Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 55


__ADS_3

"kak nanti anterin Charlotte ke kampus ya," ujar Charlotte yang tengah duduk di samping kakaknya, mereka menikmati sarapan pagi bersama.


"bukankah sudah ada suami mu, minta sama dia.aku tidak punya banyak waktu untuk melakukan nya."jawab Steve dengan dingin, bahkan ia tidak menatap sama sekali ke arah adik nya, Charlotte yang mendengar perkataan dari sang kakak menjadi sedih.


dulu sikap sang kakak tidak dingin seperti sekarang ini, bahkan dulu kakak nya selalu mengantar nya tanpa Charlotte minta sekali pun. tapi sekarang sangat sulit untuk berbicara dengan kakak nya, Charlotte benar-benar merasa kehilangan sesosok kakak nya yang dulu.


"kakak sepupu bagaimana kalau kita adakan piknik keluarga, lagi pula sudah lama kita tidak pergi bersama." tanya sepupunya, mereka semua datang berkunjung untuk melihat keadaan Steve, tapi justru mereka melihat sikap Steve berubah drastis.


"aku sudah katakan tidak punya waktu, jika kalian ingin pergi maka pergilah."jawab Steve ketus, tanpa mengalihkan pandangan nya.


"kenapa kakak berubah hanya karena istri kakak itu, kakak bisa mencari wanita lain nya. perempuan bukan hanya dirinya saja, jika dia sudah pergi meninggalkan kakak untuk apa kakak mempertahankan nya?." ujar sepupunya, ia benar-benar tidak menyukai perubahan Steve kepada keluarga nya, walau iya belum bertemu dengan istri dari sepupunya itu. ia tidak menyukai nya.


Steve yang mendengar perkataan sepupunya mengebrak meja makan dengan kuat, ia sangat tidak suka jika ada yang menjelekkan istri nya di hadapan diri nya. Steve menatap tajam ke arah sepupunya itu dan ingin rasanya ia membunuh sepupunya itu sekarang juga.


brakkk

__ADS_1


"jangan pernah berbicara yang tidak-tidak tentang istri ku key! atau aku tidak segan-segan untuk membunuh mu." bentakan keras dari Steve, setelah itu ia pergi tanpa melanjutkan sarapan pagi nya lagi. ia sudah tidak berselera untuk makan dan tinggal di ruangan itu, saat ingin melangkah ke luar, Steve tiba-tiba kembali masuk dan naik ke atas.


walau penasaran akan apa yang di lakukan Steve saat di atas, namun mereka tetap tidak ada yang berani menyusul nya ke kamar Steve saat ini. Tama menarik nafas dalam-dalam, ia benar-benar semakin pusing dengan keadaan keluarga nya saat ini, Tama melirik ke arah Steve yang baru turun dengan membawa sebuket bunga kesukaan Tere.


Steve tersenyum kecil melihat ke arah buket bunga yang berada di tangan nya, Tama sudah tahu kemana sahabat nya ini akan pergi setelah dari rumah. sahabatnya ini kerap datang ke sana dua Minggu ini dan itu membuat Steve kembali seperti diri nya walau hanya sebentar.


"mau kemana son?." Dady Mike saat melihat putra sudah berpakaian rapi dan membawa sebuket bunga yang ia beli pagi tadi sebelum keluarga bangun dari tidur mereka.


"ke tempat Tere dad!."jawab Tere dengan tersenyum kecil sehingga tidak dapat orang lain lihat, tanpa mengalihkan pandangan nya dari orang lain dan masih menatap bunga di tangan nya. Steve terlihat bahagia seolah-olah ia benar-benar akan memberikan nya kepada Tere.


"tidak ke kantor?."Dady Mike kembali bertanya, ia sangat sedih melihat kondisi putranya yang masih belum bisa melupakan Tere, dan bahkan putra nya menganggap menantunya masih hidup. selama tubuh Tere belum di temukan Steve akan selalu menganggap Tere masih hidup, begitu juga dengan keluarga derent yang masih melakukan pencarian sampai saat ini. walau kecil harapan mereka tapi ini tidak akan membuat nya menyerah untuk mencari putrinya.


"baiklah " ujar sang Dady, dan tidak melarang kembali keinginan putra nya, putra nya ini akan sangat senang jika sedang membahas soal Tere.tapi ia juga akan marah jika ada yang membicarakan tentang Tere dengan nada tak suka nya.


dengan langkah tergesa-gesa, Steve segera masuk ke dalam mobil tanpa menghiraukan orang-orang yang berada di dekat nya. ia tidak ingin menunda waktu untuk pergi ke tempat terakhir Tere meninggalkan nya, Steve melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan matanya fokus pada jalanan nya.

__ADS_1


tiba-tiba mata menangkap sosok yang mereka cari selama ini, ia juga melihat jika orang itu juga dari tempat istrinya yang terakhir kali di lihat oleh Greyson. yang tidak lain adalah tempat kecelakaan yang menimpa Tere beserta asisten pribadi sang istri.


setelah Steve menepikan mobilnya, ia berjalan keluar dan berlari keluar dan menuju ke arah orang itu. dengan nafas memburu kini Steve berdiri di hadapannya nya, orang itu sangat terkejut saat melihat Steve di sana.


ia tidak akan menyangka bisa melihat menantu nya di tempat ini, ya orang itu tidak lain adalah papa derent yang satu bulan ini menghilang entah kemana.


"bagaimana dengan kabar papa,mama, dan Greyson?." tanya Steve kepada papa derent yang berdiri di depan nya saat ini, tentu saat ini Steve sangat senang saat bertemu lagi dengan orang tua istrinya.


"kami semua baik-baik saja, bagaimana dengan keadaan mu Steve?"jawab papa derent seraya bertanya, ia tahu selain dirinya yang terluka, masih ada orang lain nya yang merasakan hal yang sama. papa derent tersenyum saat melihat bunga kesukaan putrinya berada di tangan Steve.


ternyata bukan hanya dirinya yang merindukan Tere saat ini, ia menatap Steve dengan dalam. ada kesedihan di dalam mata menantu nya saat ini, kemudian ia menepuk pundak Steve dengan pelan dan berjalan ke arah sisi jurang yang merenggut putri.


mereka berdua menatap kearah bawah dan melemparkan bunga yang mekar bawa dari rumah, entah mengapa mereka selalu merasa tenang dari tempat itu. Steve menawarkan diri untuk mengantarkan papa derent untuk pulang, dan melihat kondisi Greyson yang mengalami trauma berat dulu.


walau awal nya papa derent menolak nya, ia berusaha untuk membujuk papa derent dan akhirnya di setujui oleh papa derent.

__ADS_1


kini mereka di dalam mobil menuju tempat tinggal papa derent tinggal saat ini, ia juga membeli beberapa buah-buahan dan makanan untuk ia bawa ke sana, dan tidak lupa ia juga membelikan sebuah game terbaru untuk adik iparnya.


di dalam mobil Steve mencoba untuk mencairkan suasana tegang di antara dirinya dan papa derent dengan bertanya sesuatu tentang Tere, sesekali Steve tersenyum saat mendengar cerita papa derent tentang masa kecil istrinya.


__ADS_2