
Charlotte dan Tama keluar dari dalam kamar mereka dan menuju ke lift, setelah pintu lift terbuka Tama maupun Charlotte segera masuk dan menutup kembali pintu lift.
Tama memegang tangan Charlotte dengan erat, mereka melangkah keluar saat mereka sampai dan berjalan menuju ke ruang makan yang di sana sudah ada keluarga Tama.
mata mereka tertuju pada Tama dan Charlotte yang baru datang, orang tua nya berfikir jika Tama akan tinggal ke rumah keluarga young.
Leo yang melihat kedatangan Charlotte segera berdiri dan berpamitan kepada kedua orang tua nya untuk berangkat terlebih dahulu, Leo segera menarik tangan sang istri yang masih diam di tempat nya.
Charlotte yang melihat nya menundukkan kepalanya, ia sadar jika Leo sedang menghindari nya dan ia juga tahu jika perbuatan sang kakak akan membuat nya dalam masalah saat berada di dalam keluarga sang suami.
Tama yang melihat wajah Charlotte yang sedang sedih, menggenggam tangan nya dengan erat seakan memberikan semangat untuk sang istri.
"kami berangkat dulu dad, mom." pamit Leo dengan menarik paksa sang istri yang masih duduk, sedang kan sang istri menurut saja dengan apa yang di lakukan oleh leo.
"kamu bisa berangkat nanti son! kita sarapan bersama dulu." ujar Dady Reyhard yang mencoba untuk menenangkan pikiran sang putra nya, ini memang kesalahan Steve dan tidak ada hubungannya dengan Charlotte. tapi menurut putra kedua nya semua orang yang dari keluarga young salah.
"no dad, aku tidak bernafsu untuk makan di rumah." jawab Leo dengan penuh penekanan, Tama yang melihat nya mengepalkan tangannya saat sang adik menatap tajam ke arah istri nya, sedangkan Charlotte hanya diam seribu bahasa mendengar perkataan dari Leo.
"tapi Leo" ujar mommy Laurent namun sudah lebih dulu di potong oleh putranya.
__ADS_1
"tidak mom, kami akan makan di luar saja. aku juga akan ke rumah uncle untuk melihat bagaimana dengan kondisi Teresa saat ini." ujar Leo cepat dan setelah itu ia pergi meninggalkan keluarga nya yang tengah menatapnya dengan tatapan yang berbeda.
setelah kepergian Leo, Tama mengajak sang istri untuk duduk di meja makan, ia terus menggenggam tangan Charlotte yang terus menunduk dari tadi. biasanya akan ada perbincangan hangat sebelum mereka memulai sarapan pagi nya, namun sayangnya saat ini hanya ada kecanggungan di antara mereka semua.
Charlotte hanya diam saat di meja makan, Tama melirik ke arah sang istri yang tengah tidak fokus dengan makanan yang berada di depan nya saat ini. Tama menarik nafas dalam-dalam sesaat dan menyodorkan sendok nya di depan mulut Charlotte, sedangkan Charlotte diam tak menanggapi Tama yang sedang menatap intens.
"di makan sayang! jangan cuma di lihatin saja makanan nya?." ujar Tama dengan berbisik, Charlotte yang mendengar nya terpaksa memakan makanan yang berada di depan nya, walau rasa nya sangat hambar sekarang.
Tama yang melihat Charlotte makan pun tersenyum lebar, ia kembali memakan makanan nya namun sesekali ia masih melirik sang istri
baru beberapa sendok makan Charlotte menyudahi makanan nya dan berpamitan untuk masuk ke dalam kamar nya untuk segera pergi ke kampus nya, ia lebih memilih pergi ke kampus dari pada di rumah dalam suasana tegang.
Tama melihat kepergian sang istri hanya diam saja, mungkin dengan cara Charlotte pergi ke dalam kamar mereka akan membuatnya lebih tenang itu pikir nya, sesampainya di dalam kamar Tere mengambil handphone dan mengirimkan pesan kepada seseorang yang akan di temui nya sore nanti.
