
Charlotte membuang nafas nya dengan kasar, saat ini ia benar-benar frustasi karena masalah keluarga nya. ia sudah tidak sabar menunggu untuk bertemu dengan kakak ipar nya dan pada akhirnya Charlotte menatap kearah sahabatnya dengan bergantian dan sulit di katakan.
"aku butuh bantuan kalian bertiga?." ujar Charlotte dengan tatapan serius, ia bisa gila jika menunggu lebih lama lagi untuk berbicara dengan kakak iparnya.
nata dan yang lainnya saling pandang satu sama lain, mereka penasaran akan apa yang di katakan oleh Charlotte selanjutnya kepada mereka.
"bantuin aku buat mendapatkan izin hari ini?." ujar Charlotte dengan berbisik-bisik ia tidak ingin jika teman-teman nya yang lainnya mendengar perkataan dari mereka.
nata mengernyitkan keningnya saat mendengar perkataan dari Charlotte namun beberapa detik kemudian ia melotot tidak percaya jika teman nya ini akan bolos kuliah di saat mapel dosen yang menurut nya gila.
"mau kemana?." tanya nata dengan intens ke arah Charlotte yang saat ini sedang tengah sibuk dengan handphone nya.
"aku ada urusan bentar! nanti kalian absenin aku ya." jawab Charlotte dengan gampang nya, sedangkan nata menghela nafas panjang mendengar perkataan dari sahabat nya.
Charlotte segera mengirimkan pesan singkat kepada Tere, ia ingin segera bertemu dengan nya karena ada hal yang harus Charlotte tanyakan kepada kakak ipar nya dan juga kakak nya.
"kak, apa kita bisa bertemu sekarang saja?." tulis Charlotte di handphone miliknya dan segera mengirimkan nya kepada Tere yang saat ini memang sudah berada di taman yang akan di datangi nya dengan Charlotte.
pesan dari nya di lima menit berlalu namun masih belum mendapatkan jawaban dari Tere saat ini, Charlotte menggusar wajah nya dengan kasar saat mengetahui jika pesan nya hanya di baca saja.
"apa kamu tidak kuliah?." bukannya menjawabnya justru Tere bertanya tentang hal lainnya, di sisi lain Charlotte senang akhirnya di balas oleh kakak iparnya, namun Charlotte juga sebal karena Tere menanyakan tentang kuliahnya.
__ADS_1
bagaimana ia bisa konsentrasi jika saat ini yang ada dalam pikiran nya adalah masalah keluarga nya yang saat ini tengah mengalami masalah. walaupun kesal tapi Charlotte tetap membalas nya dan tidak lupa ia sematkan emoji senyuman.
"kuliah ku siang kak jadwalnya?." bohomg Charlotte karena ia sungguh sudah tidak sabaran, jika sudah menyangkut hubungan keluarga nya.
"baiklah, temui aku di tempat yang sudah aku tentukan. aku akan segera sampai di sana?." balas Tere dengan berbohong, padahal ia sudah berada di sana hampir dua jam lamanya. ia memandang lurus ke depan tatapan kosong, sungguh ia tidak bisa menjadi lemah seperti ini.
Charlotte tersenyum lebar saat membaca balasan dari Tere, dengan cepat ia berdiri dan segera berlari ke luar dari gedung di mana tempat nya menimba ilmu saat ini.
nata kesal sendiri melihat tingkah laku sahabat nya yang menurut nya saat ini.
bahkan wanita itu tidak? mendengar teriakkan dari sahabat nya yang tengah memanggil nya, Charlotte terus berlari dan langsung masuk ke dalam mobil nya dan segera menancapkan gas mobil nya dengan kecepatan penuh.
dengan langkah yang lumayan cepat Charlotte mencari tempat duduk yang di maksud kan oleh Tere, dengan setenang mungkin ia berjalan menuju ke arah Tere yang tengah duduk membelakangi nya.
tanpa Charlotte sadari jika ada beberapa pasang mata yang tengah memperhatikan nya dari kejauhan, Charlotte segera duduk di belakang tubuh Tere. ia berpura-pura tidak menyadari keberadaan Tere yang saat ini duduk di belakang nya.
