Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 100


__ADS_3

cukup lama Charlotte bermain dengan Robert dan sepertinya Robert juga sudah mulai bosan dengan nya, Robert berjalan perlahan menuju sang Dady.


"mam..."rengek Robert saat di dekat Steve, sedangkan semua orang yang tidak mengerti apa yang di katakan oleh Robert hanya bisa menyimak saja.


"apa Robert mengantuk?"tanya Steve dengan lembut.


"mam..."lagi-lagi Robert merengek kepada Steve. sedangkan Steve yang baru sadar dengan perkataan Robert segera mengambil handphone miliknya dan menghubungi sang istri.


Steve mengarahkan ponselnya ke arah Robert, Robert terlihat antusias saat melihat wajah sang mommy.


"mam..."panggil Robert sambil mengucek matanya, Tere tersenyum melihat putranya yang sedang menahan kantuk nya.


"sekarang Robert tidur ya, mama temenin Robert."ujar Tere, Steve mengambil bantal sofa dan membaringkan putra nya sambil salah satu tangan nya memegang ponselnya.


Tere menceritakan dongeng sebelum tidur dan tidak butuh waktu lama putranya tertidur pulas.setelah berbincang dengan sang istri cukup lama Steve mengakhiri panggilan telepon nya.


"kak Steve, sepertinya Robert lebih nurut sama kak Tere, ya?"tanya Charlotte, Steve menganggukkan kepalanya sebagai jawaban nya.


"kenapa kakak tidak tinggal di sini lebih lama lagi?"tanya nya lagi sambil menatap kesal ke arah sang kakak.


"jika kakak di sini terlalu lama kasihan Robert yang harus jauh sama mommy nya, Charlotte, saat Robert menangis hanya Tere yang bisa menenangkan nya, apa kamu mendengarkan dia menangis tiap hari?"jawab Steve seraya bertanya kepada sang adik.


"memangnya kakak tidak bisa menenangkan nya?"

__ADS_1


"tidak bisa, Robert akan langsung terdiam saat mendengar suara mommy nya."jawab Steve dengan cepat, mau dia bujuk sekeras apapun tetap saja ia tidak bisa menenangkan putranya saat menangis.


"kamu dari mana tadi sampai bawa-bawa koper?"tanya steve


"dari Bali kak, tapi baru sampai aku udah minta balik lagi."jawab charlotte cengengesan, Steve menggelengkan kepalanya saat mendengar nya.


"baru turun udah di suruh manjat pohon sama adik kamu."adu Tama , Charlotte menendang pelan kaki Tama. sedangkan Steve tertawa kecil mendengar nya.


"adik kamu ngidamnya yang aneh-aneh Steve, dan beruntung nya aku masih bisa mengikuti keinginan nya itu."timpalnya, kemudian Tama menoleh ke arah Steve yang sedang sibuk mengusap-usap kepala Robert.


"Steve, apa ada yang ingin kamu ceritakan?"tanya Dady Mike, entah mengapa ia masih penasaran dengan kepergian Steve waktu itu.sedang kan Steve yang mendengar nya mengernyitkan keningnya dan beralih menatap wajah sang Dady.


"soal apa dad?" bukannya menjawab pertanyaan dari sang Dady, justru kini Steve berbalik bertanya.


"tidak ada yang serius dad."kilah Steve, Mike bisa menangkap kebohongan dari mata putra nya itu.


"Steve, mungkin dulu-dulu Dady akan membiarkan mu tetap berbohong tetapi kali ini tidak, jawab dengan jujur boy, apa yang sebenarnya terjadi waktu itu."ujar Dady Mike dengan tegas, Steve menarik nafas panjang sebelum memberitahu tentang kondisi Tere sebelum nya.


"waktu itu keadaan Tere sedang kritis dad, sebenarnya setelah kalian pulang ke Jerman keadaan Tere semakin memburuk dan setelah melahirkan ia koma bersama dengan Robert. Steve juga sudah berjanji kepada tere untuk tidak memberitahu kepada kalian semua tentang kondisi nya waktu itu."ujar Steve sambil menundukkan kepalanya, jika mengingat kembali tentang apa yang terjadi kepada istri dan putra nya membuatnya kembali bersedih.


sedangkan semua orang yang mendengar nya sangat terkejut, ternyata selama ini Steve berusaha bahagia jika bersama dengan mereka semua. mereka semua sangat marah mendengar perkataan dari Steve tetapi mereka juga tidak bisa berbuat apapun karena ini permintaan dari Tere.


"lalu bagaimana dengan keadaan nya kali ini Steve, Dady tidak ingin kamu berbohong kembali?"

__ADS_1


"kondisi Tere belum sembuh total dad, tetapi keadaan nya semakin membaik akhir-akhir ini dan selama ini papa dan mama tinggal di Italia setelah mereka mendengar kabar tentang Tere."jawab Steve dan kemudian ia menyunggingkan senyuman nya saat melihat sang istri tengah menelepon nya, dengan cepat ia mengangkat telepon nya dan tidak menghiraukan keberadaan seluruh anggota keluarga nya. cukup lama mereka mengobrol dan mengakhiri panggilan telepon nya setelah selesai berbicara.


"oh iya Charlotte, sebentar lagi kamu akan melahirkan kan bukan?"tanya steve sambil menatap wajah sang adik.


"iya kak."


"eumm kakak akan datang lagi setelah kamu lahiran nanti."


"sama kak Tere ya kak datang nya."ujar Charlotte dengan cepat, sedangkan Steve terkekeh kecil melihat reaksi dari adik satu-satunya saat menyebut nama istrinya.


"Tere masih belum bisa pulang ke Jerman Charlotte, dokter tidak mengizinkan nya sampai keadaan Tere benar-benar sembuh total."timpal Steve dan membuat Charlotte menjadi cemberut.


"mau sampai kapan kak?"tanya Charlotte dengan lirih, Steve berpindah tempat duduknya di samping sang adik yang sedang menundukkan kepalanya.


"sampai kakak ipar kamu baik-baik saja sayang, kakak tidak ingin mengambil resiko dan membahayakan keselamatan Tere." jawab Steve sambil mengusap kepala Charlotte dengan lembut dan kasih sayang.


"Tere menitipkan hadiah untuk kelahiran mu nantinya."


"mana?"


"masih di luar, mau ambil sendiri atau kakak ambilkan."


"biar Tama saja yang mengambil nya kak, kakak di sini saja temani aku mengobrol."ujar Charlotte, Tama yang mendengar mendengus kesal dan menatap tajam ke arah sang istri.sedangkan Steve hanya bisa tertawa kecil mendengar nya.

__ADS_1


__ADS_2