
"mau kemana setelah ini"velia
"ke tempat acara yang sudah di siapkan oleh semua orang."ujar Tere dengan meminum kopi di sebuah restoran setelah konferensi pers selesai.
"jika kamu masih di sini,bukan kah akan memperburuk keadaan di sana."ujar Velix
"biarkan saja,itu salah mereka karena telah membohongi ku."ujar Tere dengan tersenyum Devils
"ckck senyuman mu ini, benar-benar mengerikan.bahkan dengan keluarga sendiri tidak mau mengalah."ujar Velix bergedik ngeri melihat senyuman Tere
"itu karena mereka tidak mau menuruti keinginan ku,ya sudah ayo pergi."ujar Tere
"kemana?"ujar velia dengan penasaran
"ke tempat pernikahan,mau kemana lagi memang nya."ujar Tere dengan acuh
"kamu ingin ke cara pernikahan kamu dengan penampilan seperti ini?"
"tentu saja tidak.aku sudah membawa gaunnya dan aksesoris maupun sepatu nya,tinggal penataan rambut dan juga makeup."
"kalau soal itu biar kami saja."ujar Velix
"ya sudah ayo pergi."
"oke"ujar Velix dan velia setelah itu mereka bertiga pergi ke tempat acara pernikahan yang sudah di siapkan oleh keluarga nya maupun calon mertua.
DISISI LAIN
__ADS_1
"sayang,putri kamu kenapa belum datang juga.acara nya sebentar lagi akan di mulai."ujar mama Victoria dengan cemas karena sang putri belum juga sampai.
"sabar sayang mungkin dia sedang dalam perjalanan menuju ke sini."ujar papa derent mencoba untuk menenangkan sang istri
"kenapa kamu tidak menghubungi nya saja sayang.para tamu juga sudah hadir semua."ujar mama Victoria yang semakin gelisah
"kenapa kalian berdua ada disini."ujar papa Mike yang menghampiri mereka bersama dengan yang lainnya.
"kami sedang menunggu Tere karena sampai sekarang belum juga sampai, padahal acaranya sudah mau mulai."ujar mama Victoria dengan sendu
"Tere pasti akan datang kak tenang lah."ujar mama lauren mencoba untuk menenangkan kakak ipar nya
"yang di katakan oleh Laurent benar,kakak tenang lah."ujar papa reyhard
"kakak mau menelfon siapa."ujar papa reyhard
"hallo pa."ujar Tere dari sebrang telefon
"sayang,kamu di mana?. kenapa belum juga datang sampai sekarang."ujar papa derent
"siapa bilang aku belum datang pa.tere sudah berada di sebuah salah satu kamar dan sekarang Tere juga sudah selesai bersiap"ujar Tere dengan tertawa kecil,memang Tere sudah datang tiga puluh menit yang lalu dan tidak memberi tahu siapa pun saat dia datang.
"kenapa kamu tidak memberi tahu kepada kami hmm,apa kamu tahu jika kamu mengkhawatirkan mu."ujar papa derent dengan bernafas lega mendengar perkataan dari Tere
"sorry papa, Tere forgot"ujar Tere
"ya sudah,papa akan segera datang ke sana."
__ADS_1
"oke pa"ujar Tere setelah itu dia mematikan telepon nya dan melanjutkan riasan wajah nya
tok tok tok tok
"masuk"ujar Tere saat mendengar suara ketukan pintu kamar dari luar
"sayang,wah kamu cantik sekali sayang.aunty dan mama kamu hampir tidak bisa mengenali mu tadi."ujar aunty Lauren
"terima kasih aunty."ujar Tere dengan tersenyum manis
"ya sudah ayo kita keluar sayang, sebentar lagi hampir di mulai acaranya."
"iya ma"ujar Tere dan kini mereka sudah keluar dari kamar.setelah hampir di depan pintu tempat acara kini Tere di ambil alih sang papa yang akan menyerahkan putri satu-satunya kepada Steve.
saat mereka datang,para tamu undangan tidak berhenti mengagumi sosok tere.siapa yang tidak mengenal seorang pebisnis wanita yang cantik dan mandiri.bahkan Steve tak berkedip melihat penampilan Tere yang saat ini sangatlah cantik menurut nya.
setelah sampai di dekat Steve,papa derent menyerahkan tangan Tere kepada Steve.
Steve pun menyambut nya dengan baik dan tersenyum ke arah teresa.kini Steve dan Tere mengucapkan janji mereka, setelah selesai mereka bertukar cincin dan kini mereka telah menjadi suami istri.acara nya begitu tenang dan kini mereka telah melakukan sesi foto bersama keluarga maupun sahabatnya.
setelah selesai kini mereka semua telah pulang ke rumah keluarga Tere. kecuali Tere dan Steve, mereka harus tinggal di hotel yang telah di sediakan oleh keluarga mereka dan kini mereka juga telah sampai di dalam kamar hotel mereka.
"hah.... aku lelah sekali hari."ujar Tere dengan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, sedangkan Steve yang melihat nya menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil.
"mandilah dulu, setelah itu baru kamu bisa istirahat."ujar Steve dengan melepaskan jas dan juga dasi yang melingkar di leher nya.
"kamu saja yang mandi lebih dulu,aku masih ingin merebahkan tubuhku."ujar Tere dengan memejamkan matanya
__ADS_1
"baiklah."ujar Steve setelah itu dia pergi masuk ke dalam kamar mandi