Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 110


__ADS_3

"gadis kecil apa mungkin selama ini kamu mengawasi kami semua?? Bagaimana bisa kamu mengetshui semua tentang keluarga ku?" xia menatap wajah daddy derent sambil tersenyum manis.


"uncle sangat menyayangi kak tere bukan dan begitu dengan sebaliknya, sampai-sampai kak tere juga sangat berat untuk meninggalkan uncle. Aku tidak perlu mengawasi kalian hanya untuk mencari identitas kalian semua, kita bukan lah musuh untuk apa aku mengawasi kalian."


"informasi apapun itu aku bisa mengetahui nya termasuk masa depan anak kecil ini dan juga kedua anak kecil yang masih berada di dalam perut, dua calon bayi perempuan." tentu saja pernyataan xia membuat mereka semua terkejut bagaimana bisa gadis kecil di depan mereka bisa mengetahui nya dan terlebih lagi mereka saja belum mengetahui jenis kelamin yang tengah di kandung oleh charlotte maupun clarissa saat ini.


charlotte dan clarissa saling pandang kemudian mendekati xia untuk bertanya sesuatu.


Xia yang melihat kedua perempuan itu mendekati nya tersenyum lebar kemudian memegang salah kedua perut buncit itu sambil menutup kedua matanya.


"kakak, dulu di paksa bertunangan sama kak tama ya waktu kecil." sontak saja semua orang terkejut, charlotte tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya.


"eumm,, kak tama dan kak leo orang nya pemaksa jika di tolak dia akan berbuat sesuatu agar orang yang di sukai nya berada di sisi nya benar tidak kak! " kini xia menatap wajah clarissa, clarisa menjawab nya dengan menganggukkan kepala nya.


"siapa kamu sebenarnya? Kami tidak pernah menanyakan jenis kelamin calon anak kami kepada dokter selama ini! "


"kak tama dan kak leo tahu aku siapa? Tanya saja sama mereka dan juga kedatang ku kesini hanya untuk membantu kakak cantik ini, walaupun kak tama tidak menghubungi ku aku juga akan tetap datang dengan sendiri nya untuk membalas kebaikan dari seseorang"


"siapa orang yang ksmu maksud itu?"


"seseorang yang pernah mencintai kak tere, begitu dengan sebalik nya tapi apalah daya mereka tidak di takdirkan untuk bersama."


"benarkah? "


"eumm, uncle jangan sedih kak tere tidak suka melihat uncle bersedih seperti saat ini dan sekarang kak tere berusaha melawan rasa sakit nya untuk sembuh agar bisa bersama dengan uncle kembali!"

__ADS_1


"apa kamu tidak marah sama sekali kepada uncle? Padahal uncle berbicara dengan nada buruk tadi."


"tidak, aku mengerti perasaan uncle saat ini! Aku juga memiliki seorang daddy dan sifat nya hampir sama dengan uncle tapi daddy ku jauh lebih menyebalkannya dari pada uncle tapi aku tetap menyayangi nya."


"kamu sangat manis dan lucu, bagaimana ada anak kecil yang menggemaskan seperti mu! " charlotte mencubit kedua pipi chuby xia, sedangkan sang empunya menatap wajah charlotte dengan mata yang menyipit.


"apa yang membuat kakak tidak tenang? apa kakak takut jika anak kakak akan di perlakukan sama seperti kak tere dulu?" sedangkan semua seketika menoleh ke arah charlotte yang tengah menundukksn kepala nya.


"kakak tidak perlu takut karena kakek itu sudah berubah dia akan menyayangi putri kalian nanti nya, kakek itu juga sudah hidup dalam penyesalan selama ini karena ego nya yang besar membuat nya tidak memperdulikan kak tere dan lebih mementingkan cucu laki-laki dari pada perempuan tapi sekarang jika dia ingin memperbaiki hubungan nya dengan kak tere juga akan sulit karena perkataan mereka meninggalkan luka yang sangat mendalam untuk kak tere."


mereka kembali diam mendengarnya, tak lama kemudian salah satu bodyguard xia datang membawa sebuah koper kecil yang di dalam nya beragam jenis obat-obatan. Xia memberikan kode untuk meletakkannya di samping nya lalu kembali memeriksa keadaan tere dan tidak lupa ia mengikat rambut panjangnya dan juga memakai kaca mata kemudian ia memakai sarung tangan sebelum memeriksa nya.


