Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 44


__ADS_3

di dalam perjalanan menuju mansion keluarga Alexander, Tama maupun Charlotte hanya diam dan yang ada hanya kesunyian di antara mereka berdua. Charlotte melirik ke arah Tama yang terlihat masih marah, ia menarik nafas berat dan kembali menatap ke luar jendela.


Charlotte memandang arah keluar sambil memikirkan apa yang tengah terjadi di dalam kehidupan rumah tangga kakaknya, setahu nya kakak nya sangat mencintai istrinya tapi kenapa tiba-tiba saja sikap kakak nya berubah. bahkan tatapan mata kakak nya saat menatap Tere sudah terlihat sangat jelas jika sang kakak masih mencintai istrinya itu, apa mungkin terjadi sesuatu yang tidak di ketahui oleh nya dan keluarga nya.


saat tengah melamun kan sesuatu, handphone Charlotte bergetar di dalam tas kecil miliknya. Charlotte mengernyitkan keningnya saat melihat siapa yang sedang mengirimkan nya pesan, ia melirik ke arah Tama dengan hati-hati sebelum ia membaca pesan di handphone milik nya.


saat melihat Tama yang memejamkan matanya, dengan segera Charlotte membuka isi pesan di handphone nya. sesekali ia melirik ke arah Tama.


"Charlotte, bisakah kamu temui kakak besok di taman xxx sendirian saja? setelah kuliah kamu selesai." isi pesan tersebut dari Teresa, Charlotte segera membalas pesan dari kakak iparnya dan segera menghapus nya.


"baik kak, Charlotte akan datang tepat waktu besok!." balas Charlotte dengan cepat dan menghapus isi pesan nya dan ia juga membalas pesan dengan sahabat nya, saat Charlotte sedang membalas pesan. ia di kejutkan dengan Tama yang tiba-tiba mengambil handphone nya.


Tama melihat setiap pesan yang ada di handphone sang istri namun tidak ada keanehan yang ada pesan dari teman-teman konyol istrinya. Tama mengembalikan handphone milik Charlotte tanpa mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"apa besok aku bisa pergi bersama dengan teman-teman ku?." tanya Charlotte dengan suara yang sangat pelan, Tama yang mendengar perkataan dari Charlotte mengernyitkan keningnya, apa mungkin ia sudah keterlaluan terhadap istrinya karena masalah rumah tangga sepupunya yang sedang berantakan itu.


"kamu bisa pergi dengan mereka sayang, tapi ingat jangan pulang malam." jawab Tama dengan lembut, Charlotte segera menatap wajah Tama yang sudah mulai berbicara dengan nya seperti dulu lagi.


"benarkah?." ujar Charlotte untuk memastikan sekali lagi apa yang baru ia dengar.


"iya sayang! jika kamu telat saat pulang nanti aku akan memberikan hukuman untuk mu hmm." jawab Tama dengan mencubit gemas hidung Charlotte, sedangkan Charlotte tersenyum lebar mendengar nya.


"terima kasih." ujar Charlotte yang sangat senang dan memeluk tubuh Tama yang berada di samping nya.


"aku sudah memaafkan mu Tama!." ujar Charlotte yang masih enggan untuk melepaskan pelukannya dari suaminya.


"aku sangat beruntung karena dapat menikahi mu sayang." jawab Tama dengan menatap manik mata Charlotte dengan dalam dan tersenyum kecil melihat reaksi Charlotte yang sedang gugup saat di tatap oleh nya.

__ADS_1


teman masa kecil nya yang dulu bersikap tomboi, keras kepala, dan selalu suka berdebat dengan nya, justru sekarang menjadi istri kesayangan nya dan ia juga sangat merindukan ocehan Charlotte kecil.


tidak terasa kini mereka telah sampai di kediaman keluarga Alexander, Tama keluar terlebih dahulu dan di ikuti oleh sang istri.


Tama mengulurkan tangannya saat melangkah masuk ke dalam rumah, sedangkan Charlotte bergelayut manja di tangan Tama.


saat masuk ke dalam rumah tidak ada satu orang pun, mungkin mereka semua sudah kembali ke dalam kamar mereka karena waktu juga sudah malam. Tama berjalan menuju lift dan menekan tombol untuk menuju ke kamar nya, Charlotte hanya diam dan mengikuti setiap langkah Tama.


sudah beberapa hari ini Charlotte sangat suka menempel kepada Tama dan itu membuat nya pusing sendiri, padahal sebelumnya ia selalu merasa jika Tama sangat menyebalkan dan suka mengatur nya namun setelah mereka menikah sifat Tama sedikit demi sedikit mulai berubah, mungkin ia sendiri sudah bosan bersikap seperti orang lain dan bukan dirinya sendiri.


Charlotte lebih menyukai sikap Tama yang seperti sekarang ini dari pada sebelum mereka menikah, sesekali ia melirik ke Tama yang tengah fokus berjalan nya. Tama yang melihat sikap sang istri tersenyum kecil sampai-sampai Charlotte tidak dapat melihat nya tersenyum.


sepertinya istri nya ini butuh sedikit pelajaran lagi malam ini, Tama tiba-tiba berhenti berjalan dan membuat Charlotte heran melihatnya, setahu nya kamar Tama masih di ujung dan ini baru di tengah mereka berdiri sudah berhenti.

__ADS_1


Charlotte menelan Saliva dengan susah payah saat melihat tatapan mata dari Tama yang membuat nya tidak bisa berkutik, Charlotte segera mengalihkan pandangan dari Tama, jika ia terus menatapnya bisa saja suami nya ini akan memakan nya di sini.


Tama berjalan menuju ke arah Charlotte sedangkan sang empu nya mundur saat menangkap sinyal bahaya dari Tama yang kini tengah berjalan menuju nya, langkah Charlotte terhenti saat tubuh nya sudah terpentok dinding. Tama tersenyum mesum saat melihat kegugupan sang istri saat ini.


__ADS_2