
"jika kamu kembali pun hubungan kita tidak bisa seperti dulu lagi,apa kamu tidak pernah merindukan aku sama sekali hah.setidak nya kamu memberikan kabar kepada ku tentang kehidupan mu selama ini, kenapa kamu tega meninggalkan ku sendiri Vero!! bukan kah kamu berjanji kepada ku,akan selalu menemani ku tapi apa....?kamu meninggalkan aku begitu saja Vero!! bahkan tidak ada kata perpisahan di antara kita"ujar Tere dengan frustasi sedangkan di sisi lain Leo dan Tama mendengar perkataan Tere mereka terkejut saat melihat sepupunya sangatlah rapuh.
"kau pria brengs*k Vero!! aku membenci mu tapi hati ku tidak bisa membenci mu.
kenapa sangat sulit untuk melupakan mu dan kenapa justru perasaan ku kepada mu tidak berkurang tapi malah bertambah."
"setiap aku melihat foto mu,aku merasa senang sekaligus sakit hati atas apa yang sudah kamu lakukan kepada ku dulu.kembali lah Vero, aku mohon kembalilah."ujar Tere dengan menangis tersedu-sedu,
"apa kita masuk sekarang kak."ujar Leo yang melihat kearah Tere yang sedang menangis bertumpu dengan lutut kaki nya.
"biarkan dia tenang dulu"ujar Tama yang mengurungkan niatnya untuk menemui saudara nya
"semua sudah berakhir, penantian ku selama ini untuk mu sudah berakhir Vero!! kita tidak akan bisa seperti dulu lagi,cinta di antara kita dulu.hanya bisa ku pendam saja, selamat tinggal Vero, selamat tinggal kenangan lama, semoga kamu bahagia di sana.mencintai mu adalah hal terindah di dalam hidup ku Vero,walau hanya sebentar saja tapi kenangan yang sudah kita buat dulu masih berada di memori hidupku"ujar Tere dengan tersenyum kecut meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan menurut nya.
"Tere"ujar Tama dengan mengetuk pintu kamar Tere, sedangkan Tere segera mencuci wajah nya agar tidak terlihat sembab.
"iya!! tunggu sebentar"teriak Tere dari dalam kamar mandi, setelah selesai Tere segera membuka pintu kamar nya dan menampilkan tiga orang di depan matanya.
"ada apa?!!"ujar Tere dengan mengernyit kan keningnya
"tidak ada!! kami hanya ingin mengobrol dengan mu saja,apa tidak boleh"ujar Leo dengan ketus
"masuklah"ujar Tere yang mempersilahkan mereka masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
"kamu baik-baik saja Rere"ujar Tama yang khawatir dengan kondisi Teresa
"aku baik-baik saja"ujar Tere cuek
"katakan, apa yang sedang kalian ingin bicarakan dengan ku."ujar Tere dengan memalingkan wajahnya dari sepupunya agar tidak ada yang menyadari jika mata nya sedikit membengkak karena menangis.
"ayo kita jalan-jalan, kita sudah lama tidak pergi bersama bukan"ujar Tama yang berusaha untuk tidak memperhatikan wajah Tere.
"kemana?""
"bagaimana kalau di tempat permainan"
"boleh"
"aku bisa sendiri, tidak perlu menarik ku Leo"ujar Tere dengan kesal
"kamu lama Tere, ayo buruan"ujar Leo
"haisss kalian benar-benar tidak bisa membiarkan aku istirahat apa?""ujar Tere mengikuti langkah Leo dan Tama yang berjalan di depan nya.
"istirahat nya nanti malam saja,lagian kamu juga jarang bertemu dengan kami dan juga tidak pernah menginap di sini. jadi hari ini kamu harus temani kami mengobrol sepuasnya Tere."ujar Leo dengan tersenyum, sedangkan Clarissa terkejut melihat senyuman Leo yang tidak pernah pudar saat di dekat sepupunya itu.
"jangan berfikiran yang tidak-tidak, calon suami kamu memang sedikit gila orang nya"ujar Teresa yang seakan tahu apa yang sedang di pikir kan oleh Clarissa
__ADS_1
"aunty!! lihat kedua putra aunty, mereka tidak membiarkan aku istirahat sebentar aunty"ujar Tere kepada aunty Lauren saat sudah di dekat mereka
"Leo, Tama biarkan sepupu kalian istirahat dulu, setelah itu kalian baru bisa mengajak nya mengobrol sepuasnya"ujar momy Lauren
"tidak bisa mom, kita jarang bertemu dengan nya mom.maka dari itu kami mau mengobrol banyak dengan nya."ujar Leo dengan kekeh
"jangan lama-lama, kasihan sepupu kalian.dia juga butuh istirahat"
"tenang saja mom,kami tidak akan lama kok"
"haiss kalian ini benar-benar merepotkan ku saja"omel Teresa yang hanya pasrah tangannya di tarik oleh Leo
"udah ayo jangan mengeluh terus, kita ada sesuatu yang ingin kami tanyakan kepada kamu Tere"ujar Leo tanpa berhenti
"setidaknya pelan kan sedikit langkah kalian."ujar Tere dengan kesal
"oke"ujar Leo dan mengikuti kemauan Teresa
"duduklah"ujar tama setelah sampai di gazebo
"ada apa? cepat katakan."ujar Tere to the poin
"apa kamu masih belum bisa mencintai Steve, Tere"ujar Leo yang penasaran menatap kearah Tere.
__ADS_1
"aku masih berusaha, untuk mencintai nya"ujar Tere dengan menghela nafas dalam-dalam,dia tidak menyangka jika kedua sepupunya itu akan menanyakan tentang ini.