Mereka tidak ada yang berbicara setelah melihat xia yang tengah memeriksa dengan serius kecuali robert yang sedari tadi terus saja menarik-narik ujung pakaian xia, xia menoleh dan tersenyum lebar.


"mom"


"apa tadi kamu melihat mommy mu tengah tersenyum hmm?? Jadilah anak yang baik dan patuh oke, aku sedang memeriksa keadaan mommy mu sekarang dan jangan mengganggu ku dulu, jangan khawatir mommy mu akan sembuh dan kamu akan kembali bermain dengan nya! Sekarang kamu duduk yang tenang di sini dan diam saja bisa! " robert mengangguk patuh dan duduk diam disamping xia sambil memegangi ujung pakaian xia.


cukup lama xia memeriksa nya dan kemudian memberikan sebuah obat yang menurut nya masih aman untuk nya saat ini, kemudiania mengernyit kan kening saat melihat salah satu obat nya tidak ada.


"kemana obat yang sudah aku persiapkan sebelumnya? " tanya xia dengan nada dingin dan ekspresi datar nya.


"saya tidak tahu nona, saya hanya di suruh untuk mengantarkan nya saja! "


"siapa yang menyuruh mu datang kesini, jawab yang sebenarnya jika masih menginginkan nyawa mu dan juga keluarga mu!"

__ADS_1


"ampun nona, saya di minta datang oleh bagian penelitian, walaupun saya orang baru tapi saya tidak akan mengkhiati anda."


"siapa nama orang itu? "


"dokter x nona, beliau yang meminta saya datang kemari untuk mengantarkan obat-obatan ini. "


xia yang mendengar nya segera menghubungi orang kepercayaan nya dan memberikan perintah untuk menangkap dokter x beserta para pengkhiat lainnya dan tak lupa ia krmbali meminta obat yang sama untuk segera di antar kan.


"pergi lah kali ini aku melepaskan mu tapi tidak untuk lain kali, jangan coba-coba untuk mengkhiati ku atau nyawa keluarga mu yang akan menjadi taruhan nya. Ingat kamu bekerja untuk ku bukan dengan orang lain jika sampai aku tahu kamu melakukan kesalahan sedikit saja maka aku pastikan akan membu*nu*h mu dengan kedua tangan ku sendiri." ucap nya dengan dingin.


"terima kasih nona, saya pamit nona dan saya pasti kan saya tidak akan mengkhianati anda sampai kapan pun itu. "


"bagus, aku pegang perkataan mu ini! "bodyguard itu pun pergi dan tak berselang lama orang krpercayaan nya kembali datang dan ksli ini xia memwriksa semua obat-obatan tersebut dengan teliti jangan sampai ia memberikan obat yang salah lagi.


Xia mengambil dua botol sekaligus untuk di suntikan kepada tere, robert yang melihat obat-obatan begitu banyak menjadi tak sabaran dan mengambil salah satu botol tanpa ada yang menyadari nya kecuali xia sendiri.


"kembalikan itu jangan di makan, itu bukan mainan ataupun makanan." robert memasang wajah sedih, xia menatap ke arah tama lalu meminta tama untuk membelikan makanan untuk nya.


"kak tama, tolong belikan aku makanan dan juga eskrim, jangan lupa makanan ringan dan juga lolipop ya." tama mengangguk kan kepala nya dan setelah nya dia pergi untuk membelikan mskanan untuk xia, robert yang di larang pung ingin menangis tapi ia tidak berani apa lagi xia menatap tajam ke arah nya.


Tak berselang lama tama membawa beberapa kantong makanan ditangannya dan menyerahkan makanan itu kepada xia, xia mengambil nya lalu menata nya di meja kemudian ia menggendong robert dan membawa nya ke sofa.


"kamu makan ini saja, yang tadi bukan makanan." mereka mengira jika gadis itu tengah kelaparan tapi nyata nya makanan itu untuk robert, selama keadaan mommy nya drop robert juga tak ingin makan tapi hari ini mereka bisa melihat robert makan dengan begitu lahap nya.


xia menyuapi nya begitu sabar dan juga sesekali mengajak robert bercanda sehingga memvuat bocah lski-laki itu tertawa di sela makan nya.

__ADS_1


__ADS_2