Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 94


__ADS_3

"ada apa dengan kalian berempat, senyam senyum sendiri gak jelas gitu."tanya mama Victoria saat melihat ke dua keponakan nya terus tersenyum sejak pulang, entah apa yang membuat mereka terlihat bahagia


"mom,dad, aunty, uncle kami punya kabar baik untuk kalian."ujar Tama,


"apa?"tanya mereka serentak


"kalian akan mempunyai seorang cucu lagi sekaligus dua."jawab Tama, sedangkan mereka mengangguk dan sedetik kemudian mereka berteriak.


"apa? siapa yang hamil anak kembar."tanya mama Clara


"bukan kembar mom, tapi Charlotte dan Clarissa sedang hamil saat ini."jawab charlotte, mereka yang mendengar nya merasa sangat bahagia tetapi kebahagiaan mereka tidak lengkap tanpa kehadiran Tere maupun Steve.


"selamat untuk kalian ya sayang!"seru mommy Clara, Victoria dan Laurent.


"kita harus merayakan kabar baik ini, bagaimana kalau kita pergi makan-makan atau barbeque an di rumah."usul Dady Mike dengan antusias, Mike berharap jika putra dan menantunya segera kembali membawa cucu pertama mereka.


"lebih baik barbeque an di rumah saja dad, dan undang kerabat yang lainnya juga."ujar Leo


saat mereka sedang asyik mengobrol tentang kehamilan Charlotte dan Clarissa, mereka di kejutkan dengan kedatangan Steve yang pulang sendiri saja.

__ADS_1


"Steve, kamu hanya pulang sendiri saja sayang?"tanya mommy Clara, Steve memaksakan untuk tersenyum saat mendengar perkataan dari sang mommy.


"iya mom, Tere masih belum bisa kembali." jawab Steve dengan tersenyum, walau sedang tersenyum ada kesedihan di mata putra nya dan itu bisa di lihat oleh Dady Mike. apa mungkin terjadi sesuatu kepada Tere,pikir nya, sedang kan papa derent diam saja, walau sebenarnya ia ingin sekali melihat wajah putri nya dan bahkan setelah Tere melahirkan perasaan nya sangat tidak enak dan ia tepis jauh-jauh rasa itu.


"apa yang sedang kalian obrolkan tadi sepertinya seru?"tanya Steve untuk mengalihkan pembicaraan mereka untuk bertanya tentang Tere.


"kakak akan menjadi seorang uncle sebentar lagi."jawab charlotte dengan tersenyum lebar, Steve yang mendengar nya tersenyum kecut.


"oh, selamat untuk kalian."ujar Steve yang kembali mengingat kembali tentang Tere yang mempertahankan calon anak mereka dulu.


"kakak kok jawab nya begitu, apa kakak tidak senang mendengar aku sedang hamil ya." tanya Tere dengan sedih, ia pikir kakaknya yang akan paling senang di antara mereka dan justru tanggapan dari sang kakak membuatnya bersedih.


"bukan seperti itu Charlotte, kakak senang kok."jawab Steve dengan cepat, ia berdiri dari duduk nya dan menghampiri sang adik dan memeluknya dengan erat.


Greyson menatap wajah Steve dengan kesedihan, Greyson berlari dan memeluk Steve dengan sangat erat bahkan ia sampai menangis dalam pelukan kakak iparnya.


"kak Tere belum bisa pulang ya kak."tanya nya di sela-sela tangisan nya.


"belum"jawab Steve, mereka merasa ada yang aneh dari sikap Steve dan sepertinya ada yang di rahasiakan putra satu-satunya itu tapi apa.

__ADS_1


Greyson duduk di samping Steve dan bahkan sepertinya adiknya itu sangat enggan untuk melepaskan genggaman tangannya. saat ini sedang ada perayaan untuk kehamilan sang adik dan juga istri Leo, mereka sangat bahagia dengan hal ini dan tentunya dia juga ikut bahagia tapi di sisi lain sang istri dan putra nya sedang melawan maut mereka. seolah-olah mereka berdua belum puas menyiksa selama ini karena sudah pernah melukai perasaan Tere waktu itu.


bahkan kini keluarga dua belah pihak sudah berkumpul dan memberikan ucapan selamat untuk dua pasangan yang akan menjadi orang tua nantinya. tetapi tiba-tiba saja obrolan


semua nya terhenti saat melihat Steve yang sepertinya sedang sedih tapi apa yang membuat nya seperti itu, saat hendak bertanya tiba-tiba saja ada telepon masuk dari ponsel milik Steve.


"hallo." ujar Steve, Steve terkejut mendengar perkataan dari seseorang yang sedang di sebrang itu, ia segera pergi dan berlari keluar rumah. dia harus segera kembali ke Italia sebelum semua nya terlambat.


ya orang yang menelepon nya adalah Vincent, dia mengatakan jika keadaan Tere maupun putranya semakin memburuk setelah Steve pergi tadi, Vincent sudah berulang kali menelepon nya tapi tidak ada jawaban sama sekali.


sedangkan semua orang terkejut melihat raut wajah Steve yang khawatir sekaligus sedih, derent lagi-lagi memegangi dadanya. Greyson yang melihat nya menjadi tidak tega, dengan hati-hati ia ingin berbicara tentang keadaan sang kakak dan agar tidak membuat sang papa menjadi sakit.


"pa-papa."panggil Greyson dan kini pandangan semua orang tertuju pada Greyson.


"ada apa grey?"tanya papa derent, sepertinya ada yang ingin di sampaikan oleh putra nya tapi apa.


"apa Greyson boleh berbicara dengan papa berdua?"tanya Greyson, papa derent mengangguk kan kepalanya dan membawa putranya ke ruangan bekerja nya.


"pa, keadaan kak Tere tidak baik-baik saja. keadaan kak Tere semakin memburuk setelah kita pulang."jawab Greyson dengan terbata-bata, derent yang mendengar nya terdiam. apa mungkin selama ini putra juga ikut adil untuk membohongi nya.

__ADS_1


"kak Tere yang meminta Greyson untuk menyembunyikan ini semua, maaf pa." derent memeluk putranya, ini bukan lah kesalahan yang nya maka nya dia tidak akan menghukum putra nya.


"itu artinya saat Steve tiba-tiba pergi tadi ada kemungkinan jika kakak kamu sedang drop."ujar pada derent dengan terduduk lemas.


__ADS_2