
mau tidak mau Tama mengambil barang yang di katakan oleh Steve, setelah mengambil nya Tama segera kembali masuk sambil membawa kotak yang berukuran sedang.
"ini isinya apa kak?"tanya Charlotte setelah menerima kotak tersebut.
"bukalah jika kamu ingin tahu."jawab Steve dengan tersenyum kecil, ia bahkan tidak berniat untuk memberi tahu apa isi dari dalam kotak itu.
Charlotte menurut dan membukanya dengan sangat hati-hati, ia takut akan merusak kado yang berada di dalam kotak tersebut. tetapi saat melihat ekspresi wajah sang kakak, Charlotte menghentikan pergerakan tangan nya dan memberikan kotak tersebut kepada Tama agar membukanya.
"sayang, kamu saja yang buka ya."pinta Charlotte kepada Tama, sedangkan sang suami mengangguk kan kepala nya dan mulai membuka kotak tersebut, benar saja firasat Charlotte kalau dirinya sedang di jahili oleh sang kakak.
"dorrrr"
Tama sangat terkejut saat membuka kotak tersebut saat sebuah boneka yang sedikit menyeramkan muncul dari dalam kotak.
"kak...."rengek Charlotte kepada Steve, sedangkan Steve tertawa terbahak-bahak mendengar nya.
"haha...."
"mom.... kak Steve keterlaluan."adu Charlotte saat melihat sang kakak yang masih saja tertawa.
"sorry sayang, suami kamu salah mengambil nya."ujar Steve, kemudian ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar untuk mengambil kado yang di titipkan oleh sang istri untuk adiknya.
"ambillah."timpalnya sambil menyodorkan sebuah kotak yang berukuran sama tetapi warna yang berbeda.
Charlotte mengamati kotak itu untuk sesaat dan kembali meraih nya, ia segera membuka kotak tersebut dan benar saja di dalam nya ada hadiah seperti mainan untuk anak perempuan, pakaian, dan masih ada beberapa lagi.
__ADS_1
"terima kasih kak."ujar Charlotte, Steve hanya mengangguk kan kepalanya saja.
Steve kembali terdiam melihat siapa yang menelepon nya, ada rasa khawatir saat melihat siapa yang menelepon nya dan tiba-tiba saja dada nya terasa sesak.
Steve segera mengangkat telepon tersebut, raut wajah nya terlihat sangat pucat saat mendengar perkataan dari orang tersebut. Steve pun memilih untuk segera mengakhiri panggilan telepon nya, ia tidak tahu harus mengatakan nya atau tidak sekarang ini.
"Daddy, mom, maaf sepertinya Steve tidak bisa menginap di sini."ujar Steve lirih, ia berusaha menahan tangisannya di hadapan kedua orang tuanya.
"kenapa tidak jadi?"bukan kedua orang tua nya yang menjawab nya tetapi adik tercinta nya yang bertanya.
"kakak harus segera kembali, Tere membutuhkan kakak sekarang."jawab Steve, kemudian ia beralih menatap wajah putranya.
"apa semua nya baik-baik saja Steve?"tanya Daddy Mike, sedang kan Steve hanya diam saja tidak bisa mengatakan yang sesungguhnya.
"Steve, apa semua nya baik-baik saja?"tanya dady Mike kesekian kalinya, Steve menggelengkan kepalanya sebentar.
"Tere, drop lagi dad. padahal tadi ia baik-baik saja saat aku pulang ke Jerman."jawab Steve dengan lirih, Mike yang mendengar nya menjadi panik.
"kita pergi ke Italia sekarang boy, Dady ingin melihat secara langsung dengan keadaan Tere."ujar Dady Mike, Steve menganggukkan kepalanya dan kemudian ia dengan secara perlahan mengangkat tubuh putranya dengan sangat hati-hati.
"dad, Charlotte ikut ya."pinta Charlotte, ia juga sangat khawatir dengan kondisi Tere saat ini.
"tidak sayang, usia kandungan mu sudah besar dan tidak di anjurkan untuk berpergian jauh. kamu di rumah saja dengan suami kamu dan yang lainnya."
"tapi dad_."
__ADS_1
"tidak ada tapi-tapian sayang! ini untuk kebaikan mu juga."potong Dady Mike dengan cepat, Charlotte mengangguk kan kepala nya dengan pelan.
setelah kepergian kedua orang tuanya, kedua orang tua Tama dan Steve, Charlotte hanya berdiam diri di dalam kamar nya.
Charlotte menoleh keb belakang saat merasakan ada seseorang yang tengah memeluk nya dari belakang.
"apa kak Tere akan baik-baik saja sayang?"tanya Charlotte dengan sangat pelan, sedangkan Tama berusaha untuk menenangkan pikiran sang istri walau sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama dengan sang istri saat ini namun segera ia tepis.
"Tere, akan baik-baik saja sayang." jawab Tama dengan perasaan yang khawatir kepada sepupu perempuannya.
"Tere, perempuan yang kuat sayang. percayalah Tere akan baik-baik saja dan akan berkumpul kembali bersama dengan kita, sekarang ini tujuan hidupnya bukan hanya Steve tetapi putra mereka."timpalnya, Charlotte memeluk erat tubuh Tama dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"sayang."panggil Charlotte yang masih menyembunyikan wajahnya.
"hmm... ada apa sayang?"
"aku lapar, tapi aku ingin kamu yang memasak nya."jawab charlotte, Tama yang mendengar nya terkekeh kecil dengan perkataan dari sang istri.
"apa yang ingin kamu makan sayang?" tanya Tama sambil mengusap kepala Charlotte dan sesekali mencium kepala nya.
"pasta."jawab charlotte dengan cepat, Tama melepaskan pelukannya dan menatap wajah sang istri yang tengah menundukkan kepalanya, Tama meraih dagu Charlotte dan mengangkat nya sedikit agar sang istri bisa menatap nya.
"apapun untuk istri kesayangan ku."ujar Tama, setelah nya ia menggendong Charlotte dengan apa bridal style, Charlotte segera melingkarkan kedua tangannya ke leher Tama .
"sayang, aku bisa jalan sendiri."protes Charlotte, ia sebenarnya senang di perlakukan sangat baik oleh Tama tapi ia juga merasa kasihan kepada Tama pasti ia sangat kelelahan hari ini.
__ADS_1