Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 50


__ADS_3

Steve merasa gugup yang luar biasa, kegugupan nya melebihi saat ia menikahi Teresa dulu. Mike mengikuti sang putra nya, namun ia melihat kegundahan di diri sang putra. Steve menarik nafas panjang sebelum menekan bel, cukup lama mereka berdiri namun belum ada yang membukakan pintu untuk mereka.


saat ini perasaan Steve antara senang, sedih dan kecewa kepada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga sang istri dengan baik. kali ini datang ke rumah sang istri untuk bertanya langsung kepada Tere tentang isi surat itu, apakah benar atau tidak isi surat itu.


walau nanti ia akan di caci maki oleh orang tua Tere, namun keputusan sudah bulat untuk menemui Tere di rumahnya. Steve sesekali tersenyum kecil saat mengingat isi surat yang di berikan oleh Tere untuk nya, cukup lama mereka menunggu dan akhirnya Steve bisa bernafas lega karena pintu terbuka dari dalam.


derent menatap tajam ke arah orang-orang yang sedang bertamu di rumah nya, dengan nada masih kesal nya ia membiarkan mereka semua masuk. derent duduk di sebelah istri nya dengan alis nya yang di angkat sebelah.


Steve memberanikan diri untuk bertanya kepada mertuanya yang tengah duduk di depan nya.


"dimana Tere pa,ma?." tanya Steve dengan setenang mungkin, ia tidak peduli dengan reaksi orang-orang yang sedang berada di dekat nya. ia sungguh tidak sabar menemui istrinya saat ini, pandangan terus mencari Tere ke semua arah.


"apa kedatangan mu saat ini untuk bertemu dengan Tere, Steve?." bukannya menjawabnya justru papa derent melontarkan pertanyaan lainnya, ia masih kecewa dengan langkah yang di ambil oleh Steve. setelah mengetahui kebenaran nya,


"iya pa."jawab Steve dengan tegas.


"Tere sedang tidak di rumah, sudah dari tadi pagi ia pergi!." ujar papa derent dengan tenang, ia beralih menatap kearah sahabatnya dan juga adiknya,


saat Tama ingin bertanya sesuatu kepada uncle nya, uncle sudah menginstruksikan nya untuk diam. karena ada panggilan telepon masuk dari handphone sang paman. derent segera mengangkat nya dan menjadi tegang saat mendengar putra sedang menangis saat ini.

__ADS_1


"ada apa son?."tanya papa derent,yang entah mengapa perasaan menjadi tidak enak terlebih lagi putrinya belum kembali dari tadi pagi. bahkan putri nya tidak memberikan kabarnya sama sekali.


"pa, kak Tere kecelakaan pa! mo mobil kakak di tabrak oleh mobil lainnya dan kak Tere terjun ke dalam jurang pa." jawab Greyson di sebrang telefon, derent yang mendengar perkataan sang putra sangat khawatir dengan kondisi tubuh Teresa saat ini.


"cepetan datang pa, tolong kakak. kakak pasti sedang kesakitan sekarang ini pa?." imbuh nya yang masih terisak di sana, derent mencoba untuk tenang namun tidak bisa. ia takut terjadi sesuatu kepada sang putri nya, derent menerawang jauh hingga membuat kepalanya terasa sakit dan dada nya berdetak semakin tidak karuan.


"kamu dimana Sekarang son!." tanya papa derent dengan kekhawatiran,ia tahu saat ini pasti putra nya sangat ketakutan apalagi ia melihat kejadian yang menimpa sang kakak.


"Greyson akan mengirimkan lokasi nya pa! tolong cepat datang pa, Greyson takut." ujar Greyson yang sedang ketakutan, ia masih bersembunyi agar orang yang mengikuti kakak nya tidak melihat nya.


"kamu tenang son, papa akan segera datang ke sana. kamu tetap di tempat mu sebelum papa datang."jawab papa dan segera mengakhiri panggilan nya, ia menelepon bawahan nya untuk segera pergi ke tempat putra nya berada.


