
Setelah selesai menyuapi robert, xia kembali memeriksa keadaan tere. Robert mengikuti langkah xia dan kemudian ia menarik celana xia, xia pun melihat kebawah dan tersenyum lalu meraih tubuh robert yang dan mendudukksnnya di dekat nya.
"eumm.. Awal yang bagus, kakak akan segera pulih setelah ini, tugas ku akan segera selesai dan aku akan kembali bersama dengan grandpa dan kakek." ucap nya dengan kegirangan sambil melompat-lompat kecil, tama menggelengkan kepalanya saat melihat nya.mau bagaimana pun xia masih lah anak kecil namun pikiran dan cara bicara nya saja yang seperti orang dewasa terkadang.
Xia mengakhiri kebahagiaannya lalu mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar, ia terus menatap ke arah pintu, mereka yang mengetahui perubahan ekspresi wajah xia segera menatap ke arah pintu dan tidak lama kemudian pintu pun terbuka lebar dan muncul lah dua pria paruh baya.
"bagaimana keadaan nya??, terima kasih karena sudah mau datang untuk memeriksa cucu ku!"
"kedatangan ku kesini tidak ada hubungan nya dengan anda tapi ada seseorang yang meminta ku untuk menyelamatkan nya."
"keadaan tere..su..."
"keadaanya masih belum stabil dan juga kakak ini sudah menyerah untuk menjalani kehidupannya." ucap nya dengan sengaja, tama melotot kearah xia sedangkan xia hanya acuh saja melihat nya.
"xia.... "
"aku juga sudah menyerah dan tidak bisa menolong nya, orang yang ingin aku tolong justru sudah tak ingin hidup lagi lalu untuk apa aku menyelamat seseorang yang sudah putus asa." steve yang baru kembali terkejut mendengar nya, sedang kan yang membuat masalah justru tersenyum tipis saat melihat reaksi ketiga pria yang baru datang.
"apa kamu tidak punya cara lain untuk membuat nya sadar dan sembuh? " tanya sang grandpa
"bukan kah kamu bilang jika aku ikut dengan anak buah mu, kamu akan menyelamatkannya? " ucap steve dengan dingin lalu menatap kearah istri nya yang masih belum sadarkan diri nya.
__ADS_1
"aku memang mengatakan itu semua tapi apa kakak tidak bisa melihatnya jika istri kakak sudah lelah hidup di dunia ini! "
"jangan lupa kak! Penyebab kak tere menjadi seperti ini karena kakak sendiri, dan dia muncul secara tiba-tiba untuk memperbaiki hubungannya dengan kak tere di waktu yang tidak tepat. dimana kalian saat kak tere terluka dan mempertaruhkan nyawa nya untuk keselamatannya sendiri, di mana anda berada saat cucu mu di rendahkan dan di rundung oleh putra dan putri anda karena dia adalah satu-satu cucu perempuan di keluarga anda, sehingga membuat luka di mendalam di hati cucu anda dan hingga saat ini bahkan kebencian nya terhadap keluarga kalian masih ada di dalam diri nya dan kakak beruntung karena istri kakak tidak membenci ataupun marah kepada kakak."
"di perlakukan tidak adil oleh anggota keluarga nya sendiri dan di khianati oleh suami nya, bahkan suami nya memilih wanita lain saat diri nya tengah mengalami kecelakaan, bukannya menolong nya tapi justru meninggalkannya begitu saja."
semua orang terdiam, bagaimana bisa anak kecil ini bisa mengetahui tentang masalah ini. Steve terdiam mendengar nya lalu pandangannya mata nya kembali beralih pada xia.
"apakah benar benar sudah tak ada cara lainnya untuk menyembuhkannya? " tanya steve dengan lirih.
"sembuh kan lah cucu ku, aku akan melakukan apapun itu agar cucu perempuan ku bisa sembuh."ucap grandpa alexander
"apapun itu, bagaimana jika itu menyangkut nyawa anda sendiri? "
"aku membutuhkan ginjal dan juga jantung untuk kesembuhannya. " ucapan dari xia membuat mereka semua terkejut.
"aku yang akan mendonorkan nya! " seru steve, lebih baik yang tiada dari pada istri nya.
"kalian semua tidak ada yang cocok, hanya kakek itu yang cocok." ucap xia
"apakah setelah ini cucuku akan sembuh total? "
__ADS_1
"iya tergantung pada cucu anda ingin menerima nya atau menolak nya nanti nya."
"baik lah, kapan kita bisa melakukan operasi nya? "
"anda yakin ingin melakukan oprasi ini! apa anda tidak takut jika setelah melakukan operasi ini justru nyawa anda yang tak tertolong?? "
"itu tidak penting bagi ku, cucu ku lebih penting dari nyawa ku! Jadi tolong selamatkan cucu perempuan ku." ucap nya dengan nada serius, xia yang mendengarnya menganggukkan kepalanya.
"hmm... Kak tama aku harus kembali ke negaraku sekarang, tolong siapkan tiket pesawat untuk ku!!"
"jika kamu pergi bagaimana dengan cucu ku/ istriku? " tanya mereka bersamaan, xia tidak menjawab nya tapi dia justru mengulurkan tangan nya ke arah steve, steve yang bingung pun hanya bisa menatap dengan tatapan kosong.
"obat ini untuk istri kakak, suntikan obat nya dalam selang waktu tiga hari! Aku tadi sudah menyuntikkannya dan jika kakak tidak bisa menyuntikkan nya secara langsung kakak bisa menyuntikkannya lewat infus." steve menerima beberapa botol obat dan juga alat suntik.
"istri kakak sudah membaik dan dengarkan perkataan ku baik-baik, jangan biarkan dokter ataupun suster tahu soal ini! jika bisa cukup orang-orang yang ada di sini yang menyuntikkannya orang luar tidak ada yang boleh mengetahui sial obat ini."
"satu hal lagi, jangan pernah tinggalkan nya sendirian di dalam ruangan ini untuk satu minggu kedepan dan lebih baik anda menghubungi seorang dokter yang benar-benar dekat dengan keluarga kalian tapi jangan sampai dia mengetahui dengan obat itu, kslian bisa bersembunyi jika inhin memberikan obat nya."
"dan jangan mudah percaya dengan luar, kalian cukup percaya dengan keluarga masing-masing."
"terima kasih untuk semua nya! "
__ADS_1
"