
Nile terus melajukan mobil nya,ia sesekali mencuri pandang Tere. Nile terus menatap wajah Tere, tanpa mereka sadari ada sebuah mobil yang kini berada tepat di depan mereka. saat Nile menyadari nya ia segera melepaskan seat belt nya dan berpindah ke belakang di tempat Tere.
Tere yang melihat mobil di depan nya tengah berhenti, semakin kacau pikiran nya, mungkin ini akhir dari segalanya pikirnya. Tere yang melihat Nile berpindah kebelakang sedikit heran namun ia juga melepaskan seat belt nya, Nile segera menarik Tere ke dalam pelukan nya, Tere awal nya terkejut dengan apa yang tengah di lakukan oleh Nile.
belum sadar dari terkejutan nya ia kembali di kejutkan dengan Nile yang tiba-tiba membawa nya lompat ke arah jurang bersama nya, Nile menatap wajah Tere yang tengah menatapnya dengan tatapan bingung nya, sangat menggemaskan menurut nya. tanpa ia sadari Nile tersenyum lebar, dan membuat Tere terpaku dengan senyuman nya Nile.
baru kali ini ia melihat seorang Nile tersenyum apa lagi kepada nya, Tere sempat terkejut namun tiba-tiba ia bergulung-gulung di dalam jurang yang masih bersama Nile yang masih setia memeluknya saat ini. orang-orang itu menatap mereka dengan penuh kemenangan. setelah mereka memastikan benar-benar sudah tidak terlihat lagi baru lah mereka pergi meninggalkan tempat itu.
di balik kejadian yang menimpa Tere, ada seseorang yang melihat kejadian itu terjadi. ia bersembunyi di balik pohon dan merekam kejadian itu, orang itu tidak lain adalah Greyson. kejadian yang menimpa sang kakak, kebetulan di dekat sana. ia segera bersembunyi saat mengetahui mobil yang berada di belakang mobil sang kakak sedang mengejar dengan kecepatan tinggi. Greyson melihat semua kejadian itu, ia menangis saat melihat sosok kakak yang ia sayangi terjun ke jurang bersama asisten pribadi kakaknya.
Greyson yang sedang menangis segera menelepon orang tua nya tentang sang kakak saat ini, dengan tangan gemetar ia mencoba untuk menelepon kedua orang tua nya namun gagal.
di sisi lain setelah meninggalkan Tere, Charlotte segera masuk kedalam mobil nya dan melaju ke arah mansion keluarga nya. ia sudah tidak bersemangat siang ini untuk kuliah, ia lebih baik mencari surat yang berada di dalam kamar nya.
saat Charlotte fokus pada jalanan, ia sedikit merasakan tidak enak di hati nya. kini pikiran nya justru melayang pada kakak iparnya yang ia tinggalkan di taman sendirian bersama dengan orang-orang penguntit itu.
__ADS_1
sama seperti Charlotte, Steve yang baru turun dan bergabung di ruang keluarga bersama kedua orang tuanya dan grandma nya, merasakan sakit di dada nya. tiba-tiba Steve teringat kepada Tere yang selalu tersenyum saat melihat nya kembali dari kantor.
dada nya semakin sesak, Steve merasa ada yang tidak beres. kini pikiran Steve penuh dengan Tere, ia seolah melihat sang istri yang tengah duduk di depan nya dan menatap ke arahnya dengan tersenyum.
"apakah Tere baik-baik saja saat ini? kenapa rasanya sangat sakit? ini sama persis saat Tere mengalami kecelakaan. tidak.... tidak.... Tere pasti baik-baik saja." batin Steve dengan menggeleng kan kepala, seolah ia membuang semua pikiran buruk nya tentang Tere saat ini.
Charlotte telah sampai di mansion keluarga nya dan segera masuk kedalam kamarnya, ia membuka pintunya dengan kasar. Mike yang melihat putri nya datang dan sedikit terburu-buru pun ia menjadi penasaran, begitu juga Steve yang saat ini sedang menyusul sang adik yang berada di dalam kamar nya.
