Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 93


__ADS_3

hari berganti bulan dengan cepat nya dan sudah lima bulan mereka tanpa Tere maupun Steve di dekat mereka.


sedangkan Charlotte akhir-akhir ini selalu mengikuti kemana pun Tama pergi, seperti sekarang ini. Tama pergi ke perusahaan di temani oleh Charlotte.


"sayang"panggil Charlotte yang sedang duduk di pangkuan Tama, Tama menghentikan pekerjaannya dan menatap wajah sang istri yang sedang menatap nya,


"ada apa sayang?"tanya Tama, bukan nya menjawab justru Charlotte tersenyum lebar ke arah Tama.


"ada apa sayang, kamu sedang sakit hmm?" tanya Tama dengan nada khawatir nya, Charlotte menggelengkan kepalanya.


"eumm aku ingin makan cumi-cumi pedas."ujar Charlotte, sedangkan Tama yang mendengar nya terkejut. akhir-akhir ini sikap istrinya sangatlah berbeda dari biasanya.


"sekarang?" tanya Tama dan mendapatkan anggukan kepala dari Charlotte.


"aku pesan kan dulu."saat ingin menghubungi asisten pribadi nya, Charlotte mengambil lebih dulu ponsel milik Tama


"tapi aku mau nya kamu yang masak!" seru charlotte, apa dia tidak salah jika istri nya ingin dia yang masak..


mungkin jika di rumah ia akan mengikuti kemauan istrinya tapi ini di perusahaan dan bagaimana bisa dia memasaknya di sini.


"bagaimana kalau kita pulang dulu."usul Tama


"tidak mau, aku mau nya kamu masak di sini saja."ujar Charlotte dengan cemberut sambil berdiri dari duduknya dan berpindah tempat duduknya.


Tama yang melihat sang istri menjadi kesal dengan segera menghampiri nya dan duduk di samping nya.


"baiklah aku akan memasak makanan yang kamu, apa masih ada yang lainnya?"


"tidak ada.'jawab Charlotte dengan cepat,


tidak hanya sikap istrinya saja yang berubah tapi pola makannya juga berubah, seperti sekarang ini. bahkan malam hari pun istrinya juga meminta yang tidak-tidak.


"aku akan meminta asisten pribadi ku untuk berbelanja dulu."ujar Tama dan segera menelepon asisten pribadi nya, setelah mendapatkan apa yang di ingin kan oleh nya, Charlotte tersenyum lebar sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Tama.


hari-hari yang mereka lalui bersama saat kecil, kini justru mereka rasakan kembali setelah menikah. walau belum memiliki seorang anak di antara mereka tapi mereka tetap bahagia,

__ADS_1


"oh iya sayang, apa kamu sudah menelepon kak Steve?"tanya Charlotte yang masih betah di posisi nya, Tama mengusap kepala Charlotte dengan penuh kasih sayang.


"sudah sayang, tapi tidak di angkat oleh nya. Steve hanya mengirimkan pesan saja jika dia sedang bermain dengan anak nya." jawab Tama walau sebenarnya banyak kejanggalan yang dia rasakan saat ingin berbicara dengan Tere maupun melihat Tere tapi Steve selalu beralasan bahwa sepupunya itu sedang istirahat.


setelah pesanan mereka sampai, Tama membawa Charlotte ke dapur yang kebetulan ruangan Tama juga tersedia dapur kecil di dalam nya.


Charlotte membantu Tama untuk membersihkan cumi-cumi tersebut, sedangkan Tama membuat bumbu nya. setelah selesai Tama memotong cumi-cumi,


tapi mendadak Charlotte menjadi mual saat mencium bau masakan nya. Tama menghentikan kegiatan memasak nya dan pergi ke kamar mandi.


"apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya tanya dengan cemas saat melihat wajah istrinya yang pucat sambil bersandar pada dinding kamar mandi.


"kita kerumah sakit saja ya." timpal dan mendapatkan anggukan kepala dari Charlotte, badan nya benar-benar lemas. Tama menggendong Charlotte menuju ruang pribadi nya dulu,


dan pergi ke arah dapur untuk memasukkan masakan nya tadi ke wadah, dan tidak lupa ia juga menghubungi asisten pribadi nya untuk menyiapkan mobil untuk mereka.