Charlotte pun mulai berpura-pura membaca dan berbicara dengan Tere sedikit pelan, ia ingin mengetahui jika yang di belakang tubuh nya benar-benar kakak ipar nya atau orang lain yang sedang berpura-pura menjadi kakak iparnya.
dengan hati-hati Charlotte menyapa Tere dengan sesekali pandangan menatap lurus ke depan dan beberapa saat tatapan nya terhenti pada mobil hitam yang terparkir di seberang jalan, Sekarang ia mengerti kenapa Tere meminta nya berpura-pura untuk tidak melihat nya. mungkin ia sudah sadar akan ada orang yang akan mengikuti mereka secara diam-diam.
Charlotte kembali berpura-pura memandang ke arah lain nya dan ternyata tidak hanya di depan nya saja ada mobil yang tengah mengintai nya tapi di sisi lain nya juga sama.
__ADS_1
"kak Tere" panggil Charlotte dengan pelan dan ia seolah-olah sedang membaca buku yang sedang ia baca, dan itu berhasil membuat orang-orang yang tengah mengikuti mereka tidak curiga sedikitpun.
"iya, Charlotte apa kamu datang sendirian ke sini?." tanya Tere dengan pelan, jika dari posisinya sekarang ini. mereka tidak dapat melihat wajah Tere yang tengah mengobrol sambil berpura-pura membaca.
"iya kak" jawab Charlotte setenang mungkin, ia tidak takut dengan orang-orang itu! tapi ia takut jika mereka melukai kakak ipar nya yang saat ini tengah dalam kondisi yang cukup prihatin. "apa kakak sudah tahu dari awal jika kita sedang di ikuti?." tanya Charlotte dengan penasaran, saat ini perasaan nya campur aduk antara khawatir dan juga sedih.
"iya, mereka semua sudah dari kemarin mengikuti ku." jawab Tere lirih, ia kemudian menatap kearah langit-langit yang cerah pagi ini namun tidak dengan hati nya. Charlotte yang mendengar nya terkejut, apa mereka mengincar nyawa kakak ipar nya atau ada hal yang lainnya. itulah isi dalam pikiran Charlotte saat ini.
"tapi kenapa mereka mengikuti kita kak?." tanya Charlotte yang mulai memasang waspada jika mereka semua tiba-tiba menyerang nya dan juga kakak iparnya. Charlotte sendiri tidak takut dengan mereka, apalagi ia di latih oleh sang kakek saat kecil dalam belajar bela diri.
"kenapa firasat ku menjadi semakin tidak enak begini?." batin Charlotte dengan memegang dada nya akibat sesak nafas, ia mencoba menarik nafas dalam-dalam agar menjadi lebih tenang. Tere yang tidak lagi mendengar suara Charlotte menjadi khawatir jika salah satu dari mereka menangkap Charlotte.
"Charlotte, apa kamu baik-baik saja?." tanya Tere dengan nada khawatir ia sungguh tidak nyaman saat ini, perasaannya juga sama seperti Charlotte yang tengah mendapatkan firasat buruk yang sebentar lagi akan ada yang terjadi namun ia berusaha tetap tenang agar tidak membuat Charlotte semakin khawatir.
"aku baik-baik saja kak!." jawab Charlotte setelah tenang, Tere yang mendengar nya menjadi sedikit lega saat mendengar suara dari Charlotte, walau Charlotte hanya adik iparnya tapi Tere sangat menyayangi nya seperti ia menyayangi adik kandungnya sendiri.
"Charlotte, kakak titip surat untuk Steve! tolong berikan surat itu kepada nya dan pasti kan tidak ada yang tahu tentang ini semua. biarkan ini menjadi rahasia di antara kita bertiga." ujar Tere lirih ia sungguh tidak bisa menemui Steve dalam keadaan ini,walau sebenarnya ia sangat ingin berada di samping suami nya. saat suaminya dalam masalah.
Charlotte yang mendengar nya sedikit terkejut namun ia kembali bertanya dengan hati-hati agar tidak melukai perasaan Tere semakin dalam lagi, bagaimana pun luka yang saat ini sedang di derita Tere tidak lain dari ulah kakak nya sendiri.
Charlotte menggigit bibir bawahnya sebelum ia menjawab pertanyaan dari Tere, ia ingin sekali memeluk tubuh kakak iparnya yang sudah ia rindukan sejak ia menikah. ia sudah lama tidak bersikap manja kepada Tere setelah menikah dan sampai sekarang ini terjadi masalah di antara kakaknya dengan kakak iparnya.
__ADS_1