"apa kita jadi bertemu sore nanti kak?." tanya Charlotte Kepada seseorang di sebrang telefon sana. Charlotte menunggu cukup lama baru mendapatkan balasan dari orang yang ia tunggu.
"iya kita jadi bertemu, tolong jangan sampai ada yang tahu saat kita bertemu nanti!." isi pesan singkat dari orang yang tidak lain adalah Teresa kakak ipar nya, Charlotte sangat menyukai Tere dari awal mereka bertemu.
"aku akan menunggu mu di kursi kosong di bawah pohon besar di dekat sungai, dan bawalah sebuah buku agar tidak ada yang curiga saat kita berada di sana. setelah tiba di sana segera lah duduk sambil membaca buku, berpura-pura lah tidak melihat keberadaan ku nanti. berhati-hati lah Charlotte." imbuh nya setelah itu Tere menghapus pesan yang ia kirim kan kepada Charlotte, begitu juga dengan Charlotte yang langsung menghapus pesan dari Tere. ia melakukan sesuai dengan perintah Tere.
__ADS_1
sebelum pergi Charlotte mengambil beberapa buku novel nya untuk ia bawa di taman nanti sore, setelah itu ia segera turun untuk meminta izin untuk pergi lebih awal ke kampusnya.
setelah mendapatkan izin Charlotte segera masuk ke dalam mobil nya, ia memilih berangkat sendiri dari pada berangkat bersama dengan suami nya, walau arah jalan mereka sama namun kejadian tadi malam membuat nya sedikit canggung di dekat Tama maupun keluarga Tama.
Charlotte bertemu dengan sahabat nya di kantin kampus, hati ini mereka juga berangkat lebih awal dari jam masuk mereka, Charlotte menyandarkan kepalanya di meja makan tempat ia berkumpul dengan sahabat nya.
nata and the Genk menatap heran ke arah Charlotte yang tengah tidak semangat seperti biasanya, mereka saling melirik memberikan kode untuk bertanya kepada Charlotte apa yang sedang terjadi dengan nya, namun. sebelum bertanya mereka mendengar helaan nafas panjang dari Charlotte dan membuat mereka tambah bingung di buat nya.
nata memberanikan diri untuk bertanya kepada Charlotte, ia menatap Charlotte dalam-dalam sebelum bertanya kepada nya.
"kamu kenapa Charlotte? apa ada masalah?." tanya nata dengan hati-hati ia tidak mau membuat sahabatnya merasa terganggu dengan perkataan nya.
"ya, masalah begitu besar dan harus segera di selesaikan dengan segera." jawab Charlotte dengan tersenyum getir, ia meratapi nasib pernikahan sang kakak yang di ujung perceraian.
nata dengan yang melihat raut wajah Charlotte yang tiba-tiba sangat sedih mereka memilih diam, mereka saling pandang untuk bertanya kembali pada sahabat nya.
mereka kali ini lebih berhati-hati saat bertanya, mereka takut akan menyinggung perasaan Charlotte dengan pertanyaan mereka. nata kembali bertanya saat melihat kedua sahabatnya mengalihkan pandangan mereka dari nya.
"apa yang bisa kami lakukan untuk mu Charlotte?." tanya nata dengan sedikit pelan agar mahasiswa yang lainnya tidak dapat mendengar obrolan mereka saat ini, nata merasa ada masalah besar di keluarga Charlotte saat ini, hingga membuat sahabatnya terlihat sangat lesu tak bersemangat.
__ADS_1
Charlotte menatap wajah sahabatnya dengan bergantian, seandainya ia bisa cerita kepada sahabatnya setidaknya ia bisa sedikit lega, namun sayangnya ia tidak bisa menceritakan masalahnya kepada sahabatnya. bukan nya tidak percaya dengan sahabat nya namun malu untuk menceritakan tentang kehidupan rumah tangga sang kakak saat ini.