membuat putra pertama mereka sakit hati dan pergi dari rumah.


"ck, bercanda kalian bilang."


"kenapa kamu tidak memakai nama yang kami berikan saat bekerja dengan nya? apa dia juga yang melarang mu untuk tidak pulang dan memakai nama orang lain." tanya sang mama, bahkan mereka tidak menyadari jika Tere sudah berdiri di depan pintu ruangan Nile saat ini, niat hati untuk mengambil barang yang ketinggalan justru ia mendengar kan perkataan mereka semua.


"jangan berbicara yang tidak-tidak tentang nya karena aku tidak menyukai nya, dia bahkan terus meminta ku untuk pulang tapi aku tidak mau dan untuk nama aku yang meminta nya." jawab Nile dengan dingin, pandangan nya teralihkan pada sebuah buku kecil di atas nakas samping ranjang pasien.


Tere mengetuk pintu sebelum masuk dan tersenyum kecil saat melihat Nile menatap ke arahnya.


"maaf, saya hanya ingin mengambil buku saya yang ketinggalan."

__ADS_1


"apakah ini?"tanya Nile dengan memegang buku kecil.


"emm iya."Nile menyerahkan buku itu, ia menyipitkan matanya saat melihat mata Tere yang sedikit sembab.


"apa kamu habis menangis?"tanya Nile dengan menarik tangan Tere agar lebih dekat dengan nya.


"tidak."


"kamu berbohong."


"tidak Nile! aku pulang dulu ya, besok aku akan datang kembali." Nile hanya menatap kepergian Tere yang terlihat terburu-buru, sebelum Tere benar-benar pergi ia kembali berbicara kali ini dengan nada serius.


"Nile! sebelum kamu pulang ke Jerman aku harap kamu menyelesaikan masalah kamu dengan nya terlebih dahulu, beri dia status yang jelas, walau kamu belum mencintai nya tapi setidaknya kamu bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan."


"tentu saja aku akan mempertanggung jawabkan nya, kamu tidak perlu khawatir tentang ini."


"aku senang mendengar nya, ngomong-ngomong dia ada di kamar sebelah kamu dan ada kejutan untuk mu nanti saat kamu bertemu dengan nya."


"rahasia, aku pergi dulu." jawab Tere dengan tersenyum kecil saat memperhatikan ekspresi wajah Nile yang seperti nya sedang kebingungan.


"apa yang dia maksud? aku berharap bukan wanita jadi-jadian."gumam Nile, ingin segera menemui perempuan itu dan meminta maaf. saat hendak turun tiba-tiba.


"mau kemana kak?" tanya lucas dengan menghalangi Nile yang ingin turun dari ranjang pasien.


"keluar sebentar."jawab Nile dengan dingin


"kamu baru sadar sayang, istirahat lah dulu!" seru sang mama, ia khawatir dengan keadaan putra pertama nya. walau putra nya memasang wajah dingin kepada nya tapi ia tidak peduli.

__ADS_1


"aku sudah tidak apa-apa."


mereka semua hanya bisa pasrah saat Nile pergi dari mereka, tapi mereka tidak ada yang mengejarnya mungkin putra nya butuh waktu sendiri sementara waktu.


"Lucas tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan atasan kakak,pa! yang aku dengar-dengar dia sangat sulit di temui dan orang nya juga sangat tertutup oleh media." ujar Lucas, bahkan jika dia tidak bisa bertemu dengan atasan kakak nya lewat bisnis nya, dia akan meminta sang kakak untuk mempertemukan nya dengan atasan sang kakak.


selama ini Lucas juga sudah berusaha untuk bertemu langsung dengan Tere namun setiap kali ada acara penting ia tidak pernah melihat kedatangan Tere di antara pebisnis lainnya.


"kakek juga tidak menyangka jika dia masih sangat muda dan sepertinya umur dia masih di bawah mu." ujar sang kakek yang tidak kalah antusias saat mengetahui jika cucu nya bekerja dengan orang yang tepat.


"dia juga cantik tapi sayang dia sudah punya suami, dan terlebih lagi ternyata dia menantu di keluarga Tyson young."timpal papa nya Lucas,


"tapi kenapa keluarga young menyembunyikan tentang pernikahan putra mereka? aku juga tidak pernah mendengar Clara membicarakan tentang menantu nya selama ini!."


"karena Tere yang meminta pernikahan mereka di sembunyikan dari publik, dia tidak mau pernikahan nya mempengaruhi perkembangan perusahaan nya nanti jika mereka ada masalah keluarga." jawab Nile yang tiba-tiba masuk dengan menggendong anak kecil laki-laki yang sekitar umur tiga tahunan, Lucas dengan yang lainnya terkejut bukan karena perkataan dari Nile tapi siapa yang berada di gendongan Nile saat ini.


"itu anak siapa kak?" tanya lucas, ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah anak laki-laki itu, Karena anak kecil tersebut menyembunyikan wajahnya.


"putra ku."semua orang terkejut dengan perkataan dari Nile, bagaimana mungkin kakak nya sudah mempunyai anak sebesar ini dan terlebih lagi anak itu juga sangat nyaman di pelukan sang kakak.


saat ingin kembali bertanya mereka kembali di kejutkan dengan kedatangan seseorang perempuan yang seperti nya seumuran dengan atasan kakak nya.


"kenapa kamu main membawa nya begitu saja?"kesal Valerie saat mengetahui putranya di bawa paksa oleh pria yang sama empat tahun yang lalu.


"dia juga putra ku! jadi aku juga berhak untuk membawa nya."


"setidaknya minta izin dari ku terlebih dahulu, dia sedang sakit dan kamu main asal bawa saja."ketus Valerie bahkan dia masih belum sadar bukan hanya mereka saja yang berada di ruangan tersebut.

__ADS_1


"aku akan meminta dokter untuk satu ruangan bersama ku!"


"terserah, berikan dia kepada ku! seru Valerie yang ingin meraih kembali putra nya di gendongan Nile, tapi ia terkejut saat melihat ada beberapa orang lainnya berada di dalam ruangan Nile saat ini.


__ADS_2