
Steve hanya diam mendengarkan perkataan dari Nile, ia juga menatap datar wajah Nile dan seraya membuang nafas dalam-dalam.
Charlotte melirik sang kakak yang seperti nya sedang menahan amarahnya, ia memberikan kode kepada Tama tapi sayang nya suami nya itu tidak peka terhadap kode yang dia berikan. dan pada akhirnya Charlotte menginjak kuat kaki sang suami dan segera memalingkan wajahnya dari suaminya ketika di tatap dengan tajam.
"sayang kenapa kamu menginjak kaki ku hmm?"tanya Tama yang menahan sakit di kaki nya akibat ulah Charlotte.
"tanyakan saja sama kaki yang menginjak mu tadi," jawab charlotte yang kesal, Tama menghela nafas berat saat mendengar perkataan dari sang istri yang ketus.
Clarissa tertawa pelan melihat tingkah laku kedua pasangan di depan nya itu, saat mereka sedang asyik mengobrol mereka tiba-tiba di kejutkan dengan suara Tere yang membahana memenuhi restoran itu.
"Maria, kenapa kamu membohongi ku?" teriak Tere yang sangat keras, Maria yang melihat wajah Tere sedikit terkejut.
"berbohong bagaimana nona?" jawab Maria yang sudah kembali dengan membawa nampan yang berisi minuman untuk tamu restoran nya.
"Maria jangan pura-pura tidak tahu ya,"ujar Teresa yang duduk bersandar pada bahu suaminya tanpa sadar.
"saya benar-benar tidak tahu nona!"
"Casanova gila itu tidak sendirian di dalam ruangan nya, karena mu aku jadi melihat pemandangan yang merusak hidup ku,"seru Tere, bisa-bisa nya kejadian tiga tahun lalu terulang kembali, Maria yang mendengar nya justru tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.
"kenapa kamu malah tertawa hah?"teriak Tere, bahkan ia siap melayang kan nampan itu di wajah Maria.
"maaf nona saya tidak tahu jika bos sedang bersama seseorang! tadi saya hanya melihatnya sendirian saja saat masuk ke dalam ruangannya.sungguh nona saya berkata jujur,"ujar Maria, ia bahkan harus menarik nafas dalam-dalam sebelum menjawab nya.
__ADS_1
"huft, bahkan mereka belum juga selesai." gerutu Tere dengan pelan, "Maria, ambilkan air dingin yang banyak untuk ku."perintah Tere yang mengambil minuman nya, bahkan wajah nya sudah menjadi sangat merah.
"untuk apa nona?"tanya Maria yang tidak paham dengan apa yang akan terjadi
"sudahlah Maria, turuti saja perintah ku."seru Tere dengan berusaha tetap tenang. Maria mengangguk dan pergi ke dapur untuk mengambilkan apa yang Tere ingin kan
"kenapa wajah kamu merah sayang"tanya Steve dengan mengusap pipi Tere, sedangkan sang empu nya melotot kearah Steve bertanya yang tidak penting.
"singkirkan tangan mu dari wajah ku," seru Tere dengan menepis tangan Steve dengan pelan, Steve hanya terkekeh mendengar perkataan dari istrinya.
"nona ini air nya,"seru Maria yang baru tiba, Tere yang melihat ke air dan tersenyum miring. sepertinya pasangan itu harus di beri pelajaran, Tere segera mengambil sebaskom air dingin dan meninggalkan semua orang dengan penuh tanda tanya.
Tere berjalan menuju ruangan yang tadi dan membuka pintu ruangan tersebut, setelah terbuka ia menyiramkan air dingin itu dari kejauhan.
" sudah selesai hmm."tanya Steve saat melihat Tere sudah kembali dan berjalan dengan tertawa kecil.
Tere mengangguk sebagai jawaban nya,
"thanks Maria,"seru Tere dan menyerahkan baskom tadi yang untuk menyiram tanaman yang tidak punya akhlak.
