
tama dan leo saling bertatap saat melihat gadis kecil itu tengah berbisik, mereka merasa curiga terhadap nya. Bukan hanya tama dan leo mereka semua juga menatap xia dengan tatapan yang tajam.
"apa yang kamu bisik kan kepada nya? Apa kamu berencana melukai kedua putra ku? " daddy jerome bertanya dengan nada yang sedikit tinggi, xia menatap wajah pria paruh baya itu dengan tatapan hangat, dia tidak marah sama sekali dengan apa yang di ucapkan daddy jerome kepadanya.
"jika aku ingin melukai mereka kenapa aku harus bersusah payah mengirim mereka kesana, aku juga bisa melukai mereka di sini dan tak perlu mengirim mereka pergi."
"xia, katakan kepada kami berdua apa yang kamu bisik kan kepada orang mu tadi? "
"xia, tolong katakan yang sebenarnya kepada kami semua agar tidak salah paham kepada mu!
kamu lihat kedua perempuan yang berada di sana, mereka ibu dari kedua pria yang kamu minta tadi tidak kah kamu lihat di mata mereka ada rasa kekhawatiran terhadap putra mereka." gadis kecil itu melihat ke arah mana tama tunjuk kemudian menghela nafas panjang.
"kakak itu ingin melihat adik nya tumbuh menjadi pria yang bertanggung jawab, dan bisa menjaga kedua orang tua mereka jika suatu saat nanti kakak itu tak bersama dengan kalian semua lagi,
kakak tere juga ingin adik satu-satu nya menjadi pewaris selanjur nya,aku hanya ingin mewujudkan keinginan dari kakak itu saja!"
"aku mengirim mereka pergi untuk penyembuhan diri mereka, karena ada racun berbahaya yang bersarang di tubuh mereka berdua dan aku juga ingin melatih kak greyson menjadi apa yang kakak nya ingin kan termasuk mengajari nya tentang bisnis." setelah mengucapkan xia pergi masuk ke dalam ruangan tere, tentu saja apa yang di ucap kan oleh xia membuat mereka terkejut.
"tama, leo sebenarnya siapa gadis kecil itu? " tanya daddy mike dengan penasaran.
"ketua mafia dad, dia anak kecil yang pernah kami tolong dulu dan setelah menolong nya dia memberikan kami satu permintaan kepada kami dulunya dan kami sudah menggunakan nya untuk menyembuh kan tere."
"anak sekecil itu? Apa kalian yakin? " mereka berdua mengangguk kan kepala mereka sebagai jawaban nya, robert berjalan pelan menuju ruangan sang mommy, jerome juga berniat untuk masuk.
__ADS_1
Mereka semua terkejut saat melihat gadis kecil itu duduk disamping ranjang pasien tere sambul mengusap- usap pipi teresa sambil berbicara dengan pelan. Mereka berjalan mendekat agar bisa mendengar apa yang tengah gadis kecil itu bicarakan.
"apa yang membuat kakak tidak ingin bangun dan sembuh? Apa kakak sedang menghukum seseorang dengan sakit nya kakak ini?"
"apa kakak tidak kasihan melihat putra kakak satu-satu nya menangis terus menerus, aku bisa menyembuh kan kakak tapi jika kakak sendiri menolak untuk bangun aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sebenarnya apa yang membuat kakak enggan untuk bangun. jika kakak seperti ini terus itu akan membuat keluarga kakak semakin bersedih terutama daddy kakak, dia terlihat tegar hanya di hadapan orang lain tapi sebenarnya dia sangat terpukul melihat kondisi kakak yang seperti ini!"
"bangun lah kak atau niat kakak untuk menjodoh kan putra kakak dengan putri mantan asisten pribadikakak akan batal karena aku yang akan membatalkan nya dan aku akan membawa putra kakak pergi jauh dari kalian semua."
"besok aku akan mulai mengobati kakak dan aku berharap jika kakak mau menerima pengobatan dari ku besok." ucap nya setelah nya dia berjalan ke sofa kemudian merebahkan tubuh nya dan rak berselang lama ia pun tertidur pulas.
