Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 66


__ADS_3

"hallo Dady." sapa seseorang di sebrang telefon genggam milik Dady Mike, Charlotte yang mendengar suara sang kakak langsung ambil alih, membuat Dady Mike menggelengkan kepalanya.


"kak Steve tolong jangan di matikan." seru charlotte, entah mengapa ia merasa jika sang kakak ingin mengakhiri panggilan nya.


"ada apa Charlotte?" tanya Steve yang di sebrang telefon.


"kak, alihkan panggilan nya ke panggilan video, ada yang ingin charlotte tunjukkan."jawab charlotte, dan tidak lama sang kakak mengalihkan yang awalnya panggilan suara dan sekarang menjadi panggilan video.


"ada apa?"tanya Steve to the poin, Charlotte segera memperlihatkan foto dari seseorang yang mengirimkan kepada nya tadi, saat Steve melihat foto siapa yang di perlihatkan sang adik menjadi senang.


"kamu dapat darimana foto itu?." tanya Steve yang sudah tidak sabar,


"entahlah kak, tapi yang jelas nomer luar negeri."jawab charlotte dengan jujur.


setelah mendengar jawaban dari Charlotte, Steve segera mengakhiri panggilan nya dan membuat sang adik menjadi cemberut kembali.


charlotte menyerahkan handphone milik Dady nya kembali walau saat ini ia tengah kesal terhadap kakak nya tapi ia tetap tersenyum.


"sudah selesai "tanya Dady Mike dengan tersenyum kecil saat melihat wajah putri nya di tekuk


"udah dad, makasih ya Dady."jawab charlotte dengan tersebut, ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada sang Dady.


"sama-sama sayang." jawab Dady Mike dengan menerima handphone nya kembali.


charlotte kembali duduk bersama dengan suaminya, tapi di dalam hati ia terus-menerus mengomel tidak jelas karena sikap sang kakak.


disisi lain Steve segera pergi dari sana bersama dengan Greyson yang akhirnya mau pergi dengan nya, bukan hanya Greyson saja tapi papa derent beserta istrinya juga ikut pergi dari tempat tinggal mereka saat ini dan kembali ke tempat tinggal mereka yang lama, yaitu rumah yang di beli Teresa untuk mereka..


Steve mengantarkan terlebih dahulu keluarga Teresa dan setelah itu ia melanjutkan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah nya dengan perasaan bahagia, walau ia sendiri masih belum nyakin dengan foto yang di tunjukkan oleh sang adik.


sebelum sampai di rumah, Steve sudah menghubungi terlebih dahulu anak buah nya untuk mengetahui apakah foto itu asli atau palsu.steve keluar dari dalam mobil dengan terburu-buru.


kedatangan Steve membuat semua orang terkejut terutama sang adik, tetapi tatapan mata mereka tertuju pada seseorang yang sedang berdiri di samping Steve.

__ADS_1


Steve segera berjalan menuju sang adik,bisa tidak peduli dengan tatapan semua orang yang mereka tunjukkan kepada nya.


"mana handphone kamu."ujar Steve dengan mengulurkan tangannya ke hadapan sang adik, Charlotte masih terkejut melihat kedatangan sang kakak. apalagi mereka baru saja berbicara di handphone walau hanya sebentar saja.


"charlotte."panggil Steve dengan sedikit kuat, dan membuat Charlotte tersadar kembali dari keterkejutan nya.


"ini kak." jawab charlotte dengan menyerahkan handphone miliknya kepada Steve, Steve mencari foto yang tadi ia sempat lihat,


Steve tersenyum lebar melihat foto tersebut hingga membuat nya mengusap wajah yang berada di handphone milik sang adik.


tidak berselang lama, orang suruhan Steve datang.


"ada apa?." tanya seseorang itu dengan cepat.


"bantu aku untuk mencari kebenaran foto ini."Jawa Steve dengan menunjukkan foto tersebut kepada sahabatnya ,


orang itu mengambilnya dan segera mengecek keaslian nya, tapi mereka tidak melakukan nya di hadapan keluarga nya namun ia melakukan nya di ruang kerja nya dan bersama dengan Greyson.


orang itu mengangguk setelah beberapa kali ia memeriksa foto tersebut, tidak ada yang aneh dari foto itu dan foto itu adalah foto asli. Steve yang mendengar perkataan dari orang suruhan nya tersenyum lebar, ternyata memang benar jika istri nya masih hidup.


