Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 23


__ADS_3

"cepat mandi dan setelah itu kita akan pergi makan malam."ujar Steve yang baru saja selesai mandi dengan keluar menggunakan handuk sebatas pinggang nya,Tere yang mendengar suara Steve langsung membuka matanya dan saat melihat Steve belum memakai pakaian nya dengan segera ia menutup matanya.


"kenapa kamu masih belum memakai pakaian mu."ujar Tere dengan kesal


"aku baru selesai mandi,tentu saja belum memakai pakaian.",ujar Steve dengan tertawa kecil melihat reaksi Tere


"haisss,kamu benar-benar menyebalkan."ujar Tere dengan melangkah menuju koper untuk mengambil pakaian ganti untuk nya dan juga Steve.


"hahh kenapa tidak ada pakaiannya di dalam sini?. seingat ku,aku memasukkan beberapa pakaian.kenapa sekarang tidak ada."ujar Tere yang melihat koper nya kosong


"ada apa?"ujar Steve dengan menghampiri Tere yang masih berjongkok di depan koper nya


"hmm pakaian ku tidak ada, jelas-jelas tadi aku membawa beberapa pakaian dan juga memasukkan nya."


"mungkin sudah di letakkan di dalam lemari."


"shittt aku lupa soal itu."ujar Tere dengan menepuk pelan kening nya dan berjalan ke arah lemari pakaian.saat membuka pintu lemari pakaian Tere membulat kan matanya saat melihat isi nya dengan segera menutup pintu saat Steve menghampiri nya


"apa tidak ada?."


"emm itu tidak ada."ujar Tere dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.steve yang melihat tingkah Tere mengernyitkan keningnya.


"ya sudah,lebih baik kamu mandi dulu saja.aku akan menyiapkan baju mu."


"hmm terima kasih."ujar Tere lalu berjalan menuju kamar mandi yang masih menggunakan gaun pengantin nya.setelah Tere masuk ke dalam kamar mandi dengan segera Steve membuka pintu lemari pakaian dan betapa terkejutnya dia ketika melihat lingerie seksi di dalam nya.

__ADS_1


"hah pantas saja dia langsung menutup nya."ujar Steve dengan memijat pelipisnya


"kenapa kamu masih tidak memakai pakaian mu."ujar Tere setelah keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Steve masih menggunakan handuk sambil bermain ponsel nya.sedangkan Steve menoleh ke arah Tere dengan tatapan yang sulit di artikan.


"pakaian ku juga tidak ada."ujar Steve,Tere yang mendengar nya terkejut.sepertinya ini semua sudah di rencanakan oleh keluarga nya.


"apa kita sedang dikerjai oleh mereka."ujar Tere yang duduk di sofa bersama dengan Steve


"bukankah kamu ada pakaian di dalam lemari."


"aku tidak bisa memakai pakaian itu."


"kenapa?."


"terlalu tipis."ujar Tere


"hmmm,apa kamu sudah menghubungi mereka."ujar Tere dengan mengering kan rambutnya yang basah


"sudah,tapi tidak ada yang aktif."


"haiss mereka benar-benar keterlaluan,ya kali aku tidur harus dengan handuk saja."ujar Tere dengan kesal


"pakai saja yang ada di lemari, setidaknya masih ada pakaian untuk mu."ujar Steve yang masih melihat handphone nya


"hmm apa kamu ingin melihat aku memakainya."ujar Tere dengan mendekatkan wajahnya kepada Steve

__ADS_1


glukk


"hmm"ujar Steve dengan memalingkan wajahnya dari tere.sedangkan Tere yang melihat reaksi Steve menahan tawanya.


mau bagaimana pun sekarang mereka adalah suami istri,jika Steve meminta hak nya tentu saja Tere akan mengiyakan nya.


"aku ambil makanan dulu.kamu tetap di sini."ujar Steve saat mendengar suara ketukan pintu kamar mereka, sedangkan Tere segera kembali ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian nya dengan lingerie yang berada di dalam lemari.


"kenapa dia belum kembali."ujar Tere dengan merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil memainkan handphone nya,saat Steve kembali betapa terkejutnya dia melihat Tere yang memakai lingerie seksi berwarna hitam sangat cocok untuk kulit nya.


glukk


"ehkmmm"Steve berdehem sambil berjalan menuju sofa, sedangkan Tere yang mendengar nya tersenyum.


"apa yang membuat mu lama."ujar Tere dengan memicingkan matanya


"menunggu pelayan lainnya datang untuk mengantarkan makanan kita."ujar Steve setelah duduk di samping Tere, dengan menyodorkan piring yang berisi makanan


"hmmm seperti nya enak."ujar Tere yang sudah tidak sabar untuk makan.mereka menikmati makan malam bersama dengan tenang,hanya terdengar suara dentuman sendok.


setelah selesai makan,Tere membereskan tempatnya dan kembali duduk di sofa dengan melipatkan kedua kakinya di atas sofa,sambil memainkan handphone nya dan mengecek email yang masuk dari bawahannya.


"apa besok kita tetap berpakaian seperti ini."ujar Tere mencoba untuk mencairkan suasana yang terasa canggung.


"mungkin iya, sepertinya mereka memang sengaja melakukan hal ini kepada kita berdua.agar tidak pergi kemana mana, apalagi ke kantor."ujar Steve dengan menatap lekat wajah Tere

__ADS_1


"sampai kapan?."


"sampai mereka mengembalikan pakaian kita."


__ADS_2