"Tere kecelakaan lagi ma!." ujar papa derent dengan lirih, ia tidak tahu harus berkata apa kepada istrinya. semua orang terkejut mendengar nya, mama Victoria terisak saat mengetahui sang putri sedang kecelakaan, bagaimana bisa putri nya mengalami kecelakaan dua kali di waktu yang berdekatan.


"papa harus segera kesana ma, Greyson sedang ketakutan sekarang."imbuh nya, mama Victoria beralih menatap kearah papa derent.


"mama ikut pa, mama ingin mengetahui kondisi Tere saat ini." ujar mama Victoria yang masih menangisi nasib putri nya.


"tapi ma."papa derent yang ingin menjawab nya namun sudah di dahului oleh mama Victoria yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"tidak ada tapi-tapian pa! mama ingin melihat kondisi putri mama dengan mata mama sendiri." seru mama Victoria dengan nada tinggi, iya benar-benar tidak bisa di rumah saja. papa derent menarik nafas berat sebelum mengangguk.


tidak hanya derent yang pergi ke tempat kejadian, keluarga Steve maupun Tama juga ikut pergi bersama, Steve sangat khawatir dengan kondisi tubuh Teresa saat ini. niat kedatangan untuk meminta maaf kepada istrinya, justru di kejutkan kembali tentang kecelakaan sang istri.


Steve menggenggam erat setir mobil, tidak perlu di cari ia sudah tahu siapa dalang di balik ini semua, membutuhkan satu jam lebih mereka semua sampai di tempat tujuan nya. setelah sampai papa derent mencari keberadaan putra nya saat ini, ia terus melihat ke sekeliling nya namun berhasil menemukan keberadaan putra nya.


selang beberapa menit Greyson keluar dari tempat persembunyiannya dan berlari ke arah orang tua nya dan memeluk tubuh sang papa dengan erat, papa derent membalas pelukan putra nya dan mencoba untuk menenangkan nya.


"dimana kakak kamu, sayang?."tanya mama Victoria, ia terkejut saat melihat keadaan mobil putri nya yang hancur, ia mundur beberapa langkah dan menggeleng kan kepala nya dengan cepat. ia tidak percaya jika putri nya masih di dalam mobil, Steve yang melihat mobil Tere dengan segera ia berlari ke sana namun langkah nya terhenti saat tiba-tiba mobil Tere meledak.


"kakak jatuh ke jurang ma!." jawab Greyson tanpa berani menatap wajah sang mama, namun salah satu jari nya menunjuk ke arah di mana Tere terjatuh.


"apa, ka kakak ka kamu ja jatuh ke jurang sayang."ujar mama Victoria yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari putranya, sekarang bagaimana bisa putri nya selamat jika putri nya ke dalam jurang yang curam dan dalam.


papa derent menatap ke bawah jurang, tiba-tiba wajah menjadi sangat pucat. apa kali ini ia akan kehilangan putri untuk selamanya, papa derent memegangi dadanya yang terasa sakit, ia tidak akan bisa hidup tanpa putri nya yang ia rawat dari kecil dengan tangan nya sendiri.


mama Victoria tidak kalah sedihnya, putri yang ia dambakan kini jatuh ke dalam jurang yang sangat dalam. ia tidak tahu apa sang putri selamat atau tidak, Tama mencari jalan untuk turun, supaya ia bisa menolong sepupunya dari jurang. ia tahu jika uncle dan aunty nya merasakan kesedihan yang mendalam. bagaimana tidak putri yang mereka nanti selama tiga tahun dalam pernikahan kini mereka harus kehilangan putri nya.


Reyhard mencoba untuk menenangkan sang kakak, begitu juga dengan Laurent ia mencoba menguatkan kakak iparnya yang sudah ia anggap kakak sendiri. papa derent memerintahkan kepada semua anak buah nya untuk mencari keberadaan sang putri.

__ADS_1


semua anak buah papa derent turun ke bawah dan melakukan pencarian Secara terpisah, Tama ikut mencari begitu yang lainnya. Steve hanya sejak tadi, entah apa yang sedang di pikirkan nya saat ini tapi yang jelas saat ini hanya ada amarah di matanya.


__ADS_2