Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 42


__ADS_3

lagi-lagi Tere harus menjalani kehidupan nya seperti dulu lagi, bahkan kini ia di nyatakan lumpuh akibat kecelakaan yang menimpa nya.


Tanpa di sadari kedua orang tuanya, Tere datang ke acara ulang tahun perusahaan nya dengan menggunakan kursi roda dengan di dorong oleh asisten pribadi nya.


papa derent yang baru tiba di sana langsung berjalan menuju tempat duduk nya, iya juga mengabaikan keberadaan keluarga young termasuk menantu nya.


Mike dengan yang lainnya berjalan menuju ke arah derent berada, mereka ingin menanyakan kepada mereka kenapa waktu itu mereka pergi dengan terburu-buru.


"derent."panggil Mike, sedangkan derent acuh saja melihat mereka terutama melihat suami putri nya. kemarahan nya juga di tunjukkan untuk keluarga sang adik.


"apa terjadi sesuatu kemarin, kenapa kalian terburu-buru untuk pergi?." tanya Mike yang duduk di dekat mereka.


"seharusnya kamu tanyakan kepada putra mu yang kamu banggakan itu Mike, apakah dia tahu tentang sesuatu atau tidak. dan apa kalian tahu aku menyesal menikahkan putri ku dengan putra mu yang ba*ji*Ngan ini." ujar derent dengan marah.


"apa maksud mu derent." tanya Dady Mike dengan menyipitkan matanya, sebelum papa derent menjawab nya, sudah terpotong oleh pembawa acara.


"Selamat malam semua para tamu undangan yang terhormat, sebelum nya kami ucapkan atas kehadiran kalian disini. dan berdiri nya saya di sini untuk mengatakan sesuatu hal, mungkin Presdir kami akan telat datang karena beliau sedang mengalami kecelakaan kemarin dan itu juga mempengaruhi kesehatan nya." ujar orang tersebut yang tak lain adalah Nichole, sedangkan Mike dengan yang lainnya terkejut kecuali derent dan istrinya.


saat mereka sedang asyik mengobrol, mereka di kejutkan dengan kedatangan Tere yang tengah duduk di kursi roda dengan di dorong oleh asisten pribadi nya. Steve yang melihat itu hanya terdiam begitu juga dengan yang lainnya.

__ADS_1


para tamu pun memberikan ucapan selamat kepada Tere, walau dalam keadaan seperti ini, ia masih bisa menjaga nama baiknya di antara kolega bisnis nya.


kini pun para tamu undangan sudah pulang, dan hanya tersisa keluarga nya. Tere yang melihat sang suami hanya diam saja di tempat nya, hanya tersenyum getir. apalagi ternyata Steve datang bersama dengan kekasih nya.


Tere memutuskan untuk menghampiri keluarga nya, dia dapat melihat wajah terkejutnya mereka saat ia tiba dengan kursi roda, begitupun dengan kedua orang tuanya.


"Tere ka kamu." ujar papa derent yang tidak sanggup berkata lagi melihat kondisi putrinya.


"Tere baik-baik saja pa, papa tidak perlu khawatir kan aku!." jawab Tere yang berusaha tersenyum.


"Steve kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa kepada Dady tentang kondisi istrimu." tanya Dady Mike menatap tajam ke arah putra nya terutama pada pada seseorang yang berada di samping putra nya.


"Nile! tolong panggil kan jeck kemari?." perintah Tere kepada Nile, sedang kan nile segera pergi meninggalkan mereka.


Tere kemudian mendorong kursi roda nya sendiri untuk menghampiri sang suami. setelah di dekat nya Tere terdiam sejenak dan mengatur nafas nya.


"Steve, apa aku boleh bertanya sesuatu kepada mu?. tanya Tere dengan tersenyum manis menatap wajah sang suami. Steve pun menjajarkan tubuh nya dengan Tere. melihat Tere yang seperti ini membuat nya sakit.


"kamu mencintai nya Steve."imbuh nya, namun masih tidak ada jawaban dari sang suami, walaupun begitu ia sudah mendapatkan jawaban sendiri.kemudian Tere memegang wajah Steve dengan tatapan sendu dan berkata.

__ADS_1


"aku merelakan mu untuk menikah dengan nya, asal itu membuat mu bahagia." ujar Tere, sedangkan yang lainnya bagai di sambar petir saat mendengar perkataan dari Tere.


"nona! ini yang anda mau." ujar Nile dengan menyerahkan sebuah map coklat.


"mari kita bercerai Steve, kita akhiri hubungan ini dengan baik-baik. aku tidak ingin menjadi penghalang antara kamu dengan orang yang kamu cintai." ujar Tere, walaupun merasakan sakit hati, tapi ia berusaha tegar. Steve yang mendengar nya pun menatap wajah Tere dengan seksama.


"tidak Tere, menantu Dady hanya kamu. orang lain tidak akan di terima di dalam keluarga Dady." ujar Dady Mike dengan tegas.


"Dady, tolong hargai keputusan Tere ini. mungkin ini memang yang terbaik untuk kita, Tere tidak mungkin mempertahankan pernikahan ini lagi, jika Tere memaksakan kehendak Tere, ini tidak akan bisa membuat kita bahagia." ujar Tere dengan menundukkan kepalanya.


"tolong segera tanda tangani berkas ini Steve, pa! ayo pulang, Tere sangat lelah." ujar Tere dengan menahan tangisannya, sedangkan yang lainnya masih terdiam.


" aku benar-benar kecewa dengan putra mu Mike, setelah dia mendapatkan sesuatu yang ia inginkan, dia langsung membuang istri nya. ini sungguh luar biasa." ujar papa derent dengan kecewa.


"kamu berhasil membuat rumah tangga putri ku menjadi berantakan, ingat satu hal , sebagai seorang ayah aku tidak akan melepaskan mu dan juga keluarga mu begitu saja!." kecam papa derent dan meninggalkan mereka semua.


"kak tolong tunggu sebentar."ujar Reyhard, sebelum sang adik berkata kembali segera ia potong.


"jangan pernah datang ke rumah keluarga kami lagi Reyhard, pintu rumah kami sudah tertutup untuk kalian semua." ujar papa derent dan melangkah keluar, sedangkan Reyhard beserta keluarga nya terkejut mendengar perkataan dari derent .

__ADS_1


__ADS_2