Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 98


__ADS_3

Tere kembali tertawa kecil mendengar perkataan dari suami nya. sedangkan putranya seperti nya enggan untuk kembali tidur.


"bagaimana dengan keadaan mu sayang?"tanya Dady Mike


"aku baik-baik saja dad, maaf sudah membuat kalian semua khawatir."jawab Tere


"kami senang mendengarnya, apa kamu tidak ingin kembali sayang."


"jika sudah sembuh total aku akan kembali lagi dad, tapi untuk sekarang sepertinya tidak."


"baiklah, kapan-kapan kita akan datang kesana. suami selalu menolak keinginan kami jika ingin kesana."


"Tere tunggu Dady, Tere yang meminta Steve, Tere tidak ingin membuat kalian bersedih."


"lebih baik kamu istirahat sayang, supaya cepat sembuh."


"iya dad."


"sampai jumpa semuanya" timpalnya dengan menirukan suara anak kecil sambil melambaikan tangannya.


"kak Tere, tunggu kak."ujar Charlotte dengan cepat, baru juga menelepon sudah mau di matikan saja.


"kak nanti tolong kirim foto putra kakak dong, kak Steve pernah mengirim kan fotonya tapi waktu masih bayi."


"iya nanti kakak kirimkan untuk mu."

__ADS_1


"terima kasih kak."


"sama-sama, bye aunty dan uncle." sebelum mengakhiri panggilan telepon mereka, Charlotte tersenyum lebar melihat wajah kakak iparnya lagi.


"oh iya dady, kapan kita akan kesana?"tanya Charlotte yang sudah tidak sabar


"beberapa bulan lagi."


"yah lama dong dad."


"Dady tidak ingin ambil resiko sayang, apa lagi kamu sedang hamil muda."


"iya juga sih."


"jadi bersabarlah sayang, nanti kita pasti akan bertemu dengan kakak ipar mu."ujar mommy Clara,


hari berganti bulan begitu cepat dan begitu juga dengan kehamilan Charlotte yang semakin membesar, ngidam nya pun semakin aneh saja membuat Tama dan Leo harus ekstra sabar menghadapi tantangan ini.


"sayang, aku ingin makan makanan Bali tapi aku ingin langsung dari Bali nya."ujar Charlotte, Tama yang mendengar nya menghela nafas berat dan ini sudah beberapa kali ini mereka harus bolak-balik ke luar negeri untuk mengikuti kemauan dari sang istri tercinta.


keadaan Leo pun sama dengan Tama dan mungkin Tama lebih beruntung setidaknya istrinya masih berdekatan dengan kakak nya, sedangkan dirinya sendiri harus berjauhan dari sang istri.


sesekali Charlotte tertawa terbahak-bahak melihat tingkah keponakan nya yang sudah bisa berjalan beberapa langkah saja itu, dan terlihat wajah sang kakak lebih bahagia dari sebelumnya.


"ayo sayang, helikopter nya sudah siap."ujar Tama, untung saja dia memiliki kendaraan pribadi jika tidak entah tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.

__ADS_1


"ayo sayang."ujar Charlotte dengan bahagia, Tama meminta sang istri untuk berjalan hati-hati, apalagi perutnya yang semakin membesar saja.


"sayang, setelah lahiran aku ingin pergi melihat kak Tere ya, kita baru dua kali lho kesana."keluh Charlotte, selama hamil tujuh bulan ini mereka hanya bisa bertemu Tere dua kali saja.


"iya sayang."


mereka berdua pun akhirnya memilih untuk pergi ke Bali di tempat yang di inginkan oleh sang istri, justru setelah berada di Bali istri nya meminta untuk kembali lagi ke Jerman.


Tama hanya bisa bersabar menghadapi tingkah laku istrinya dan kemauan nya saat hamil, mau tidak mau Tama mengikuti kemauan dari sang istri yang ingin pulang kembali ke Jerman.


cukup melelahkan perjalanan dari Jerman ke Bali dan kembali lagi ke Jerman, baru turun dari helikopter pribadi miliknya, istri nya kembali meminta yang tidak-tidak.


"sayang, aku mau mangga itu tapi kamu yang manjat dan jangan bilang sama yang punya


pohon nya."ujar Charlotte sambil menunjuk ke arah buah mangga yang pohon nya sangat tinggi.


Tama menelan Saliva dengan susah payah saat mendengar keinginan sang istri, Tama menatap wajah istrinya yang sedang melihat penuh harap kepada nya.


Tama berjalan sepelan mungkin agar tidak ketahuan oleh pemilik pohon nya dan kebetulan juga ada an*Jing yang lumayan besar yang menjaga di bawah pohon tersebut.


Tama memanjat pohon dengan hati-hati, ia mendengus kesal saat dirinya harus memanjatnya, Charlotte tertawa dengan bahagia dan bisa di lihat oleh Tama dari bawah.


"untung aku sayang, jika tidak usah aku tinggalkan kamu sayang."gumam Tama yang melihat sang istri memberikan semangat untuknya dari bawah.


"ayo sayang, yang ada di sebelah kanan kamu sayang."

__ADS_1


"oke sayang."jawab Tama sambil mengambil mangga yang di inginkan oleh Charlotte, setelah mendapatkan apa yang ada. Tama segera turun dan tentu nya dengan pelan-pelan dan hati-hati agar sang penunggu pohon tidak datang malam ini.


"ini sayang."timpalnya saat berada di dekat Charlotte yang tengah menatapnya dengan tatapan mata yang tajam.


__ADS_2