Steve terus memperhatikan gerak-gerik sang adik yang seperti nya sedang mencari sesuatu, Charlotte yang tidak menyadari kedatangan sang kakak terus melanjutkan pencarian nya dan kini ia terfokus pada meja rias lebih tepatnya di bawah meja itu.
Charlotte yang melihat kskak nya sendirian langsung menarik nya masuk, tak lupa ia mengunci pintu kamarnya. Steve kebingungan dengan tingkah sang adik, ia di buat bingung kembali saat Charlotte menyodorkan sebuah surat yang baru ia cari tadi. Charlotte yang melihat wajah sang kakak yang tengah kebingungan pun segera membisikkan sesuatu kepada sang kakak nya.
"ini dari kak Tere kak! kak Tere bilang, jangan sampai ada yang tahu tentang ini." bisik Charlotte dengan melihat ke arah pintu, Steve yang ingin bertanya mengurungkan niat nya saat sudah berada di ambang pintu kamar.
Steve keluar dari dalam kamar sang adik dan masuk ke dalam kamar nya, ia mengunci pintu kamar nya sebelum membaca suratnya. walau sedikit ragu jika surat itu dari sang istri, Steve tetap membaca dan ingin melihat isi surat di dalam nya.
__ADS_1
Steve menarik nafas dalam-dalam sebelum membukanya, Setelah membukanya Steve segera membaca isi surat itu dengan perlahan saat menyadari jika surat itu benar-benar dari sang istri. Steve terkejut dan terus melanjutkan membaca nya dengan mata berkaca-kaca, steve mengambil surat lainnya lagi, dan kembali di kejutkan oleh isi di dalam nya.
Steve menyimpan surat itu di dalam saku celana nya dan berlari keluar dari dalam kamarnya, Steve menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa dan itu tak lepas dari pandangan keluarga nya. Charlotte yang melihat sang kakak menjadi khawatir, apalagi sepertinya sang kakak sudah membaca surat itu.
Steve tidak menghiraukan panggilan dari kedua orang tuanya maupun grandma nya, ia terus berlari keluar dan segera masuk ke dalam mobil nya saat sudah berada di depan mobil miliknya. Mike yang melihat putra nya segera mengikutinya dari belakang, ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada putranya.
bukan hanya Mike yang mengikuti kemana perginya Steve, istri, ibu, dan anak nya juga ikut masuk kedalam mobil Mike, mereka sangat khawatir dengan kondisi Steve saat ini.
Mike melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar tidak tertinggal jauh dari mobil Steve.
Mike dan yang lainnya sangat terkejut saat melihat arah mana Steve pergi, kenapa putra nya pergi ke arah mansion keluarga Teresa. begitu banyak pertanyaan saat ini namun Mike menyimpan nya untuk nanti ia tanyakan kepada putra nya. Steve yang sudah sampai di kediaman keluarga Tere, berdiam diri di dalam mobilnya.
ia sedikit heran karena saat datang, satpam yang menjaga gerbang membukakan pagarnya dengan tersenyum ke arah nya. setelah cukup tenang Steve keluar namun sesaat ia di kejutkan oleh kedatangan keluarga nya dan juga keluarga Tama dan Leo.
Tama dan Leo saling pandang, bagaimana bisa mereka datang bersamaan dengan yang lainnya, Charlotte berjalan ke arah Tama karena dari tadi ia di tatap oleh Tama saat ia keluar dari dalam mobil orang tua nya. Tama menggenggam tangan Charlotte dengan erat dan tersenyum menatap wajah sang istri yang terlihat lebih cantik hari ini.
__ADS_1
bukan hanya para anak muda yang terkejut, Mike dan Reyhard mereka sama-sama terkejut dan mereka saling pandang satu sama lainnya. Steve yang telah kembali sadar dari terkejutan nya, ia segera berlari menuju pintu masuk ke dalam rumah sang istri.