Robert berjalan ke arah xia, setelah sampai di depan gadis itu,, robert mencolek pipi xia dan sesekali dia tertawa kecil.
Tama menyelimuti gadis kecil yang dia bawa, dia tahu jika gadis kecil di depannya tidak bermaksud berbuat jahat kepada keluarga nya ataupun berniat menjauhkan mereka mereka dari steve dan juga greyson.
"mau bagaimana pun dia tetap anak kecil, saat melakukan perjalanan jauh tentu nya membuat nya merasa lelah dan bosan tapi justru dia tidak mengeluh sama sekali."
"yang kamu katakan memang benar kak! tapi cara dia mengirim steve dan juga greyson pergi itu salah apalagi di saat keadaan tere seperti ini!"
"kita sama-sama tahu jika dia tidak bermaksud seperti itu kepada kita semua, cara dia memang salah tapi niat nya baik untuk menyembuhkan steve dan juga greyson secara tak langsung dia melindungi kedua orang yang berharga bagi tere selain uncle, mereka tidak akan berani menyentuh uncle maupun aunty tapi mereka bisa berbuat semau mereka kepada steve dan greyson."
daddy jerome mengusap pelan kepala putrinya, dan tak berselang lama detak jantung tere menurun sehingga membuat mereka semua panik, di saat kepanikan mereka tiba-tiba saja ada tangan kecil yang sedang memegang tangan tere dan betapa terkejut nya mereka saat mengetahui siapa pemilik tangan itu.
"xia" gadis kecil itu tak menghiraukan panggilan mereka, xia hanya fokus kepada tere saat ini, dahi gadis kecil mengerut saat melakukan pemeriksaan.
__ADS_1
kemudian ia membuka jendela kamar pasien dan mengirimkan pesan kepada seseorang melalui seekor burung, kemudian ia kembali di sisi tere tapi kali ini ia berdiri tepat di depan kaki tere sambil mengusap-usap telapak kaki tere yang sudah mulai dingin itu.
"jangan seperti ini kak, putra kakak masih membutuhkan sesosok seorang ibu." ucap nya dengan lirih, lalu ia melihat kearah robert yang seperti nya ingin menangis kembali tapi saat pandangan mata mereka saling bertemu xia menggelenggkan kepala nya.
"mom" panggil robert dengan suara serak, xia meraih tubuh dan kemudian dia mendudukkan robert di samping tubuh tere.
"kak tama, apakah masih ada anggota keluarga kakak yang tidak ada disini? "
"ya,, kakek kami! "
"panggilkan kak, minta kakek kakak untuk datang kesini dan beritahu tentang keadaan kak tere saat ini! " tentu saja permintaan dari xia membuat semua orang terkejut.
"cepat kak tama, atau aku tidak mau merawat sepupu kakak lagi." teriak nya saat tidak ada yang merespon permintaannya.
Tama segera menghubungi sanv kakek dan meminta nya untuk datang ke italia sekarang juga, sesuai permintaan dari xia ia juga memberitahu keadaan tere yang sekarang ini.
Dengan perasaan takut dan khawatir sang kakek pun segera meminta bawahan nya untuk menyiapkan helikopter pribadi untuk nyabpergi ke italia.
Setelah selesai menelepon sang kakek justru keadaan tere perlahan kembali seperti tadi sebelum detak jantung nya menurun.
"kakek kakak yang harus bertanggung jawab atas semua ini, karena kakak enggan untuk bangun karena kakak sedang mengingat perkataan kakek kakak yang tak menginginkan seorang cucu perempuan sehingga kakak ingin menyerah."ucapan xia membuat mereka terkejut kecuali kakak beradik itu, mereka semua meminta penjelasan dari tama mau leo tapi saat mereka melihat ketenangan mereka justru membuat mereka semua menhafi curiga terhadap mereka berdua.
Tana yang melihat tatapan dari keluarga nya menggelengkan kepala nya tanda nya dia tak memberitahukan hal seperti ini kepada xia.
__ADS_1