"sama-sama nona."ujar Maria sambil menerima wadah tersebut, tapi senyuman nya kali ini berbeda dengan Pertama kali ia masuk. sepertinya suasana hati Maria sedang buruk dan entah karena apa.
"Nile, ayo pulang."seru Tere, ia menarik tangan Nile yang masih duduk santai dan terus memperhatikan nya.
__ADS_1
"bukannya tadi ingin makan?" tanya Nile yang belum juga berdiri dari duduk nya, sedang kan Steve mengambil uang untuk membayar pesanan mereka.
"tidak jadi, aku sudah tidak berselera makan lagi."jawab Tere dengan datar, ia berhenti menarik tangan Nile dan kini tatapan nya terkunci dengan seseorang yang sedang bermesraan di sebrang jalan sana.
"apa kamu sedang sakit?"tanya Steve, ia bahkan menempel kan telapak tangannya untuk memastikan nya, Tere tidak menanggapi nya. ia Sekarang tahu sudah jawaban nya kenapa saat ia bicara jujur dengan kekasih nya waktu itu, justru dia terlihat santai dan bersikap biasa saja.
Tere mengepalkan tangannya, kenapa orang yang pernah ia tunggu juga mengkhianati kepercayaan nya.dulu ia memulai hubungan dengan orang lain lagi hanya untuk melampiaskan kemarahannya saat dia di tinggalkan begitu saja oleh sang pacar.
Tere berjalan menghampiri orang itu, Steve dengan yang lainnya mengikuti arah jalan Tere, Nile terkejut saat melihat siapa yang berada di depan nya. ia memang tidak memberitahu Tere soal mantan kekasih nya yang ternyata meninggalkan Tere dulu.
setelah sampai di dekat mereka Tere bertepuk tangan dan tertawa terbahak-bahak mentertawakan diri nya sendiri yang sangat bodoh mempercayai pria yang ada di depan nya dulu.
bukan hanya mereka yang terkejut tapi Steve dan adiknya juga terkejut melihat siapa yang ada di depan mereka saat ini.
"apa ini alasan mu dulu varo?"tanya Tere tanpa basa-basi, ia menatap penuh kebencian kepada varo yang dulu mengisi hati nya dan bahkan sulit untuk membuka hatinya untuk orang lain dan tentu saja setelah kehadiran Steve ia mencoba untuk membuka hatinya untuk suaminya dan saat ia benar-benar sudah mencintai suaminya, justru ia kembali di khianat oleh orang yang ia cintai.
"Tere, apa kamu kabar?" varo mencoba untuk mengalihkan pembicaraan Tere, ia juga terkejut saat melihat kedua sepupu istrinya ada bersama dengan Tere.
"apa kamu sedang mengalihkan pembicaraan ku varo? kamu benar-benar membuat ku muak varo, kau meninggalkan aku hanya untuk dia." bentak Tere, bahkan ia juga menunjuk ke arah perempuan yang sedang berdiri di samping mantan kekasih nya, Steve terdiam mendengar perkataan dari Tere. apa mungkin Tere dan suami dari sepupunya memiliki hubungan sebelum ini.
"aku benar-benar bodoh yang sudah mempercayai mu dulu! kamu sama saja dengan pria breng*sek itu, bahkan kamu jauh lebih buruk dari nya varo."teriak Tere, varo hanya bisa diam mendengar perkataan dari kekasihnya dulu,
"aku seperti orang gila yang menunggu kedatangan mu dulu, aku yang dulu percaya bahwa kamu akan kembali lagi dan menjelaskan semuanya kepada ku, kenapa dulu kamu meninggalkan ku. tapi kini aku tahu, kamu juga sama dengan sahabat kamu yang selalu menjadikan ku mainkan untuk kalian, apa begitu senang nya kalian mempermainkan perasaan ku varo." tanya Tere dengan nada melemah, bahkan saat ini ia sedang menangis di hadapan semua orang. ia dari dulu selalu menyembunyikan kesedihannya dari orang lain dan justru sekarang ini ia tumpahkan semua pikiran nya di depan kekasih dulu.
__ADS_1