Perjodohan Masa Kecil

Perjodohan Masa Kecil
bab 40


__ADS_3

setelah mendapatkan jawaban nya, Tere bergegas masuk ke dalam salah satu kamar hotel yang sudah di sediakan oleh keluarga nya.


setelah sampai di dalam kamar, Tere berlari ke kamar mandi untuk menumpahkan semua kekesalannya dan kekecewaan nya terhadap sang suami.cukup lama Tere di dalam kamar mandi, sehingga ia tidak ikut dalam acara resepsi pernikahan yang di adakan.


DI SISI LAIN


Ceklek


Tama membuka pintu kamar hotel dan melihat sang istri yang sedang kesusahan untuk membuka gaun pengantin nya. Tama yang melihatnya pun segera membantu nya.


Chaterine terdiam, melihat ke arah cermin. setelah selesai melepaskan gaun nya, ia pun segera berlari ke kamar mandi dan meninggalkan Tama sendiri, sedangkan Tama menggeleng kan kepala nya.


Chaterine yang masih gugup pun, melangkah keluar dengan diam-diam.


"apa yang sedang kamu lakukan sayang?." tanya Tama saat melihat sang istri sedang mengendap-endap keluar dari kamar mandi. sedangkan Tama bersandar pada dinding.


"eumm tidak ada."jawab Charlotte dengan gugup, saat melihat Tama yang berjalan mendekati nya.


"apa kamu ingat tentang apa yang pernah aku katakan kepada mu?." tanya Tama dan memeluk Charlotte dengan erat. sedangkan Charlotte menggeleng kan kepala nya.


"bukan kah aku pernah berkata, jika kamu akan menjadi milik ku? dan sekarang lihatlah, kamu benar-benar menjadi milik ku! jangan pernah berfikir untuk bisa lepas dari ku." ujar Tama, dan mencium leher jenjang Charlotte dengan na*su.


"Tama tolong hentikan." ujar Charlotte dengan nafas memburu, ia merasakan sensasi baru dalam dirinya, saat Tama mencium lehernya.


"aku menginginkan mu sayang, aku ingin memiliki mu se utuh nya." jawab Tama dengan nada serak.


"a...a...aku belum siap Tama!." ujar Charlotte dengan gugup.


"aku tahu sayang, tapi jangan lama-lama hmm." ujar Tama dan mencium kening Charlotte, dia tidak ingin egois dan memaksa istrinya untuk melakukan hubungan.

__ADS_1


"ayo tidur sayang!."ajak Tama dan menarik tangan Charlotte, sambil berjalan ke arah ranjang tidur mereka. Tama memeluk tubuh Charlotte dengan erat, dan Charlotte pun juga tidak menolak nya. tidak membutuhkan waktu lama mereka tertidur.


Disisi lain Tere yang masih menangisi nasibnya sendiri, yang menurutnya tidak akan pernah bisa bahagia.


Di saat dia sudah melupakan perasaan nya terhadap kekasihnya dulu, kini justru ia menyadari jika sang suami masih mencintai kekasihnya dulu.


Tere yang melihat keadaan sudah sepi, ia pun berjalan keluar dan berjalan keluar menuju taman dekat hotel yang mereka pesan.


duduk di bangku taman sendirian, hanya bintang yang menemani nya malam ini, bahkan ia tidak tahu di mana sang suami saat ini.


"apa aku salah karena mencintai mu, kenapa nasib percintaan ku selalu gagal!." ujar Tere dengan lirih.setelah cukup lama Tere pun kembali ke dalam kamar hotel nya, dan berbaring di atas sofa.


pagi hari


keluarga Steve, Tere, maupun Tama sedang berkumpul untuk sarapan bersama, mereka begitu bahagia kecuali tere.tama yang melihat sepupu tidak bahagia pun bingung.


"aku baik-baik saja Tama!." jawab Tere lirih, ial sudah mencoba untuk menenangkan pikirannya namun tetap tidak bisa.


"sayang! apa kamu sakit? bagaimana jika kita ke dokter saja?." tanya papa derent yang khawatir melihat wajah sang putri sedikit pucat.


"no pa! Tere akan baik-baik saja, eumm Tere pamit ke kantor sekarang ya!."jawab Tere, dan sekaligus berpamitan dengan keluarga.