"dia ada di Italia."jawab orang itu


"apa kamu yakin?."jawab Steve dengan perasaan yang campur aduk saat ini.


"iya, tepat nya rumah sakit terbesar di sana." seru orang itu dan memberikan alamat yang ia dapatkan saat melacak nomor ponsel yang sudah mengirimkan pesan foto tersebut.


Steve menerima secarik kertas yang berisi alamat tempat Tere, Steve berpikir dia harus segera pergi ke Italia untuk memastikan bahwa Teresa benar-benar masih hidup.


sepertinya ia juga harus merahasiakan kabar ini terlebih dahulu sebelum dia memastikan nya sendiri, dia mengusap kepala Greyson yang sedang duduk di samping nya.


setelah selesai berbicara dengan orang suruhan nya, mereka keluar dari dalam ruangan kerja Steve dan beberapa orang menatap ke arah nya, charlotte yang melihat sang kakak tersenyum sendiri mengernyitkan keningnya. lalu ia beralih kepada orang yang berada di samping kakak nya.


Steve ikut bergabung dengan mereka bersama dengan Greyson yang terus duduk di dekat nya,

__ADS_1


"bagaimana dengan kabar kamu grey?." tanya Dady Reyhard dengan menatap wajah Greyson. keponakan nya yang satu ini terlihat lebih kurus dari sebelumnya.


"kabar Greyson baik uncle."jawab Greyson dengan menundukkan kepalanya,


"bagaimana dengan papa sama Mama," tanya Tama kepada sepupu kecilnya yang duduk di depan nya.


"papa sama Mama kabarnya juga baik kak Tama." jawab Greyson pelan, ia mendongak kan kepalanya menatap Steve yang duduk di dekat nya.


"ada apa?." tanya Steve yang melihat Greyson tengah menatapnya.


"aku mau pulang saja kak." ujar Greyson dan kembali menunduk kan kepala nya.


"bukan kah tadi kamu bilang mau ikut tidur dengan kakak hmm." tanya Steve dengan mengusap kepala Greyson,


"tidak jadi, Greyson mau pulang saja. ayo kak antar kan Greyson pulang." jawab Greyson dengan menggoyang kan tangan Steve.


"mau pulang sekarang atau nanti." tanya Steve dengan tenang, ia bahkan berpura-pura tidur.


"kak Steve bangun, jangan tidur dulu. ayo kak anterin Greyson pulang sekarang."seru Greyson saat melihat Steve yang memejamkan matanya dan ia menggoyang-goyangkan tangan Steve dan menarik pelan.


Steve terkekeh kecil melihat tingkah laku Greyson, tidak kakak tidak adik benar-benar mirip tingkah mereka berdua.


"pamitan dulu dengan yang lainnya, baru kakak anterin kamu pulang."ujar Steve dan di angguki kepala oleh Greyson.


"uncle, aunty, grandma Monica, Greyson pulang duluan ya."pamit Greyson dan kembali berlari menuju ke arah Steve yang masih duduk di tempat nya.


"Dady, aku pergi dulu." pamit Steve dengan berdiri dari tempat duduknya,


"apa kamu akan menginap kembali di rumah derent boy?." tanya Dady Mike


"iya dad, aku masih ingin tinggal di sana dulu."jawab Steve dengan tegas dan tenang.


"baiklah, tolong sampaikan salam Dady untuk papa nya Tere." ujar Dady Mike yang tidak melarang anaknya untuk tinggal di rumah keluarga derent.

__ADS_1


"nanti Steve sampai kan ke papa." jawab Steve dan berjalan keluar bersama dengan Greyson,


Tama hanya tersenyum kecil melihat kedekatan antara Greyson dengan Steve, sepertinya mereka semakin dekat saat Tere tidak bersama dengan mereka,


__ADS_2