
"Tere, aku sangat berharap bahwa kamu sudah mencintai nya. Steve pria yang baik,walau dengan sikap dia yang sama dengan kita berdua"ujar Tama menatap wajah Teresa dengan seksama
"kenapa kamu menatap wajah ku seperti itu!! aku tahu Steve orang yang baik Tama. tapi entah lah aku sendiri masih bingung"ujar Tere dengan menundukkan kepalanya agar kedua sepupunya tidak menyadari jika dirinya sedang menahan tangisannya.
"apa kamu sudah mencintai seseorang Tere?"ujar Leo yang sudah tidak sabar mendengarkan cerita sepupunya itu.
"iya!! tapi itu dulu sebelum dia meninggal kan ku."ujar Tere yang tidak menyangka jika Leo akan bertanya seperti ini kepada nya.
tentu saja Tere terkejut mendengar perkataan dari leo, Tere berusaha menyembunyikan keterkejutan dari saudara nya. ia tidak ingin membuat saudaranya memikirkan yang tidak-tidak tentang nya.
"Tere !! mungkin kamu belum bisa melupakan masa lalu mu, tapi sekarang ada Steve di masa depan mu dan ku harap kalian akan terus bersama."ujar Leo dengan menatap Tere dengan dalam
"aku tahu itu Leo!! perasaan ku yang dulu terhadap orang itu hanya kekecewaan dan mungkin masih ada rasa cinta terhadap nya tapi sudah tidak sebesar dulu." ujar Teresa mencoba untuk tersenyum, walau perasaan nya menahan rasa sakit yang luar biasa sakit nya..
"apa kamu tidak mencoba untuk mencari nya dan bertanya tentang alasan dia meninggalkan mu Tere?"ujar Tama yang akhir nya mengatakan nya yang selama ini dia pendam sendiri di lubuk hati nya.
"aku sudah mencarinya Tama!! tapi dia selalu menghindar dari orang-orang ku.
jika dia tidak ingin aku temukan maka aku tidak akan mencari nya lagi, kecuali jika dia menemui ku sendiri!!." ujar Tere dengan tersenyum kecut,
"apa pun keputusan mu,kami akan selalu mendukung mu Tere!! aku akan membantumu mencari keberadaan nya jika kau mau."ujar Tama
"tidak perlu Tama!! mungkin ini sudah menjadi jalan takdirku yang harus merelakan nya dan di tinggalkan oleh nya."ujar Tere mencoba menyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja.
"apa kamu yakin Tere?."
"iya!! aku yakin dengan ini semua Tama."
__ADS_1
"baiklah."
"apa kalian mengajak Ku ke sini hanya untuk membicarakan tentang masalah ini saja atau masih ada yang lain nya?."ujar Tere menatap tiga orang di depan nya dengan bergantian.
"tidak? kami membutuhkan bantuan mu Tere." ujar Leo yang ingin menyampaikan sesuatu kepada sepupunya.
"ada apa?"ujar Tere dengan mengernyitkan keningnya menatap wajah Leo yang terlihat gusar.
"aku memerlukan bantuan mu untuk membantu ku dalam penyelidikan tentang masalah perusahaan yang sekarang ini dalam masalah!!."ujar Leo yang kembali serius dan menatap dalam manik mata Teresa.
"apa semuanya baik-baik saja Leo?."ujar Tere
"di dalam perusahaan ku ada seorang pengkhianat!! dan aku ingin kamu membantu ku dalam masalah ini."ujar leo dengan menahan amarahnya.
"pengkhianat?."
"emmm... sekarang aku bisa mengerti yang kamu ingin kan dari ku Leo!! tapi aku membutuhkan waktu untuk mencari tahu tentang ini semua?."ujar Tere dengan tenang
"jadi kamu mau membantuku Tere?"
"tentu saja, aku akan menghubungi anak buah kepercayaan ku dulu!! agar dia segera menyelidiki kasus ini dan mencari tahu dalang di balik ini semua?."ujar Tere dan setelah nya dia menelepon seseorang kepercayaan nya.
panggilan telepon pun tersambung tetapi orang di sebrang sana belum juga mengangkat nya dan itu membuat Tere sedikit kesal terhadap anak buah nya yang satu ini.
setelah tiga kali berturut-turut tapi masih tidak di angkatnya!! dan Tere pun mengakhiri panggilan nya.
drt drt drt drt
__ADS_1
dering handphone Tere yang berbunyi dan memperhatikan layar handphone nya, siapa yang menelepon nya di saat seperti ini.
saat melihat anak buah nya yang menelepon nya kembali dan langsung di angkatnya.tere pun mengangkat nya dan mengaktifkan loud speakernya agar Leo dan Tama dapat mendengar percakapan nya.
"hallo nona."ujar seorang pria di sebrang sana
"kau kemana saja lu." bukan nya menjawab nya Tere langsung memarahinya
"maafkan saya nona!! tadi saya ada urusan sedikit dan lupa membawa handphone." ujar lu dengan sopan, memang benar lu memiliki urusan tapi tidak lah penting. dia hanya suka bermain wanita tanpa status dan itu pun juga sudah di ketahui oleh Tere.
"aku ada pekerjaan untuk mu lu"ujar Tere dan akhirnya menceritakan semuanya kepada lu agar segera dia selidiki kasus ini hingga tuntas.
"baik nona!! saya akan segera menyelidiki nya,
tolong berikan saya sedikit waktu nona!! untuk mencari permasalahan ini."
"berapa lama lu?."
"tiga hari nona!!"
"kerjakan dengan benar lu!! sampai aku melihat mu bermain-main dengan tugas yang ku berikan kepada mu!! kau akan tahu apa yang akan aku lakukan terhadap mu termasuk wanita jal*Ng mu itu."ujar Tere dengan ancaman
"anda tenang saja nona!! dalam tiga hari anda akan mendapatkan informasi yang anda butuhkan."ujar lu dengan percaya diri
"oke, jika kali ini kamu bisa membuat ku puas akan kerja mu!! aku akan memberikan cuti untuk mu selama empat hari penuh tanpa gangguan."
"baik nona!! saya harap anda menepati janji anda"
__ADS_1
"tentu"ujar Tere dan segera mengakhiri panggilan nya.