Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 24


__ADS_3

"kenapa kita tidak memesan saja pakaian nya."ujar Tere dengan menatap wajah Steve dengan jarak yang cukup dekat hingga membuat jantung mereka berdetak kencang.


"aku sudah memesan nya tapi mereka baru bisa mengantarkan nya dua hari lagi."


"hahhh baiklah aku akan menikmati tinggal di sini,anggap saja sebagai liburan."ujar Tere dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Steve


"bukankah kamu tidak ingin memakai pakaian ini tadi."ujar Steve yang masih betah dengan menatap wajah yang kini telah menjadi istri nya


"bukankah kamu tadi ingin aku memakainya"ujar Tere merebahkan tubuhnya di sofa dengan kepala di atas pangkuan Steve.


"aku hanya asal bicara saja."ujar Steve dengan mengusap pipi Tere dengan mesra.


"hmm bagaimana jika aku menggantinya kembali."ujar Tere dengan memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut dari Steve.


"apa kamu mencoba untuk menggoda ku hmm."ujar Steve dengan membungkukkan badannya, Steve semakin mendekat ke arah wajah Tere.


Steve mulai menempel kan bibirnya di bibir lembut tere.lalu kedua nya larut dalam ciu.man hangat nan memabukkan itu.


detak jantung mereka berdetak kencang dengan nafas mereka memburu,tangan Steve tak tinggal diam dan mulai na.kal dengan memasukkan tangannya ke dalam pakaian Tere dengan memainkan salah satu dua gundukan bukit Tere, sehingga membuat nya mende*** karena permainan tangan Steve.


Steve melepaskan ciumannya saat merasakan pukulan pelan dari Tere, setelah melepas kan ciuman mereka Tere menghirup udara sebanyak-banyaknya.


Steve menggendong tubuh Tere ala bridal style ke atas ranjang dan mulai mencumbu nya kembali.steve merobek lingerie yang berada di tubuh Tere dan membuangnya ke asal tempat.


"akhhh.... Steve apa kamu tidak bisa pelan - pelan."ujar Tere saat pakaiannya di robek Steve dengan kasar.

__ADS_1


"maaf."hanya itu yang bisa Steve ucapkan


"aku menginginkan mu Tere."ujar Steve menatap Tere dengan penuh hasrat yang sudah memuncak


"lakukan lah,apa yang ingin kamu lakukan."ujar Tere dengan menelusuri wajah Steve


"aku akan pelan-pelan saat melakukan nya."ujar Steve kembali melu.mat bi.bir Tere dengan rakus, tangannya pun tidak mau diam Steve me re.mas kedua bukit kembarnya Tere.


ciu.man nya pun semakin memanas dan turun ke leher dada dan berhenti di depan kedua bukit kembarnya.steve menatap dengan penuh na.fsu,Steve mulai menghi.sap dan mere.mas sehingga membuat Tere mengeluarkan desa.han nya.


"akhhh. Steve pelan-pelan jangan di gigit."ujar Tere yang menggeliat hebat saat Steve memainkan tangannya di area sensitif nya.


"ahhhhh."


desa.han Tere semakin menjadi,Steve yang sudah di selimuti gai.rah nya kini sudah menanggalkan celana nya dan memulai memasukkan miliknya ke arah milik Tere.


desa.han Tere saat merasakan sensasi baru yang ada di bawah nya.steve terus berusaha untuk memasukkan miliknya ke arah milik Tere namun masih gagal.setelah beberapa kali mencoba kini berhasil membobol milik Tere.


"ahhh sa sakit Steve."ujar Tere saat milik nya di masuki miliknya Steve


"rasa sakit nya tidak akan lama sayang."ujar Steve yang merasakan miliknya seperti di hisap masuk kedalam milik Tere.


"akhhh... ini sangat nik.mat sayang"ujar Steve lagi yang masih tidak menggerakkan pinggulnya


"Steve"

__ADS_1


Steve yang paham akan Tere langsung menggerakkan pinggulnya ke depan dan belakang.mereka merasakan sensasi baru di tubuh mereka


"ahhh Steve....ahhh"


"ahhh ste ahhh ve. ahhh pe ahhh lan ahhh pe ahhh lan"


"ahhhh Steve. ahhhh a aku su ahhh dah ahhh mau ahhh"des.ahan Tere semakin menjadi, Steve yang melihat wajah Tere semakin bergerak cepat hingga mencapai puncaknya untuk pertama kalinya.


"ahhhhh"


******* keduanya saat sama-sama mencapai puncak ******* nya.steve masih belum melepaskan miliknya dan selang beberapa menit Steve melakukan nya kembali kali ini dengan ritme yang sangat cepat.


entah sudah berapa kali mereka melakukan nya,namun Steve masih enggan untuk mengakhiri nya dan masih melanjutkan nya hingga jam tiga dini hari.steve dan Tere kelelahan karena aktivitas panas mereka Steve pun terbaring di atas tubuh Tere dan mencoba untuk mengatur nafasnya.


"Steve menyingkir lah, badan kamu berat"ujar Tere dengan mendorong tubuh Steve dengan pelan dan Steve pun pindah ke samping Tere sambil menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya dan Tere.


"terima kasih untuk malam ini"ujar Steve mencium kening Tere sambil memeluk tubuh nya.


"iya, sepertinya ini akan menjadi terakhir kalinya kamu melakukan nya."ujar Tere dengan membenamkan wajahnya di dada bidang suami nya


"kenapa?"ujar Steve dengan penasaran


"kau melakukan nya tanpa henti,bahkan tidak membiarkan ku istirahat sejenak dan bahkan kamu melakukan nya sangat lama.kamu benar-benar membuat ku lelah malam ini."ujar Tere membalas pelukan sang suami


"hahaha karena tubuh mu membuat ku tak bisa berhenti sayang.tidurlah,pasti kamu lelah ."

__ADS_1


"iya sangat, selamat malam."ujar Tere setelah itu benar-benar tidur di dalam pelukan hangat Steve,tidak membutuhkan waktu lama Steve juga sudah tertidur pulas dengan memeluk tubuh Tere.


__ADS_2