Tama semakin khawatir dengan kondisi Charlotte saat ini yang terlihat lebih pucat dari sebelumnya.


"sebenarnya apa yang kamu masukkan kedalam masakan nya tadi?" tanya Charlotte yang merasa mual namun harus ia tahan.


"bumbu yang seperti biasanya sayang, tidak aku tambahin sesuatu lagi." jawab Tama, sedangkan asisten pribadi nya merasa ada yang berbeda dari nona nya, atau mungkin sedang hamil, pikir nya.


"tuan apa mungkin nona sedang hamil!"seru Zico sedangkan Tama dan Charlotte terdiam mendengar nya, Charlotte mencoba untuk mengingat kembali tanggal datang bulan nya.


memang benar jika ia sudah telat dalam beberapa bulan ini, mungkin karena memikirkan tentang kakaknya membuat dirinya lupa.


dan benar saja saat di periksa oleh dokter, jika Charlotte memang sedang hamil dan sudah masuk dua bulan ini. Tama dan Charlotte tersenyum lebar, akhirnya yang mereka tunggu-tunggu datang juga.


Tama memberikan beberapa ciuman di kening Charlotte dan mereka tidak sabar untuk memberitahukan kabar bahagia ini kepada keluarga yang lainnya.


setelah selesai Tama menebus obat dan tidak sengaja melihat sang adik dan istrinya di rumah sakit yang sama.


"ada apa sayang?"tanya Charlotte


"ada Leo dan istrinya, sayang"jawab Tama dan menggandeng tangan Charlotte untuk menghampiri mereka.

__ADS_1


"apa yang sedang kalian lakukan di sini?"tanya charlotte dan tidak lupa ia memeluk Clarissa, semenjak Tere tidak ada Charlotte lebih dekat dengan Clarissa.


"sedang periksa."jawab Clarissa sambil tersenyum lebar dan sesekali ia memegang perut nya.


"kamu sakit cla."


"tidak Charlotte, tapi aku sedang periksa kehamilan."jawab Clarissa dengan berbisik, Charlotte yang mendengar nya membulat kan matanya dengan sempurna.


"sudah berapa lama." kali ini giliran Tama yang bertanya.


"sudah satu bulan kak."


"wah kenapa kita barengan ya?"


"sama"ujar Leo dan Clarissa bersamaan.


"Charlotte juga sedang hamil dan sudah dua bulan ini."jawab tam dengan mengusap perut Charlotte yang memang belum terlihat.


keluarga besar mereka tentunya akan sangat bahagia jika mereka mendengarkan dua kabar ini sekaligus.


akhirnya mereka memutuskan untuk pulang bersama dan kebetulan keluarga mereka juga akan berkumpul di rumah Teresa seperti biasanya.


butuh waktu satu jam baru lah mereka sampai di rumah Tere dan segera masuk ke dalam rumah tersebut, mereka semua sudah tidak sabar memberikan kabar bahagia.


disisi lain nya


"bangunlah sayang, sampai kapan kamu mau seperti ini! apa kamu tidak kasihan kepada putra kita saat ini."gumam seseorang itu dengan lirih, sudah lima bulan istrinya belum juga ada perubahan dan bahkan putra nya juga harus ikut di rawat.


Steve memandang sedih wajah ke dua orang yang mereka cintai, bahkan ia harus merahasiakan keadaan Tere dari keluarga nya juga.


"pulang lah Steve, jangan sampai keluarga yang lainnya mengetahui ini semua, mereka akan curiga jika kamu tidak pulang."ujar Vincent, sebenarnya ia tidak tega melihat Steve seperti sekarang ini tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa selain memberikan semangat kepada Steve.


dengan terpaksa Steve pulang dan meninggalkan kedua orang yang ia cintai, ia


berharap setelah pulang ke Jerman setidaknya istri dan putra nya sudah baik-baik saja dan sadarkan diri.

__ADS_1


Steve mencium kening Tere dan putranya cukup lama, ia memandang wajah Tere sangat lama.


"aku pulang dulu sayang, berjanji lah kamu akan segera sadar. aku membutuhkan mu sayang."bisik nya lirih dan mencium sekali lagi kening Tere dengan lama. setelah nya ia segera pulang ke Jerman dan tempat tujuan nya adalah rumah sang istri, biasanya mereka akan berkumpul di sana.


__ADS_2