Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 97


__ADS_3

"papa sangat merindukan mu sayang."ujar papa derent dengan lirih.


"maaf pa, Tere selalu saja membuat kalian khawatir dan kesusahan." jawab Tere dengan pelan, papa derent menggelengkan kepalanya mendengar perkataan dari sang putri.


"sudah seharusnya orang tua menjaga anak nya saat keadaan sakit sayang, seperti yang pernah kamu lakukan kepada kami saat sedang sakit."timpal papa derent yang tidak setuju dengan perkataan dari Tere.


"aku merindukan mama, pa."ujar Tere dengan pelan.


"papa akan panggil kan mama kamu ke sini." ujar papa derent dan segera pergi mencari sang istri.


"sayang."panggil Steve, dengan mengendong bayi laki-laki. sebelumnya ia sudah minta izin untuk membawa putranya agar bisa satu kamar dengan Tere.


"dia sangat kurus sayang."ujar Tere dengan lirih.


"apa kamu sudah memberikan nya nama sayang?"tanya Tere yang tengah berbaring, tubuh nya masih terlalu lemas untuk duduk.


"aku menunggumu sayang."jawab Steve dengan menidurkan putra nya di samping Tere.


"aku ingin nama yang pernah kamu sebutkan dulu sayang."ujar Tere, Steve mengangguk kan kepalanya.


"Robert Tyson young."ujar Steve dan Tere bersamaan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


jika di Italia sedang merasakan kebahagiaan lain hal nya di Jerman tempat keluarga Dady Reyhard, Bagaimana tidak kedua putra marah-marah karena tidak tahu keberadaan uncle nya saat merasakan datang kesana.


mereka baru mengetahui nya dua Minggu yang lalu sebelum uncle nya pergi.


"kamu kan juga sudah mendengar nya boy jika mereka kembali new York,"ujar Dady Reyhard kepada kedua putra nya agar lebih tenang. sedangkan Charlotte berusaha menghubungi sang kakak.


Charlotte yang menunggu panggilan video nya di angkat oleh sang kakak, tertawa pelan saat melihat Tama urakan. Charlotte lebih memilih duduk bersama dengan kedua orangtuanya.


tidak butuh lama panggilan nya di angkat dan saat ingin mengatakan sesuatu Charlotte terdiam mendengar suara seseorang yang sudah ia rindukan selama hampir satu tahun ini. bahkan semua orang yang mendengar suara itu pun ikut tersenyum akhirnya mereka bisa mendengar suara Tere lagi.


"sayang, apa kamu bisa membantu ku sebentar?"tanya Tere di seberang telepon, dengan sekilas Charlotte juga bisa melihat wajah kakak iparnya.


"kalau mau bermesra-mesraan di matiin dulu kak telepon nya!"seru charlotte dengan kesal, baru juga nelepon sudah di suguhi keromantisan sang kakak.


"kak Tere kapan pulang?"tanya Charlotte, ia memperhatikan Tere yang terlihat sang kurus sekarang ini.


"yah padahal aku ingin memberikan sebuah kabar bahagia ke kakak."


"kabar apa?"


"aku dan Clarissa sedang hamil kak."


"selamat untuk mu Charlotte dan juga Clarissa."ujar tere dengan tulus hati.


"kak Tere, Dady sama mommy ingin berbicara dengan kakak."Tere menganggukkan kepalanya dan terlihatlah wajah mertuanya yang tersenyum Steve.


saat ingin berbicara lagi-lagi mereka di kejutkan dengan suara tangisan bayi.


"astaga Steve.. apa yang kamu lakukan, dia jadi terbangun tuh."omel Tere sedangkan Steve tersenyum kikuk mendapatkan Omelan dari sang istri.

__ADS_1


"sorry sayang aku tidak sengaja, aku gemas saja melihat dia tidur."ujar Steve, sedangkan orang tuanya menggeleng kan kepala nya mendengar perkataan dari putra mereka.


"gemas sih gemas tapi jangan digituin juga dong! jadi kebangun kan. kalau nanti Robert tidak juga kunjung tidur siap-siap begadang." omel Tere lagi, gara-gara kelakuan suaminya kini justru putra nya terbangun dari tidurnya. Steve mendekat dan memberikan Robert putra mereka di pangkuan sang istri sedang kan dirinya memeluk tubuh Tere dari belakang.


"siapa nama nya sayang?"tanya mommy Clara, walau dia tadi mendengar tapi ia ingin mendengar nya langsung dari menantunya.


"Robert Tyson young,mom."jawab Tere dengan tersenyum dan menampilkan wajah putra nya di layar handphone milik suaminya.


"hallo grandma, grandpa, perkenalkan nama saya Robert." ujar Tere dengan menirukan suara anak kecil, mereka semua yang penasaran dengan putra Tere pun ikut bergabung dengan berdiri di belakang mereka.


"wah cowok ya kak, wajah nya mirip sama kak Tere!"seru charlotte dengan antusias,


"tentu saja harus mirip dengan Tere, ya kali anak kakak harus mirip dengan salah satu suster di sini."ujar Steve dan langsung mendapatkan bonus cubitan dari sang istri dan tidak lupa mata elang nya menatap tajam ke arah Steve.


"kalau bicara jangan asal."timpal Tere sambil menepuk pelan bibir Steve yang kadang kalau bicara asal jiplak saja.


"sorry sayang."ujar Steve sambil mencium pipi sang istri, sesekali ganggu putra nya yang sedang anteng-antengnya di pangkuan mommy nya.


"nanti nangis Steve, mending kamu pergi deh."usir Tere yang udah jengah melihat kelakuan suaminya itu, mereka tersenyum lebar melihat Steve yang kembali ceria.


"kamu ngusir aku sayang, bau juga mau kangen-kangenan sudah main di usir saja!"seru Steve yang tidak terima dengan perkataan dari Tere, Charlotte tertawa terpingkal-pingkal mendengar nya.


"emang enak kak, udah kak Tere, kak Steve usir aja kalau bisa jangan boleh masuk."timpal Charlotte yang tertawa puas di atas penderitaan sang kakak. Steve mendelik ke arah Charlotte, adik nya ini memang suka jadi tukang kompor.


"kak Tere, aku mau datang langsung melihat putra kakak boleh ya."pinta Clarissa, Clarissa sudah merasa gemas melihat putra Tere yang gempal itu.


"boleh, tapi kamu sedang hamil muda jadi terlalu resiko untuk berpergian jauh."ujar Tere dengan lembut, Clarissa jadi cemberut mendengar nya.


"iya sih tapi aku sudah tidak sabar ingin mencubit pipi putra kakak."


"enak saja main cubit, memangnya putra ku boneka apa sembarangan kalau ngomong." ujar Steve, Tere Tertawa kecil melihat sang suami yang mulai posesif terhadap putra.


"lucu kak, lihat deh pipi nya chubby banget udah gitu badan gemuk lagi. aku bawa pulang deh kak, nanti kak Steve sama kak Tere bisa buat lagi."ujar Clarissa lagi dan kali ini perkataan Clarissa membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"di kira anak aku bola kali ya, main oper sama oper sini."ujar Steve dengan menggeleng kan kepalanya.


__ADS_2