"tapi sayang! wajah kamu sedikit pucat lho?." ujar papa derent


"Tere hanya kelelahan pa, nanti juga akan membaik sendiri?" jawab Tere dan menghela nafas panjang, Tama memandang aneh ke arah sepupunya yang sangat tidak bersemangat sama sekali.


setelah itu Tere bergegas meninggalkan tempat nya, dan berjalan keluar, pikiran Tere benar-benar sedang kacau. sebelum benar-benar pergi Tere mengatakan sesuatu kepada mereka semua.


"pa? besok hari ulang tahun perusahaan ku, jika papa dan yang lain nya, mau datang Tere akan sangat senang!."ujar Tere dengan tersenyum manis, menatap wajah mereka satu persatu.

__ADS_1


"benarkah itu sayang! papa tidak sabar untuk melihat karyawan kamu sayang?." ujar papa derent dengan antusias.


"seharusnya papa antusias nya karena pesta nya, bukan karena karyawan nya?." jawab Tere dengan kesal, sedangkan sang apa tertawa melihat reaksi putrinya.


"eumm sayang, bukan begitu maksud papa! papa hanya penasaran saja, bagaimana bisa perusahaan kamu masih bisa berjalan. walau dengan karyawan yang sedikit. dan itu membuat papa dan uncle kamu ingin melihatnya" ujar papa derent dengan tersenyum lebar, dia tidak ingin melihat sang putri salah paham walau sedikit saja.


"huh... jadi papa meragukan kemampuan ku untuk bekerja pa? Tere memang baru dunia bisnis dari pada papa, tentu papa lebih tahu banyak hal tentang bisnis. tapi jangan lupa pa! jika putri papa ini sangat ahli dalam bidang bisnis, dan tentu nya cara kerja Tere juga berbeda. cara kerja papa halus, sedang kan di perusahaan Tere kerja nya sangat keras. walaupun begitu karyawan Tere tidak mengeluh, mereka justru bersemangat dalam bekerja, mungkin orang baru yang tidak pernah melihat cara kerja Tere, mungkin mereka akan menyerah." ujar Tere panjang lebar, dan ini adalah kalimat terpanjang selama ini, sedang kan papa derent tersenyum mendengar perkataan dari sang putri.


"iya papa tahu itu! apa boleh papa datang sebelum ulang tahun perusahaan mu sayang?." tanya sang papa derent dengan menatap wajah Tere yang masih terlihat pucat, namun setidak nya, ia sudah melihat suasana hati sang putri menjadi lebih baik.


"tentu pa! perusahaan Tere selalu terbuka untuk papa, Tere pamit pa! masih banyak pekerjaan yang harus Tere selesai kan sebelum hari ulang tahun perusahaan ku." ujar Tere tersenyum, sepertinya ia tahu jika sang papa sengaja Melakukan nya hanya untuk menghiburnya.


"tentu sayang, jangan lupa untuk makan ya, kamu akan berangkat dengan siapa sayang!." ujar papa derent


"tentu saja dengan Nile dan nickole, emm dan bodyguard pribadiku pa?."ujar Tere, sedangkan yang lainnya mengernyitkan keningnya saat mendengar perkataan dari Tere, sejak kapan Tere memakai bodyguard, itu pikir mereka.


"sejak kapan, kamu memakai bodyguard sayang.!"ujar papa derent dengan penasaran.


"sebenarnya sudah lama pa! tapi Tere selalu meminta mereka menjaga Tere dari kejauhan saja, tapi karena ini sudah mendekati hari ulang tahun perusahaan ku, aku tidak ingin ambil resiko. makanya mereka bisa bersama ku hari ini!."


"tapi kenapa sayang?." ujar papa derent


"banyak orang yang tidak menyukai ku pa, dan papa jangan lupa itu, mereka masih berlomba untuk menghancurkan perusahaan Tere, jika Tere lengah sedikit saja pasti mereka sudah berhasil." ujar Tere dengan tenang, memang selama ini banyak orang yang menginginkan nya untuk mundur dari jabatannya.


"tapi papa, tenang saja! Tere akan baik-baik saja. mereka tidak akan bisa menggulingkan Tere begitu saja. Tere pamit pa!." imbuh nya


"hati-hati sayang!."


" oke ma!."

__ADS_1


__ADS_2